Tampilkan postingan dengan label Tentang Doa. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Doa. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Februari 2012

Lupa Berdoa

Yakobus 4:2
Kamu mengingini sesuatu, tetapi kamu tidak memperolehnya, lalu kamu membunuh; kamu iri hati, tetapi kamu tidak mencapai tujuanmu, lalu kamu bertengkar dan kamu berkelahi. Kamu tidak memperoleh apa-apa, karena kamu tidak berdoa.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 52; Kisah Para Rasul 24; Imamat 14-15

Sebagai seorang praktisi dalam dunia kerja tentunya kita juga tidak akan luput dari yang namanya masalah. Seringkali masalah itu muncul dengan tiba-tiba dan biasanya itu sangat mengejutkan dan membuat kita seperti seseorang yang kehilangan tempat untuk berpijak.

Dan dalam kebanyakan kasus, reaksi pertama dari seseorang (termasuk saya sendiri) saat menghadapi masalah yang muncul dengan tiba-tiba adalah berupaya untuk mencari jalan keluar secepat mungkin. Kita biasanya akan mencoba beberapa alternatif yang dapat kita pikirkan, bahkan tidak jarang kita juga akan sedikit melanggar etika dan kebenaran asalkan masalah tersebut dapat dengan segera diatasi.

Namun dalam banyak kasus tersebut saya belajar mengapa pertolongan atau jalan keluar jarang dapat kita temukan walaupun berbagai upaya telah kita lakukan. Apa yang firman Tuhan tunjukkan adalah, kita sering tidak mendahulukan dan melibatkan Tuhan. Sehingga kita ‘lupa' untuk berdoa. Ya, kadang jawabannya adalah sesederhana itu.

Allah sanggup mengatasi segala permasalahan kita, tetapi kita tidak datang dan berseru kepada-Nya. Para profesional, di dalam setiap masalah sudahkah kita berdoa? Atau kita masih berharap pada orang lain atau usaha-usaha kita sendiri? Datanglah pada-Nya hari ini, maka kita akan mendapatkan pertolongan tepat pada waktunya.

Biarlah hidup Anda dimulai dengan berdoa dan sempurnakan dengan banyak berdoa.

Senin, 22 Agustus 2011

Silahkan...!!

Mazmur 103:13

Seperti bapa sayang kepada anak-anaknya, demikian Tuhan sayang kepada

orang-orang yang takut akan Dia.



Pernahkah Anda merenungkan, betapa sibuknya Allah kita dalam mengatur alam semesta, sekian milyar penduduk bumi, bekerja dalam segala perkara? Semua dalam skala mega! Luar biasa besar! Dahsyat!



Pernahkah Anda memiliki rasa sungkan waktu mendoakan perkara kecil dan sederhana dalam hidup?



Seorang hamba Tuhan sedang dalam perjalanan menghadiri sebuah pertemuan sebagai pembicara tapi dia harus berhadapan dengan kemacetan yang menjengkelkan. Sebuah doa dinaikkan olehnya agar ditibakan tepat pada waktunya. Ternyata ia tiba beberapa menit sebelum acara dimulai (puji Tuhan). Setibanya di sana, tidak ada lahan parkir yang tersedia, dan dia berdoa lagi. Saat berdiri di muka peserta, komputer yang harus digunakan tiba-tiba bermasalah, doa dinaikkan lagi. Pada penghujung hari, sambil duduk mengerjakan setumpuk urusan yang tertunda, terbesitlah rasa ‘kurang enak' dalam hatinya, mengarah pada rasa bersalah. Sepanjang hari mendoakan hal-hal yang remeh. Bukankah urusan Allah adalah perkara yang besar, yang dahsyat? Buat repot saja?



Keesokan harinya, puteri kecilnya (murid Taman Kanak-Kanak) datang dengan setumpuk masalahnya kepada sang ayah. Semua masalah yang kecil, urusan anak-anak. Pensil yang tidak dapat diserut tajam - rambut boneka kusut tidak bisa disisir - bahkan punggung yang gatal dan putrinya tidak dapat menggaruknya sendiri! Iapun melayani puterinya dengan penuh kasih dan kelembutan. Teringatlah ia akan Mazmur 103:13. Sungguh, seperti apa yang dilakukan kepada anaknya, seperti itu pula yang dilakukan Bapa di Surga untuknya.



Yesaya 49 mengingatkan kita, bahwa bisa saja seorang ibu lupa mengasihi anaknya. Tetapi Allah tidak pernah lupa mengasihi kita anak-anak-Nya. Allah meyakinkan kita, nama kita ada di telapak tangan-Nya. Terukir dan tetap ada di sana.



Kedekatan seperti ini berlaku bagi setiap manusia yang takut dan bersandar hanya pada-Nya. Sama seperti puteri kecil umur 5 tahun datang dengan segudang ‘persoalan', kita juga dipersilahkan datang dengan aneka ragam masalah.



Masalah sehari-hari? Oke!! Masalah kecil dan sederhana? Oke juga!! Masalah kecil yang sangat pribadi - mungkin terkesan remeh? Dengan tersenyum, IA mengangguk manis dan berkata dengan sabar, "Silahkan!"

Selasa, 31 Mei 2011

Akses yang Sama

Ibrani 4:16
“Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya”

Bacaan Alkitab Setahun: Amsal 2; Yohanes 12; 1 Tawarikh 16-17

Suatu kali seorang pendeta yang sedang ikut dalam sebuah penerbangan bertanya kepada pilot kapal yang tak lain merupakan sahabatnya sejak kecil, “pesawat kamu kan ini berukuran kecil, apakah kamu pernah mempunyai masalah ketika mengudarakan dan mendaratkan pesawat kecil kamu di bandara yang didominasi pesawat berukuran besar?” Dengan santai, pilot ini menjawab, “Pesawat saya mungkin kecil, tetapi saya mempunyai hak, kesempatan, dan akses yang sama di bandara itu dengan orang lain bahkan sama dengan pesawat jumbo jet!”

Begitu halnya dengan doa, seperti orang percaya yang menghampiri takhta kasih karunia. Tidak peduli siapa kita, atau betapa kecilnya kita dibandingkan orang lain, atau betapa kecilnya kita dibandingkan orang lain, atau betapa rendahnya lingkungan kehidupan kita, kita tidak mengantre di belakang orang lain. Tak ada yang mendapat perlakuan utama.

Di dunia yang menawarkan perlakuan istimewa kepada orang kaya, orang terkenal, dan orang yang berpengaruh, sungguh kita disemangati karena mengetahui bahwa setiap anak Allah mempunyai jalan masuk yang sama menuju Bapa di surga. Pemazmur berkata, “TUHAN dekat pada setiap orang yang berseru kepada-Nya, pada setiap orang yang berseru kepada-Nya dalam kesetiaan” (Mazmur 145:18).

Dengan jaminan ini, kita semua dapat “dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia” dalam doa, karena mengetahui bahwa Allah yang penuh kasih tak akan pernah membuang kita.

Doa adalah suatu jalur terbuka menuju surga.

Sumber: Kingdom Magazine Februari 2010

Selasa, 19 April 2011

Ketika Allah Diam

Yesaya 26:4
“Percayalah kepada TUHAN selama-lamanya, sebab TUHAN ALLAH adalah gunung batu yang kekal.”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 111; Lukas 23; Hakim-Hakim 9-10

Apa respon Anda ketika seseorang yang Anda mintakan tolong tidak melakukan apa-apa alias diam? Jengkel, marah, dendam, atau malah bersedih? Dan bagaimana bila yang menunjukkan sikap diam tersebut adalah Allah sendiri? Apakah Anda masih akan mempercayai-Nya atau malah mengambil keputusan untuk berpaling dari-Nya dan memilih kepercayaan lain?

Seorang bernama Kirk terkenal di kotanya sebagai pemuda yang taat beribadah dan tidak pernah melakukan berbagai kejahatan. Dibanding dengan teman-temannya yang lain, tingkat rohaninya bisa dikatakan lebih bagus. Namun, sebuah peristiwa kematian orang yang dicintainya mengubahnya menjadi pengikut aliran sesat.

Tentang hal ini, Kirk mempunyai alasan, “Jika Allah itu memang ada, tidak akan ada orang-orang di dunia ini yang merasakan penderitaan kelaparan; Jika Dia memang ada maka perang antarnegara pasti bisa dihentikan; Dan jika Dia memang benar-benar nyata maka ketika saya berdoa meminta kesembuhan untuk kekasih saya, ia pasti menyembuhkannya.”

Mungkin saat ini banyak dari Anda yang berpikir seperti Kirk yang memandang Allah sebagai penjawab doa umat-Nya - Tuhan yang menggenapi setiap kemauan anak-anakNya. Namun, sayangnya Dia tidak seperti itu. Ada kala memang Dia menjawab apa yang didoakan manusia, tetapi ada waktu dimana Dia berdiam diri.

Allah diam bukanlah untuk membuat kita tersiksa atau sekedar mencobai, tetapi murni untuk mengajar dan membuat hidup kita agar lebih dipenuhi kasih karunia. Dia tidak berbuat apa-apa bukan berarti Dia membiarkan kita untuk selamanya. Dia diam hanyalah untuk sementara. Jadi, yakinlah dan tetaplah memiliki telinga yang peka kepada Allah karena bila waktunya tiba, Dia akan menjawab setiap doa Anda.

Saat Anda berdoa dan Allah sepertinya diam, percayalah Dia mendengarkan. Allah sedang menunggu saat yang tepat untuk menjawab doa-doa Anda.

Sumber: Saduran artikel devotional cbn.com ‘When All We Hear from God is Silence’ oleh Diane Markins

Kamis, 14 April 2011

Berpikir Sambil Berdoa

Mazmur 8:5
“Apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?”

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 106; Lukas 18; Yosua 23-24

Agustinus merupakan salah seorang pemikir kristiani yang paling hebat sepanjang masa. Yang menarik, ia berdoa dengan khusuk dan efektif ketika sedang serius memikirkan sesuatu. Ia mungkin dijuluki “pemikir yang berdoa”. Kerap kali Agustinus mulai menyusun sebuah dalil dan mengakhirinya dengan doa. Kutipan berikut ini adalah salah satu contoh yang diambil dari Confessions, salah satu karya teologinya:

“Betapa terlambat kudatang untuk mengasihi Engkau, Yang Terindah dari dulu dan sekarang; terlambat kudatang untuk mengasihi-MU...Engkau telah memanggilku; ya, Engkau bahkan telah membuka telingaku. Cahaya-Mu menyinari aku dan mencelikkan mataku.”

Ini bukanlah suatu renungan yang hampa dari seorang teolog gadungan atau filsuf yang hanya mampu memaparkan teori. Akan tetapi, ini adalah pemikiran dari seseorang yang memiliki kehidupan doa yang tulus.

Berpikir sambil berdoa bukanlah suatu hal yang aneh bagi Agustinus. Daud pernah merenungkan keindahan ciptaan sehingga ia menjadi terdorong untuk menyembah Sang Pencipta: ”Jika aku melihat langit-Mu, buatan jari-Mu, bulan dan bintang yang Kautempatkan: apakah manusia, sehingga Engkau mengingatnya?” (Mazmur 8:4-5).

Pada saat kita menjalani kehidupan, pemikiran terdalam, perasaan, dan doa kita dapat saling bertautan. Ketika kita sedang melihat keindahan alam atau bahkan sedang menyelesaikan sebuah masalah, maka saat seperti itu dapat menjadi kesempatan untuk berpikir sambil berdoa.

Berpikir sambil berdoa menuntun kita untuk bersyukur dengan penuh arti.

Sumber: Kingdom Magazine Maret 2010

Renungan terkait
* Doa dan iman
* Apakah doa mengubah sesuatu
* Doa yang ampuh
* Kesabaran dalam berdoa
* Doa tak bersyarat


Selasa, 15 Maret 2011

Karena Doa

Yakobus 5:16
"Doa orang benar, bila dengan yakin didoakan sangat besar kuasanya"

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 76; Roma 4; Bilangan 35-36

Seberapa besarkah kuasa doa menurut Anda? Besar, sangat besar, luar biasa besar atau justru tidak memiliki kuasa sama sekali? Jika Anda memiliki opsi yang terakhir berarti Anda tidak pernah mengetahui bagaimana dunia ini diubah oleh karena doa.

John Knox berdoa, dan hasi-hasil doanya membuat Ratu Mary berkata ia lebih takut pada doa-doa John Knox dibandingkan dengan semua pasukan musuh Skotlandia. John Wesley berdoa, dan kebangunan rohani terjadi di Inggris.

Jonathan Edwards berdoa, dan kebangunan rohani menyebar di seluruh koloni Amerika. Sejarah telah diubah dari waktu ke waktu karena doa. Bahkan sejarah saat ini pun dapat diubah kembali jika umat Allah berlutut dalam doa yang penuh percaya.

Ketika terjadi masa-masa yang suram dan dunia mengejek Allah, Ia tetap bekerja lewat doa-doa umat-Nya. Berdoalah hari ini untuk kebangunan rohani di negara Anda dan di seluruh dunia.

Doa Anda adalah senjata yang ampuh untuk membuat perubahan dalam dunia ini.

Renungan terkait
* Doa dan iman
* Apakah doa mengubah sesuatu
* Doa yang ampuh
* Kesabaran dalam berdoa
* Doa tak bersyarat


Minggu, 20 Februari 2011

Doakan Masalah-masalah Anda

Filipi 4:6
"Janganlah hendaknya kamu kuatir tentang apapun juga, tetapi nyatakanlah dalam segala hal keinginanmu kepada Allah dalam doa dan permohonan dengan ucapan syukur."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 52; Kisah Para Rasul 24; Imamat 14-15

Apa yang Anda lakukan pertama kali ketika mendapatkan masalah? Apakah Anda khawatir? Kebanyakan dari kita demikian. Namun, apakah kekhawatiran menyelesaikan masalah? Tidak. Jadi, kalau hal itu tidak menyelesaikan masalah, untuk apa khawatir?

Kisah alkitab tentang Hizkia memberi kita sebuah gagasan untuk menyelesaikan masalah. "Hizkia menerima surat itu dari tangan para utusan, lalu membacanya; kemudian pergilah ia ke rumah TUHAN dan membentangkan surat itu di hadapan TUHAN. Hizkia berdoa di hadapan TUHAN" (II Raja-raja 19:14-15).

Bukannya datang kepada Allah sebagai Sumber yang utama, kita sering kali justru datang kepada-Nya sebagai tempat yang terakhir. Ikutilah formula Hizkia. Datanglah kepada Allah terlebih dahulu dengan masalah Anda, karena hanya Dia yang mampu menanganinya dengan cara yang terbaik untuk Anda dan menurut kehendak-Nya yang sempurna.

Berdoa kepada Allah adalah bukti penyerahan hidup Anda kepada-Nya.

Renungan terkait
* Menghadapi masalah
* Mengapa Tuhan memberikan kita masalah
* Jangan kalah atas masalah
* Pelajaran dari masalah
* Saat dalam masalah


Sabtu, 29 Januari 2011

Hak Istimewa Untuk Berdoa

Yohanes 16:24
"Sampai sekarang kamu belum meminta sesuatu pun dalam nama-Ku. Mintalah maka kamu akan menerima, supaya penuhlah sukacitamu."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 30; Kisah Para Rasul 2; Keluaran 9-10

Sebagai orang-orang Kristiani, tahukah Anda apa yang menjadi hak istimewa Anda yang diberikan oleh Allah? Mendapatkan berkat berupa harta yang melimpah? Atau jabatan yang tinggi? Bukan, semua itu hanyalah bonus yang Dia berikan. Hak istimewa kita sebagai para pengikut Kristus adalah hak untuk berdoa kepada-Nya.

Cobalah pikirkan ini: Anda dan saya memiliki hal yang luar biasa untuk mendekat kepada Allah semesta Alam, "Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamanya dan Yang Mahakudus nama-Nya: "Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk" (Yesaya 57:15)! Kita dapat melakukan ini hanya karena Yesus Kristus telah membuka jalan.

Kita harus berdoa di masa-masa sulit, kalau tidak kita akan menjadi tidak beriman dan tidak percaya. Kita harus berdoa di masa-masa kemakmuran, kalau tidak kita akan menjadi sombong dan besar kepala. Kita harus berdoa di masa-masa bahaya, kalau tidak kita akan merasa takut dan ragu. Kita harus berdoa di masa-masa aman, kalau tidak kita akan menjadi merasa cukup.

Berdoalah dan percaya bahwa apa yang Anda minta pasti dijawab oleh Allah, bahkan tidak jarang Dia menjawab lebih dari apa yang dapat Anda bayangkan dan doakan. Ini bukanlah janji seorang manusia, tetapi janji Allah yang menciptakan langit dan seluruh alam semesta.

Doa adalah alat yang disediakan Allah bagi manusia untuk berhubungan langsung dengan-Nya. Gunakanlah itu!

Renungan terkait
* Kata bijak mengenai doa
* Doa dan iman
* Doa yg ampuh
* Doa tak bersyarat
* Kesabaran dalam doa


Jumat, 19 November 2010

Apapun Jawaban-Nya, Percayalah!

I Yohanes 5:14
Dan inilah keberanian percaya kita kepada-Nya, yaitu bahwa Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepada-Nya menurut kehendak-Nya.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 129; Yohanes 6; Yeremia 32-33

Seringkali kita berdoa dan mengharapkan jawaban doa yang cepat. Kenyataannya - Tuhan selalu menjawab doa! Ya, selalu. Dan inilah sesuatu yang Anda tidak ingin dengar – jawaban-Nya tidak selalu "Ya". Kadang - sebenarnya sering kali – Tuhan menjawab “tidak.”
Mengapa? Tuhan ingin kita bergantung sepenuhnya kepada Tuhan, bukan hanya upaya saat putus asa, datang kepada Tuhan hanya saat Anda membutuhkan-Nya. Dia ingin sebuah "hubungan" dengan kita.

Tuhan tahu Dia bisa memperbaiki keadaan dalam sekejab. Namun kita cenderung melihat apa yang terjadi dengan cara pandang kita yang terbatas. Ketika seseorang yang kita kasihi sakit - apa yang bisa kita lakukan? Kita tidak bisa membayar tagihan kita dan mereka memutus aliran listrik - apa yang akan kita lakukan? Tuhan tahu. Anak-anak bertindak diluar batas - Tuhan tahu. Pekerjaan tak tertahankan - Tuhan tahu. Pasangan Anda terjebak dalam dosa - Tuhan tahu. Anda berada di batas akhir kekuatan Anda - Tuhan sangat tahu!

Lalu mengapa Tuhan mengijinkan semua itu terjadi dalam kehidupan kita? Agar kita terus berharap kepada-Nya. Sebagai manusia, kecenderungan alami kita adalah bersikap sombong dan merasa bisa menjalani kehidupan ini tanpa bantuan siapapun, termasuk Allah. Jika kesulitan menghampiri kita, Allah hanya ingin mengingatkan kita bahwa kita tidak bisa hidup tanpa Dia.

Dalam kondisi tak berdaya itu, kita sering bertanya, “bagaimana caranya mengubah situasi ini?” Jawabannya sangat mudah, “doa berkuasa mengubah banyak hal,” dan itu adalah sebuah kebenaran. Doa membuat kita mendekat pada Allah, dimana kita bisa meminta bantuan-Nya atas hal apapun. Ketika Anda mendekat kepada Allah, dan melihat situasi yang ada dengan cara pandang-Nya, maka Anda akan melihat bahwa yang sebelumnya adalah sebuah jalan buntu, ternyata dibaliknya ada sebuah jalan yang telah Allah siapkan.

Ketika Anda berdoa, siapkan diri Anda untuk segala kemungkinan jawaban yang akan Allah berikan. Jangan membatasi diri Anda dengan sebuah skenario. Allah selalu menjawab setiap doa kita dengan cara-Nya yang unik, tapi percayalah bahwa apapun jawaban yang Dia berikan, itu yang terbaik bagi Anda.

Jika jawaban doa yang Allah berikan sepertinya tidak sesuai dengan keinginan Anda, jangan kecewa. Dia tahu yang terbaik bagi Anda.

Renungan tentang pengharapan
* Panjang sabar
* Doa tak bersyarat
* Sabar dan tetap tenang
* Menghadapi masalah
* Cerita dari afrika

Senin, 08 November 2010

Doa Yang Ampuh

Matius 6:9-10
Karena itu berdoalah demikian: Bapa kami yang di sorga, Dikuduskanlah nama-Mu, datanglah Kerajaan-Mu, jadilah kehendak-Mu di bumi seperti di sorga.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 116; 2 Petrus 3; Yehezkiel 36-37

Saat itu aku pulang dari wawancara kerja, jaraknya beberapa ratus kilometer dari rumahku. Lewat tengah malam, mobil tua yang kukemudikan mogok. Aku baru sampai di sebuah kota kecil. Sendirian, mencium uap oli panas yang keluar dari kap mobil, aku bingung harus berbuat apa. Tindakan pertamaku adalah berdoa, “Bapa Kami.” Kata-kata dalam doa yang diajarkan waktu aku kecil itu, masih ku ingat dengan baik. Aku pun tahu bahwa aku ada ditangan Allah.

Saat menunggu dalam gelap di tepi jalan, datang polisi yang menolongku. Kami dapat menstater mobilku dan ia mengantarku ke motel sehingga aku dapat bermalam. Keesokannya, pemilik motel menunjukkan arah apotek tempat saudara perempuanku dapat mengirim uang. Aku berjalan kaki lebih dari satu kilometer. Saat uangnya tiba, pemilik apotek menutup apoterknya dan mengantarkanku kembali ke bengkel.

Ketika kita berjuang untuk menemukan kalimat yang tepat dalam doa, kita dapat menggunakan kalimat Yesus dalam Doa Bapa Kami, “Berikanlah kami pada hari ini makanan kami yang secukupnya.” (Matius 6:11). Dengan doa ini, Roh Kudus bekerja dalam setiap orang yang ku temui untuk menyediakan segala keperluanku.

Tuhan mengetahui dengan jelas kebutuhan Anda, bahkan ketika Anda tak dapat mengungkapkannya dengan kata-kata yang tepat.

Renungan terkait...
* Doa dan iman
* Kursi bapak yang kosong
* Peranan roh kudus dalam doa kita
* Doa seorang anak kecil
* Player and prayer

Senin, 18 Oktober 2010

Panik? Sudah Bertanya Pada Tuhan Belum

1 Samuel 30:8
Kemudian bertanyalah Daud kepada TUHAN, katanya: "Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Dan Ia berfirman kepadanya: "Kejarlah, sebab sesungguhnya, engkau akan dapat menyusul mereka dan melepaskan para tawanan."

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 90; Lukas 11; 2 Raja-raja 22-23

Dalam 1 Samuel 30, dikisahkan bahwa orang Amalek menyerbu Tanah Negeb dan Ziklag, dan perempuan-perempuan serta semua orang dikota itu ditawan oleh orang Amalek, termasuk anak dan istri Daud.

Ketika Daud dan pasukannya sampai di kota itu dan tahu bahwa anak dan istri mereka telah ditawan Amalek, mereka sangat sedih dan marah. Bahkan dalam kemarahan mereka, rakyat Israel hendak melempari Daud dengan batu. Namun dalam keadaan terjepit seperti ini, Daud menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan.

Daud kemudian berdoa, “Haruskah aku mengejar gerombolan itu? Akan dapatkah mereka kususul?" Sebelum bertindak, Daud bertanya apakah yang ia lakukan adalah rencana Tuhan. Dia menunggu jawaban Tuhan, baru kemudian bertindak.

Daud tidak bertindak gegabah dalam usahanya untuk menyelamatkan mereka yang tertawan dan menenangkan rakyat yang bersama dia. Yang pertama kali ia lakukan adalah menguatkan kepercayaannya kepada Tuhan, dan meminta petunjuk dari Tuhan tentang apa yang harus ia lakukan.

Seberapa sering kita berdoa seperti Daud? Ketika keadaan menekan hidup kita, apakah kita lari dari Tuhan atau kita lari kepada Tuhan?

Mari belajar kepada Daud, kita lari kepada Tuhan memohon petunjuk dari-Nya atas segala permasalahan kita. Tuhan adalah solusi kehidupan Anda, Dia dapat Anda percaya.

Saat masalah menerpa hidup Anda, jangan lari menjauh dari Tuhan namun larilah kepada Tuhan.

Renungan tentang kuasa doa
* Doa seorang anak kecil
* Jangan berhenti berdoa
* Doa itu kebutuhan
* Lima jari berdoa
* Your choice panic or prayer

Minggu, 26 September 2010

Doa Tak Bersyarat

Renungan tentang doa

Barangkali kita sudah sering mendengar tentang kasih tanpa syarat. Kasih tanpa syarat ditunjukkan oleh orang tua kita kepada kita anak-anaknya. Mereka tetap mengasihi dan merawat kita tidak peduli seperti apa keadaan kita. Kasih tanpa syarat juga ditunjukkan oleh Bapa kita di Sorga. Anugerah keselamatan-Nya diberikan bukan karena kebaikan kita, namun semata-mata karena kemurahan-Nya. Tapi, pernahkah kita mendengar tentang doa tak bersyarat? Itulah doa yang dinaikkan oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego.


Ketika ancaman dapur api sudah di depan mata, dengan lantang mereka berkata,”Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu." (Dan. 3:17-18) Bayangkan betapa tersentuhnya hati Tuhan mendengar pengakuan iman seperti itu. Saya membayangkan Sorga langsung gempar! Para malaikat menggeleng-gelengkan kepala dan bersorak sorai, air mata haru Bapa di Sorga menitik di pipi-Nya.

Beranikah kita mengucapkan doa seperti yang diucapkan oleh Sadrakh, Mesakh dan Abednego? Bisakah kita tetap mengucap syukur seandainya jawaban doa Tuhan enggak sesuai dengan harapan kita? Mampukah kita tetap berkata “Tuhan itu baik” meski kenyataannya pahit bagi kita? Kita patut bersyukur memiliki Bapa yang begitu baik. Tuhan tidak pernah meremehkan iman sebesar biji sesawi sekalipun. Ketika kita sungguh-sungguh berdoa dengan iman, mempercayai Tuhan dengan sepenuh hati - maka lihatlah Tuhan justru bekerja dengan cara-Nya yang ajaib menolong dan menyelamatkan kita. Di akhir cerita kita tahu Sadrakh dkk. selamat dari dapur api. Terjemahan King James menyebutkan pengakuan Nebukadnezar ,”Lo, I see four men loose, walking in the midst of the fire, and they have no hurt; and the form of the fourth is like the Son of God.” (Dan.3:25) Orang yang keempat yang dilihat Nebukadnezar dalam perapian itu rupanya seperti Anak Allah. Yesus sendiri hadir menyertai mereka, berjalan di dalam api untuk menyelamatkan mereka. Haleluya!

Artikel renungan tentang doa
* Power of prayer
* 10 alasan mengapa kita perlu berdoa
* Doa yang sia-sia
* Jangan berhenti berdoa
* Apa doa mengubah sesuatu?
* Kata bijak mengenai doa

Senin, 16 Agustus 2010

The Power of Prayer

A man's daughter had asked the local minister to come and pray with her father. When the minister arrived, he found the man lying in bed with his head propped up on two pillows. An empty chair sat beside his bed. The minister assumed that the old fellow had been informed of his visit.

"I guess you were expecting me," he said.

"No, who are you?" said the father.

"I'm the new minister at your church," he replied. "When I saw the empty chair, I figured you knew I was going to show up."

"Oh yeah, the chair," said the bedridden man. "Would you mind closing the door?"

Puzzled, the minister shut the door. "I have never told anyone this, not even my daughter," said the man. "But all of my life, I have never known how to pray. At church I used to hear the pastor talk about prayer, but it went right over my head."

"I abandoned any attempt at prayer," the old man continued, "until one day about four years ago, my best friend said to me, 'Johnny, prayer is just a simple matter of having a conversation with Jesus. Here is what I suggest. Sit down in a chair; place an empty chair in front of you, and in faith see Jesus on the chair. It's not spooky because he promised, "I'll be with you always." Then just speak to him in the same way you're doing with me right now."

..........
Baca kelanjutannya disini
Click this link -> The Power of Prayer
---

Senin, 09 Agustus 2010

How to pray effectively

How to pray effectively

Please remember what you told your servant Moses: "If you sin, I will scatter you among the nations." Nehemiah 1:8 (NLT)


"If you want specific answers to prayer, then make specific requests. If your prayers consist of general requests, how will you know if they're answered? "

Here are four secrets to answered prayer from the life of Nehemiah:

..........
Baca kelanjutannya disini
Click this link -> How to pray effectively
---

Kamis, 25 Februari 2010

DOA, DOA, BERDOA

Tokoh seperti Hudson Taylor, Martin Luther n Corrie Tenboom, mungkin kita sudah kenal. Dan apakah kita tahu mengapa mereka bisa dipakai Allah secara luar biasa ? Salah satu kunci kesamaan mereka adalah : "KEHIDUPAN BERDOA" yang luar biasa. Corrie berkata : iblis tersenyum ketika Anda mengatur rencana, ia tertawa jika Anda terlalu sibuk, tetapi iblis gemetar saat Anda berDOA. Hudson mengatakan: jangan melakukan konser dulu, baru memeriksa alat musik Anda. Artinya : mulailah setiap hari bersama Allah. Martin Luther berkata: begitu banyak yang harus saya kerjakan hari ini, maka saya menggunakan 3 jam pertama saya untuk berDOA.

Saudaraku, kita tidak dapat hidup tanpa "DOA". tanpa DOA hidup rohani kita menjadi lemah. DOA menembus batas ketidakmungkinan dan kemustahilan.

Kemampuan kita terbatas. Tanpa DOA, kita tidak dapat berbuat banyak. Sebab itu marilah kita mulai hari ini dg DOA.
Yakobus 5:13-18.

Tuhan memberkati kita sekalian.

Rabu, 17 Februari 2010

10 ALASAN BAIK MENGAPA KITA PERLU BERDOA DENGAN TEKUN

1. Mengurangi daya stress yang ditimbulkan oleh beraneka ragam persoalan hidup yang kita alami mereka yang suka malas berdoa akan lebih mudah untuk mengalami stress

2. Menurunkan tingkat emosi atau kemarahan mereka yang lebih sering berdoa akan lebih mampu mengendalikan diri dalam hal emosi dan kemarahan mereka yang sedang mau marah dan kemudian berdoa niscaya emosinya menjadi stabil

3. Mengurangi bahkan menghilangkan rasa putus asa mereka yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan lebih untuk tidak mudah putus asa saat berada dalam kegagalan dibanding mereka yang jarang bahkan sama sekali malas berdoa

4. Meningkatkan ketegaran hati mereka yang lebih tekun berdoa akan lebih tegar menghadapi peristiwa-peristiwa yang terjadi di luar yang dikehendakinya bahkan peristiwa pahit sekalipun

5. Meningkatkan daya tahan tubuh dari penyakit-penyakit yang disebabkan gangguan psikis dengan ketekunan dalam berdoa, seseorang akan memiliki daya tahan secara fisik karena mampu untuk menghadapi dan menjalani kehidupan dengan segala peristiwanya dalam terang Kehendak Allah, sehingga tubuh tidak menjadi mudah lemah karena beban pikiran dan pekerjaan (bhs Jawa Nrimo)

6. Membuat orang menjadi lebih terbuka terhadap kelemahan dan kekurangan sesama mereka yang tekun berdoa dengan baik memiliki sikap yang lebih terbuka terhadap sesamanya karena ia akan terbantu dalam doa-doanya untuk menyadari juga kelemahan-kelemahan nya sendiri

7. Meningkatkan daya cinta kasih kepada diri sendiri dan orang lain ketekunan dalam doa membuat seseorang memiliki relasi intim dengan Tuhan Allah. Allah sendiri adalah kasih maka mereka yang tekun berdoa niscaya memiliki daya cinta kasih yang lebih kepada diri sendiri dan sesamanya. Mereka yang terjerumus dalam narkoba pastilah orang yang tidak tekun berdoa karena tidak mampu mencintai dan mengasihi diri sendiri

8. Meningkatkan kemampuan dalam mengembangkan diri. Seseorang yang dalam hidupnya tekun untuk berdoa akan memiliki kekuatan dan kemampuan untuk mengembangkan diri dengan lebih maksimal, karena ia akan semakin memahami talenta-talenta yang Tuhan berikan dan bagaimana seharusnya dikembangkan

9. Menjadikan yang tidak baik menjadi baik setiap orang yang tekun berdoa akan memiliki kemampuan untuk merubah yang tidak baik menjadi baik, dibandingkan mereka yang malas berdoa justru menjadikan yang baik menjadi buruk

10. Layak menerima keselamatan. Dengan berdoa tekun seseorang mendapatkan kesempatan untuk semakin kuat dan bahkan karena relasinya yang baik dengan Allah selagi di dunia ini ia juga akan mengalami yang sama kelak di keabadian

Kamis, 21 Januari 2010

Kata-kata bijak mengenai Doa

Kumpulan kata-kata mutiara / bijak mengenai doa (prayer)

I pray on the principle that wine knocks the cork out of a bottle. There is an inward fermentation, and there must be a vent. ~Henry Ward Beecher


God punishes us mildly by ignoring our prayers and severely by answering them. ~Richard J. Needham

When we pray to God we must be seeking nothing - nothing. ~Saint Francis of Assisi

"Give us this day our daily bread" is probably the most perfectly constructed and useful sentence ever set down in the English language. ~P.J. Wingate

Prayer does not change God, but it changes him who prays. ~Soren Kierkegaard

No one is a firmer believer in the power of prayer than the devil; not that he practices it, but he suffers from it. ~Guy H. King

Trouble and perplexity drive me to prayer and prayer drives away perplexity and trouble. ~Philip Melanchthen

Don't pray when it rains if you don't pray when the sun shines. ~Satchel Paige, 1974

The value of consistent prayer is not that He will hear us, but that we will hear Him. ~William McGill

Prayer may not change things for you, but it for sure changes you for things. ~Samuel M. Shoemaker

Two hands working can do more than a thousand clasped in prayer. ~Author Unknown

Give a man a fish, and you'll feed him for a day; give him a religion, and he'll starve to death while praying for a fish. ~Author Unknown

I prayed for twenty years but received no answer until I prayed with my legs. ~Frederick Douglass, escaped slave

Practical prayer is harder on the soles of your shoes than on the knees of your trousers. ~Austin O'Malley

As long as there are tests, there will be prayer in schools. ~Author Unknown

When we talk to God, we're praying. When God talks to us, we're schizophrenic. ~Jane Wagner, In Search for Signs of Intelligent Life in the Universe, 1985, performed by Lily Tomlin

We have to pray with our eyes on God, not on the difficulties. ~Oswald Chambers

When at night you cannot sleep, talk to the Shepherd and stop counting sheep. ~Author Unknown

When a man is at his wits' end it is not a cowardly thing to pray, it is the only way he can get in touch with Reality. ~Oswald Chambers

Many people pray as if God were a big aspirin pill; they come only when they hurt. ~B. Graham Dienert

Prayer is when you talk to God; meditation is when you listen to God. ~Author Unknown

Prayer is not merely an occasional impulse to which we respond when we are in trouble: prayer is a life attitude. ~Walter A. Mueller

The Lord's Prayer may be committed to memory quickly, but it is slowly learnt by heart. ~Frederick Denison Maurice

Deep down in me I knowed it was a lie, and He knowed it. You can't pray a lie - I found that out. ~Mark Twain

It is good for us to keep some account of our prayers, that we may not unsay them in our practice. ~Matthew Henry

Prayer gives a man the opportunity of getting to know a gentleman he hardly ever meets. I do not mean his maker, but himself. ~William Inge

Grow flowers of gratitude in the soil of prayer. ~Verbena Woods

Some stand on tiptoe trying to reach God to talk to him - you try too hard, friend - drop to your knees and listen to him, he'll hear you better that way. ~Ever Garrison

If we could all hear one another's prayers, God might be relieved of some of his burdens. ~Ashleigh Brilliant

Prayers not felt by us are seldom heard by God. ~Philip Henry

The trouble with our praying is, we just do it as a means of last resort. ~Will Rogers
when it's a glorious day
I pray
and
it's a glorious day
when I pray
~Star Riches, "Every Day"

Kamis, 07 Januari 2010

The Power of Prayer

A missionary on furlough told this true story while visiting his home church in Michigan...

While serving at a small field hospital in Africa, every two weeks I traveled by bicycle through the jungle to a nearby city for supplies. This was a journey of two days and required camping overnight at the halfway point. On one of these journeys, I arrived in the city where I planned to collect money from a bank, purchase medicine and supplies, and then begin my two-day journey back to the field hospital.

Upon arrival in the city, I observed two men fighting, one of whom had been seriously injured. I treated him for his injuries and at the same time witnessed to him of the Lord Jesus Christ. I then traveled two days, camping overnight, and arrived home without incident.

Two weeks later I repeated my journey. Upon arriving in the city, I was approached by the young man I had treated. He told me that he had known I carried money and medicines. He said, "Some friends and I followed you into the jungle, knowing you would camp overnight. We planned to kill you and take your money and drugs.

.....
Baca kelanjutannya disini
Click this link -> The Power of Prayer
---

Rabu, 06 Januari 2010

Kesabaran Dalam Doa

Mana kala apa yang kita pikirkan tidak tepat, TUHAN berkata, "TIDAK."
Tidak - kala pemikiran itu bukan pemikiran yang terbaik
Tidak - kala pemikiran itu sama sekali salah
Tidak - walaupun pemikiran tersebut mungkin saja dapat menolongmu, namun juga akan menimbulkan masalah bagi orang lain

Mana kala waktunya tidak tepat, TUHAN berkata, "PERLAHANLAH."
Apa jadinya kelak bila TUHAN menjawab setiap doa secepat kita menjentikkan jari-jari kita? Tahukah engkau apa yang akan terjadi?
Tuhan akan menjadi hambamu, bukan Tuanmu.
Tiba-tiba saja TUHAN mengabdi kepadamu, bukan engkau yang mengabdi
kepada-NYA.

Mana kala engkau berbuat kesalahan, TUHAN berkata, "BERTUMBUHLAH."
Orang yang mementingkan dirinya sendiri harus bertumbuh di dalam ketidak-egoisan.
Orang yang terlalu berhati-hati harus bertumbuh di dalam keberanian.
Orang yang suka menguasai orang lain harus bertumbuh di dalam kepekaan.
Orang yang senang mencela harus bertumbuh didalam tenggang rasa.
Orang yang selalu berpikiran negatif harus bertumbuh di dalam sikap positif.

Orang yang senang mencari kepuasan jasmani harus bertumbuh di dalam berbagi rasa dengan orang-orang yang menderita.

Mana kala semuanya telah benar, TUHAN berkata, "PERGILAH."
Mukjizat terjadi:
Pecandu berat alkohol dilepaskan.
Pecandu obat bius menemukan kebebasannya.
Yang ragu-ragu menjadi percaya layaknya seorang anak kecil.
Jaringan tubuh yang terkena penyakit mulai menjadi sembuh karena pengobatan.

Pintu yang menuju ke arah impianmu tiba-tiba terbuka dan berdirilah Tuhan di sana sambil berkata, "PERGILAH!"

Ingatlah:
Penundaan oleh TUHAN bukan berarti pengingkaran janji TUHAN.
Waktunya TUHAN sempurna adanya.
Kesabaran adalah yang kita perlukan dalam berdoa.

Sabtu, 12 Desember 2009

DOA YANG SIA-SIA

“… Ia mengabulkan doa kita, jikalau kita meminta sesuatu kepadaNya menurut kehendakNya ” 1 Yohanes 5:14

Salah satu kerugian yang terbesar bagi umat Kristen ialah doa yang tak berguna dan tak ada artinya. Kita selalu berdoa minta perkara-perkara yang Tuhan telah janjikan. Seharusnya kita berterimakasih untuk segala perkara yang Dia sudah nyatakan akan dilakukan Nya bagi kita.

Alkitab adalah suatu buku ajaib yang berisi ribuan janji Allah. Ibaratkan saja setiap janji itu berupa cek yang telah ditandatangani Allah. Janganlah meminta Tuhan untuk menepati janji Nya seolah-Rata Penuholah Ia tak mau memenuhinya dan kita memaksa Dia berbuat demikian. Sebaliknya isilah cek yang belum tertulis rincian kebutuhan tadi dengan Iman, percayalah dan kemudian bersyukurlah kepada Nya untuk jawaban yang sedang diperjalanan itu ! Jangan minta lagi agar Tuhan memenuhi janji Nya. Dia pasti memenuhinya ! Dia bukan Allah yang pembohong ! Ingat akan Firman Nya yang berbunyi: “Allah bukanlah manusia, sehingga Ia berdusta, bukan anak manusia, sehingga Ia menyesal. Masakan Ia berfirman dan tidak melakukan Nya, atau berbicara dan tidak menepati Nya ?” ( Bilangan 23:19 ).

Berdoalah saja sesuai kehendak Nya, dan pujilah Dia untuk berkat yang telah disediakan Nya. Engkau harus yakin bahwa permohonanmu sudah dijawab, hanya tunggu kiriman itu tiba di tanganmu. Sesuai dengan janji Nya: “ Mintalah, maka akan diberikan kepadamu…” Ucapkan syukur kepada Nya atas jawaban itu, yakinlah dan tak usah gelisah lagi ! Hanya imanlah yang dapat menyebabkan kuasa Allah bekerja, bukan doa yang sia-sia tanpa iman.

Allah tak perlu didobrak untuk mengingatkan Dia memenuhi janji Nya !

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari