Tampilkan postingan dengan label Renungan tentang Iman. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan tentang Iman. Tampilkan semua postingan

Senin, 23 Juli 2012

Iman Seperti Anak Kecil

Matius 18:10
Ingatlah, jangan menganggap rendah seorang dari anak-anak kecil ini. Karena Aku berkata kepadamu: Ada malaikat mereka di sorga yang selalu memandang
wajah Bapa-Ku yang di sorga.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 23; Matius 23; Yesaya 3-4

Karl Barth, seorang teolog ternama, dan juga salah satu yang terbesar di abad 20 ini, pernah ditanya oleh seorang anak muda seusai sebuah seminar, "Jika anda merangkum semua pengajaran anda, bagaimana anda merangkumnya dalam sebuah kalimat?"

Karl Barth menjawab dengan riang dengan mengutip lagu anak-anak Sekolah Minggu, "Jesus Loves me, this I know, for the Bible tells me so..." Lagu ini adalah lagu yang Karl Barth dengarkan waktu dia kecil, senantiasa disenandungkan oleh ibunya.

Seringkali iman anak kecil adalah harta yang "seolah" kita tinggalkan saat kita makin dewasa, saat karir kita makin hebat dan kita dipenuhi dengan segala metode manajemen dan analisa ekonomi yang rumit.

Hari ini, krisis ekonomi akibat kredit macet perumahan di Amerika, mengguncang sendi-sendi perekonomian dunia. Perusahaan - perusahaan besar yang mungkin tidak pernah terbayangkan akan goyah, ternyata goyah juga. Orang yang kita kira pintar ternyata gagal juga. Banyak orang mulai kuatir, memikirkan pekerjaan mereka, investasi mereka, masa depan mereka, dan lain-lain. Kekuatiran kita menggunung dan menghalangi mata iman kita untuk melihat bagaimana Allah memelihara kita seperti Dia memlihara burung pipit. Iman yang mungkin rasanya mudah kita peroleh waktu kita kanak-kanak.

Terkadang pengetahuan kita yang tingi dan rumit menambah rasa kuatir kita, gantinya percaya pada Tuhan, kita menerima tekanan kekuatiran dan kegelisahan dari dunia. Tentu baik untuk belajar dan memperoleh ilmu pengetahuan setinggi mungkin, akan tetapi biarlah kita bisa selalu percaya kepada-Nya, dengan iman yang sederhana, teguh, dan tidak tergoncangkan keadaan dunia. Iman yang sederhana itu, iman seorang anak kecil.

Rahasia terdalam tidak akan gagal dipahami
oleh iman sederhana seorang anak kecil.

Kamis, 26 Januari 2012

Melihat Dengan Iman

Ibrani 11:1
Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 26; Matius 26; Keluaran 1-2

Tantangan hidup yang terjadi di sekitar kita sering tanpa sadar mempengaruhi dan membentuk kehidupan rohani kita. Apa yang terlihat oleh mata kita, terdengar oleh telinga kita, menyita begitu banyak perhatian sehingga energi kita habis hanya untuk berkutat memikirkan masalah yang tidak ada habisnya. Sebagian orang memutuskan untuk menghadapi tantangan itu meski tidak tahu tujuan akhirnya. Sebagian lagi memilih untuk menyerah, frustasi, marah, kecewa dan masih banyak lagi reaksi negatif lainnya.

Di antara kita mungkin pernah mengalami situasi seperti itu. Anda lelah dengan pergumulan yang bertubi-tubi menggempur kehidupan Anda. Mungkin ekonomi Anda yang mulai terpuruk, keluarga yang tidak lagi harmonis maupun sakit penyakit yang menggerogoti tubuh. Ingatlah, Alkitab mengingatkan kita agar menghadapi kehidupan ini dengan pendekatan iman dan bukan dengan kalkulasi matematis. Ibrani 11:1 menjelaskan iman kekristenan mengandung unsur harapan dan bukti akan segala sesuatu yang tidak terlihat oleh mata kita. Pandangan mata seringkali menipu dan membuat kita lupa kuasa Allah yang besar, padahal yang dilihat tidak seperti yang tampak. Jadi mulailah belajar melihat dangan kacamata iman, Anda akan dibawa kepada kebenaran yang sejati.

Gunakan iman Anda, maka kuasa-Nya akan nyata dalam hidup Anda!

Selasa, 22 Februari 2011

Otoritas Mutlak Hidup Anda

Maleakhi 3:6
"Bahwasanya Aku, TUHAN, tidak berubah, dan kamu, bani Yakub, tidak akan lenyap."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 54; Kisah Para Rasul 26; Imamat 18-19

Dunia yang kita hidupi sekarang ini lebih banyak menyuarakan ketidakpastian dan ketidakjelasan. Rumah tangga yang sudah dibangun 25 tahun, dalam sekejap bisa hancur oleh karena ketidaksetiaan salah satu atau kedua belah pihak. Perusahaan yang sedang berkembang cepat, hanya dalam waktu hitungan jam atau menit bisa langsung bangkrut karena dunia terkena krisis global.

Tetapi bersyukur kepada Tuhan, jika Anda adalah orang percaya maka Anda mempunyai sesuatu yang dapat diandalkan: Firman Tuhan yang tidak dapat berubah! Tuhan tidak mempunyai tolok ukur ganda. Dia tidak mengatakan satu hal hari ini dan bisa berubah keesokannya. Dia sama, kemarin, hari ini dan selama-lamanya.

Jika Anda mau menjadikan Firman sebagai otoritas mutlak dalam hidup Anda, maka itu akan memberi kemantapan ketika segala disekeliling Anda runtuh. Jika Anda membiarkan firman Tuhan menyelesaikan persoalan-persoalan hidup Anda, Anda akan yakin ketika orang lain bingung. Anda akan merasa damai ketika orang lain ada di bawah tekanan. Anda akan menang ketika orang lain dikalahkan!

Apa arti menjadikan firman Tuhan sebagai otoritas? Itu berarti mempercayai perkataan-Nya ketimbang mempercayai perkataan manusia. Itu berarti mempercayai perkataan-Nya dan bukannya perkataan iblis. Itu berarti mempercayai perkataan-Nya dan bukan keadaan sekitar.

Bulatkan tekad di hati Anda untuk melakukan itu hari ini. Ambillah keputusan untuk hidup dengan iman, bukan berdasarkan pandangan mata. Serahkanlah diri Anda pada otoritas firman Tuhan maka tidak akan ada apa pun di dunia ini yang dapat merampas ketentraman Anda.

Firman Allah berisi jalan keluar bagi seluruh persoalan di dunia ini, karena itu hiduplah di dalam-Nya.

Renungan terkait
* Kesetiaan membawa Anda pada promosi Nya
* Anda adalah milik Nya
* Jangan kalah atas masalah
* Pola pikir yg menghasilkan mujizat
* Iman dan penyembuhan


Rabu, 08 Desember 2010

Pertahankan Medali Anda

1 Timotius 6:10
Bertandinglah dalam pertandingan iman yang benar dan rebutlah hidup yang kekal. Untuk itulah engkau telah dipanggil dan telah engkau ikrarkan ikrar yang benar di depan banyak saksi.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 147; Wahyu 3; Zakharia 13-14

Tahun lalu, pemenang medali emas lari 1500 meter di Olimpiade dari Bahrain, Rashid Ramsi dicopot medalinya karena melakukan doping. Ramzi belajar dengan cara keras bahwa dia tidak bisa melakukan kecurangan dan tetap menang.

Saya pikir, konsep inilah yang Paulus tulis kepada jemaat di Korintus. Ketakutan terbesar Paulus adalah Tuhan akan mengeluarkan dia dari pertandingan sorgawi yang telah Tuhan tetapkan baginya ketika ia berkata seperti ini, “Tetapi aku melatih tubuhku dan menguasainya seluruhnya, supaya sesudah memberitakan Injil kepada orang lain, jangan aku sendiri ditolak.” (1 Korintus 9:10). Dan tahukah Anda, apa yang bisa membuat kita di diskualifikasi dari pertandingan tersebut? Dosa.

Dosa membuat kita tidak dapat efektif dalam pertandingan iman kita. Dosa adalah seperti beban berat yang membuat Anda sulit untuk berlari meraih janji-janji Allah. Untuk itu kita harus melakukan pertobatan yang terus menerus setiap harinya, seperti membuang sampah dalam kehidupan ini. Jangan biarkan dosa mengotori kehidupan Anda dan membuat Anda gagal dalam meraih janji Tuhan.

Pertandingan iman Anda masih panjang, jangan biarkan dosa membuat Anda tersandung dan kehilangan janji-janji Allah.

Renungan terkait
* Berkat kasih karunia
* Kunci pertama berkat
* 20 berkat
* Berkat Nya atau Pribadi Nya
* Berkat Ayah

* You are blessed to be blessing
* Be thankful for what you have


Selasa, 23 November 2010

Jika Anda Percaya Pada Tuhan...

Mazmur 119:67-68

Sebelum aku tertindas, aku menyimpang, tetapi sekarang aku berpegang pada janji-Mu. Engkau baik dan berbuat baik; ajarkanlah ketetapan-ketetapan-Mu kepadaku.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 134; Yohanes 11; Yeremia 43-44

Saat itu di tahun 1968 saya dalam perjalanan dengan pesawat terbang menuju New York – penerbangan rutin dan normal yang membosankan. Tetapi kali ini sepertinya tidak. Saat pesawat bersiap untuk mendarat, pilotnya menyadari bahwa roda tidak bisa diturunkan. Penumpang akhirnya diberitahu untuk menundukkan kepala dan menempatkannya di antara kedua kaki mereka sambil memegang pergelangan kaki untuk mengurangi dampak kecelakaan.

Kemudian, hanya beberapa menit sebelum mendarat, pilot membuat pengumuman melalui pengeras suara: “Kita akan mulai pendaratan. Pada saat ini, sesuai dengan peraturan penerbangan internasional di Jenewa, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk memberitahu bagi Anda yang percaya kepada Tuhan untuk memanjatkan doa.”

Saya senang dapat memberitahu bahwa pendaratan dapat dilakukan dengan baik. Tidak ada yang terluka, selain kerusakan besar pada pesawat, dan maskapai penerbangan akan mengingat hal itu dalam waktu yang lama.

Luar biasa. Satu-satunya yang memunculkan aturan “rahasia” penerbangan tadi adlah krisis. Ketika menghadapi tepi jurang, menemui jalan buntu, menghadapi kawat berduri, tidak menemukan jalan keluar… maka saat itulah masyarakat kita membuat sebuah pengakuan untuk Tuhan – “Jika Anda percaya… maka Anda harus berdoa.”

Inilah yang terjadi dalam kehidupan, ketika kita menghadapi krisis baru kita ingat bahwa dengan iman percaya kepada Tuhan dan sebuah doa sederhana, pertolonganTuhan mungkin datang. Penderitaan mengingatkan kita pada Tuhan. Bahwa di atas kondisi kita yang paling buruk sekalipun, ada satu pribadi yang berdaulat yang dapat mengubah situasi dan kondisi tersebut dalam sekejab. Pribadi itu adalah Yesus Kristus. Dan bagi Anda yang percaya kepada-Nya… dalam kondisi apapun, tidak perlu menunggu krisis terjadi dalam hidup Anda, panjatkanlah doa kepada-Nya dengan disertai ucapan syukur. Percayalah bahwa Dia mendengarkan Anda, bahkan Dia bersama Anda. (Day by day; Charles Swindoll)

Ketika krisis datang, undanglah Tuhan dan Dia akan menolong dan mengajar Anda untuk melaluinya.

Renungan terkait
* Tuhan menolong kamu karena...
* Allah itu baik
* Andai bisa memilih
* Hidup adalah perjuangan
* Tuhan sumber berkat

Selasa, 16 November 2010

Mempertontonkan Iman

Matius 5:16
Demikianlah hendaknya terangmu bercahaya di depan orang, supaya mereka melihat perbuatanmu yang baik dan memuliakan Bapamu yang di sorga.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 110; 1 Petrus 2; Yehezkiel 23-24

Bukan sikap kita di hari Minggu pagi yang menggambarkan dalamnya iman kita kepada Kristus, tetapi sikap kita dalam keseharian kita di dalam pekerjaan dan di rumah. Bagaimana Anda bekerjsama dengan rekan kerja Anda, bagaimana Anda bersikap kepada pemimpin Anda, bagaimana Anda melayani klien, semua hal itulah yang akan memperlihatkan iman Anda yang sesungguhnya.

Kehidupan adalah arena dimana Anda mempertontonkan iman dan karakter Anda yang sesungguhnya. Sebagian besar waktu Anda di habiskan dimana? Pekerjaan? Disanalah Anda akan menemukan orang-orang yang mengenal pribadi Anda yang sesungguhnya. Pekerjaan dan hubungan dengan sesama memberikan tekanan dan gesekan setiap harinya, saat itulah Anda memperlihatkan karakter Anda yang sesungguhnya, dan iman Anda ditunjukkan secara terbuka kepada orang di sekeliling Anda.

Yusuf adalah sebuah teladan bagaimana ia dapat mempertontonkan iman dan karakter Ilahi dalam kehidupan kesehariannya. Di rumah Potifar, di dalam penjara ataupun di bangku perdana menteri Mesir, Yusuf tetap menunjukkan integritas dan iman yang benar kepada Allah.

Bahkan ketika Yusuf menghadapi saudara-saudaranya yang telah menjualnya sebagai budak, Yusuf bukannya membalas dendam atas apa yang telah mereka lakukan, namun dengan besar hati ia mengampuni mereka bahkan memelihara kehidupan mereka. Yusuf mempertontonkan karakter yang mulia yang terbentuk dari hubungan yang intim dengan Allah.

Iman kepada Allah bukan sekedar penampilan sesaat di hari Minggu. Iman kita yang sesungguhnya dipertontonkan dalam keseharian.


Kamis, 04 November 2010

Kemenangan Selalu Dipihak Tuhan

II Korintus 10:4
Karena senjata kami dalam perjuangan bukanlah senjata duniawi, melainkan senjata yang diperlengkapi dengan kuasa Allah, yang sanggup untuk meruntuhkan benteng-benteng.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 113; 1 Petrus 5; Yehezkiel 28, 30:20-26

Saat Anda dikepung masalah, langkah apa yang akan Anda ambil? Apakah Anda akan bersikap seperti bangsa Israel ketika dibawa keluar dari Mesir? Di depan mereka Laut Merah dan dibelakang mereka tentara Firaun sudah mulai mendekat. Mereka terperangkap di tengah dan menyalahkan Musa.

"Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini." (Keluaran 14:11-12).

Saat kita sedang ketakutan dan terjebak dalam suatu masalah, kita cenderung mengandalkan kekuatan kita sendiri bahkan menyalahkan situasi, kondisi, orang lain dan Tuhan atas apa yang kita alami. Kita seperti bangsa Israel itu.

Namun tidak dengan Musa, imannya kepada Tuhan tidak tergoyahkan. "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya. TUHAN akan berperang untuk kamu, dan kamu akan diam saja." (Keluaran 14:13-14).

Anda pasti sudah tahu kelanjutan cerita ini, Tuhan membuat laut terbelah, membawa bangsa Israel menyeberang dan menenggelamkan tentara Mesir.

Tanpa Tuhan, kita pasti kalah dalam peperangan. Bersama Tuhan, kemenangan adalah sesuatu yang pasti. Terkadang Tuhan melibatkan kita dalam peperangan, namun terkadang kita hanya diminta untuk “diam saja.”

Kita terlibat atau tidak dalam peperangan hidup ini, satu hal yang pasti adalah Tuhan yang berperang ganti kita. Tuhan adalah satu-satunya perlindungan yang aman, jika kita sudah mengandalkan diri sendiri ataupun orang lain, maka kita sudah dalam posisi kalah. Jika Anda tidak ingin membuka celah bagi musuh, pastikan setiap saat Anda bergantung sepenuhnya kepada Tuhan.

Peperangan yang kita jalani bersama Tuhan pasti meraih kemenangan, tanpa Dia, kekalahan yang menanti.

Renungan terkait...
* Menjadi pemenang adalah salah satunya
* Roh pemenang
* Putus asa
* Keluar dari sumur dengan kemenangan
* Hadapi dan kalahkan masalahmu

Rabu, 03 November 2010

Seandainya Tuhan Tidak Menolong..

Daniel 3:16-18
Lalu Sadrakh, Mesakh dan Abednego menjawab raja Nebukadnezar: "Tidak ada gunanya kami memberi jawab kepada tuanku dalam hal ini. Jika Allah kami yang kami puja sanggup melepaskan kami, maka Ia akan melepaskan kami dari perapian yang menyala-nyala itu, dan dari dalam tanganmu, ya raja; tetapi seandainya tidak, hendaklah tuanku mengetahui, ya raja, bahwa kami tidak akan memuja dewa tuanku, dan tidak akan menyembah patung emas yang tuanku dirikan itu."

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 111; 1 Petrus 3; Yehezkiel 25, 29:1-16

Saya sangat menyukai kisah tiga pria yang imannya begitu bulat ini, bahkan mereka tidak tergoyahkan sekalipun di perhadapkan kepada kematian. Anda lihat pada ayat di atas, Sadrakh, Mesakh dan Abednego tidak tahu apakah Tuhan akan menyelamatkan mereka atau tidak. Tetapi ada dua hal yang mereka ketahui dengan pasti: Tuhan berdaulat atas segala sesuatunya dan mereka tidak bersedia menyembah Allah lain!

Anda tentu tahu cerita selanjutnya, Anda pasti tahu Tuhan menyelamatkan ketiga orang pria berani tersebut. Tetapi apa yang Anda pelajari dari iman yang dipertontonkan oleh tiga orang pria tersebut?

Kematian itu pasti. Jadi yang perlu Anda tanyakan bukan, “Bagaimana saya akan mati?” Tetapi pertanyaan yang seharusnya diajukan adalah, “Bagaimana saya akan hidup?” Cara hidup kita menunjukkan siapa Allah yang kita percaya. Jadi, hiduplah sebagai pribadi-pribadi dewasa yang kuat. Tidak terus menjadi umat yang ke kanak-kanakan, yang marah kepada Tuhan ketika pertolongan Tuhan tidak datang seperti yang kita mau.

Mulai hari ini, mari kita belajar menjadi seperti Sadrakh, Mesakh dan Abednego dan berkata, “Tetapi seandainya Tuhan tidak menolong, kami tetap tidak akan melepaskan iman percaya kami.” Mari menjadi dewasa dalam iman kita.

Jangan pikirkan bagaimana akhir hidup Anda, namun pikirkan bagaimana Anda akan menjalani setiap detik kehidupan Anda. Itu adalah pola pikir seorang pengubah sejarah.

Renungan terkait...
* Tuhan menolong kamu karena dia mencintaimu
* Pendaki gunung
* No retreat
* Sabar dan tetap tenang
* Menang terhadap...

Senin, 01 November 2010

Membuat Allah Heran

Diambil dari khotbah Pdt. Samuel Duddy

Lukas 7:1-10: "Setelah Yesus selesai berbicara di depan orang banyak, masuklah Ia ke Kapernaum. Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati." Lalu Yesus pergi bersama-sama dengan mereka…… Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, dan kepada seorang lagi: Datang!, maka ia datang, ataupun kepada hambaku: Kerjakanlah ini!, maka ia mengerjakannya. "Setelah Yesus mendengar perkataan itu, Ia heran akan dia, dan sambil berpaling kepada orang banyak yang mengikuti Dia, Ia berkata: "Aku berkata kepadamu, iman sebesar ini tidak pernah Aku jumpai, sekalipun di antara orang Israel!". (PB hal 78)

Membuat manusia heran akan kuasa Allah adalah hal yang biasa, namun membuat Allah heran adalah suatu hal yang luar biasa.

Yesus heran akan sikap perwira itu karena sikapnya yang merupakan sikap Kerajaan Allah. Ada dua jenis keheranan, yaitu yang negatif dan positif. Yang negatif adalah jika ada seseorang yang selalu datang beribadah ke gereja, namun orang ini tidak mengalami pembaharuan di dalam hidupnya, hatinya degil dan tidak taat perintah. Akibatnya orang-orang yang melihatnya menjadi heran atas kekerasan hatinya. Sedangkan keheranan yang positif adalah ketika seseorang sedang berada di dalam masalah dan tekanan, namun tetap beriman dan setia beribadah kepada Tuhan. Kita menjadi heran dan kagum akan ketekunannya mencari Tuhan.

Bagaimanakah kita dapat membuat Allah heran adalah:

1. Milikilah iman dan sikap hati yang mengasihi dan menghargai.
Lukas 7:2, "Di situ ada seorang perwira yang mempunyai seorang hamba, yang sangat dihargainya. Hamba itu sedang sakit keras dan hampir mati.
Perwira tersebut tidak meremehkan budaknya, namun dia menghargainya dan mengasihinya, meskipun dia memiliki hak dan kesempatan untuk menindas, namun perwira ini tidak melakukannya.

Sebagai murid-murid Kristus kita harus perduli kepada orang yang tertindas dan miskin. Baca Amsal 19:17, "Siapa menaruh belas kasihan kepada orang yang lemah, memiutangi TUHAN, yang akan membalas perbuatannya itu". Bandingkan Lukas 6:27, 35, agar kita mengasihi musuh dan berbuat baik kepada siapa pun tanpa mengharapkan balasan. Jangan hanya bersikap baik dan pilih kasih kepada orang-orang yang berpangkat dan terpandang saja, namun juga kepada pembantu, karyawan dan orang biasa.

2. Milikilah iman dan sikap hati yang mengasihi bangsa-bangsa dan jiwa-jiwa.
Ayat 5a: "Ia layak Engkau tolong, sebab ia mengasihi bangsa kita…"
Perwira Romawi ini mengasihi bangsa Yahudi, meskipun mereka berlainan suku bangsa dan bahkan merupakan bangsa jajahan dari bangsa Romawi.

Kalau kita mengasihi jiwa-jiwa dan bangsa lain, maka kita akan mengalami dampaknya yaitu damai sejahtera dan ketenangan akan dicurahkan atas bangsa kita. Lihat Yesaya 32: 15-17, "…Di mana ada kebenaran di situ akan tumbuh damai sejahtera, dan akibat kebenaran ialah ketenangan dan ketenteraman untuk selama-lamanya. Bangsaku akan diam di tempat yang damai, di tempat tinggal yang tenteram …." Dan Yeremia 29:7 "Usahakanlah kesejahteraan kota ke mana kamu Aku buang, dan berdoalah untuk kota itu kepada TUHAN, sebab kesejahteraannya adalah kesejahteraanm

3. Milikilah iman dan sikap hati untuk pekerjaan Tuhan.
Ayat 5b: "….dialah yang menanggung pembangunan rumah ibadat kami." Menjadi suka rela berkorban dan memberi untuk pekerjaan Tuhan. Jadikan apa yang kita miliki itu untuk menjadi berkat bagi kemuliaan nama Tuhan, sama seperti perwira Romawi itu, yang memiliki kuasa dan kekayaan.

4. Milikilah iman dan sikap hati yang percaya kepada firman Tuhan.
Ayat 7, 8: "Tetapi katakan saja sepatah kata, maka hambaku itu akan sembuh. Sebab aku sendiri seorang bawahan, dan di bawahku ada pula prajurit. Jika aku berkata kepada salah seorang prajurit itu: Pergi!, maka ia pergi, …"

Perwira itu tidak memiliki keraguan sedikit pun terhadap firman Tuhan, meskipun situasinya genting. Biasanya ketika berada dalam kondisi dan situasi yang sulit, orang-orang cenderung melupakan Tuhan karena tekanan masalahnya itu. Namun, sebagai orang percaya, hendaklah kita tetap mempercayai Tuhan, apa pun kondisi kita, sama seperti sikap perwira Romawi itu.

Renungan terkait...
* 7 hadiah terbaik
* Tentang hamba Tuhan
* Kuasa dalam ucapan Anda
* Kasih Bapa
* Masihkah perlu gengsi dalam hidup

Minggu, 17 Oktober 2010

Act of Faith

Sebuah kelompok doa syafaat di Kansas ingin berdoa untuk meminta hujan setelah kemarau berkepanjangan. Menariknya, saat mereka berkumpul bersama untuk berdoa, hanya seorang gadis cilik yang datang dengan membawa payung! Inilah teladan iman. Tuhan Yesus memberitahukan salah satu sikap doa yang berkenan di hadapan Allah adalah dengan percaya bahwa kita telah menerimanya. Kita tidak diperintahkan untuk menipu diri, melainkan percaya.

Orang mungkin akan menganggap kita gila. Perbuatan kita mungkin dianggap ekstrem, namun percayalah selama kita melakukannya karena iman kita kepada Tuhan, sesuai perintah-Nya - “...maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (ay.24b) Bukankah Nuh juga dianggap gila oleh orang-orang sebangsanya? Bayangkan hampir 100 tahun Nuh membangun bahtera sebelum air bah benar-benar dicurahkan oleh Tuhan.

Barangkali Abraham akan dianggap gila bila orang lain tahu dia akan mengorbankan anaknya sendiri. Namun apa ucapan Abraham kepada hambanya sebelum dia mendaki Moria? "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." Dan ketika Ishak menanyakan tentang dimana dombanya, maka jawab Abraham adalah "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Dan tepat seperti perkataan dan harapannya, maka Tuhan melakukannya kepada Abraham.

Iman harus disertai tindakan. Kita tidak bisa berkata kepada Tuhan, aku percaya pada-Mu tetapi lakukanlah dulu mujizat itu dalam hidupku - barulah aku bisa percaya. Iman harus kita buktikan lewat sikap dan tindakan kita, mengambil langkah untuk taat meski keadaan nampaknya masih tetap sama. Belajar dari Abraham, Bapa orang beriman yang berani melangkah dalam ketaatan oleh karena iman. Ketika kita berdoa, bersikaplah seakan kita telah menerimanya. Ambillah langkah iman dan perkatakan iman kita setiap hari.

Renungan tentang iman dan keyakinan
* Kata bijak tentang iman
* Iman yang tulus dan ikhlas
* Menguji kemurnian emas
* Ketika Tuhan turut bekerja
* Bertahan dalam ujian

Senin, 04 Oktober 2010

Pola Pikir Yang Menghasilkan Mukjizat

Rahasia pertama untuk memiliki iman kepada Tuhan adalah - mengerti bahwa di dalam Tuhan segala sesuatu mungkin. Di dalam Tuhan, tidak ada penderitaan, tidak ada kesedihan, kekalahan, dan tidak diinginkan.

Rahasia kedua adalah mengakui bahwa Tuhan memiliki otoritas total atas segala sesuatu di dunia ini - di atas setan, malaikat, keadaan, dan semua dunia fisik (lihat Yohanes 14:12). Ketika Anda berdiri di hadapan-Nya, Anda sedang berdiri di hadapan Dia yang dapat memperbaiki apa pun. Yang perlu Dia lakukan hanyalah berfirman.

Rahasia ketiga adalah belajar apa yang menjadi kehendak Tuhan disetiap waktu (lihat Roma 12:1-2, I Yohanes 5:14-15). "Tuhan, apa yang akan Engkau lakukan dalam situasi ini? Apa yang Anda ingin lakukan?" Ketika Anda berkomunikasi dengan-Nya dan menghabiskan waktu bersama-Nya, Anda akan menemukan apa yang menjadi kehendak-Nya (lihat Mazmur 85:8, Ibrani 12:25). Lalu amin-kan apa yang Tuhan janjikan dalam hidup Anda. Alkitab mengatakan Abraham percaya kepada Allah, " maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran" (Yakobus 2:23). Dia setuju dengan yang diucapkan oleh Allah. Itulah yang harus kita lakukan: Amin Tuhan dan setuju dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan dalam hidup Anda. Abraham setuju dengan Tuhan ketika Tuhan mengatakan bahwa dia akan punya anak, meskipun ia dan istrinya sudah lewat usia subur. Daripada meragukan atau melemahkan iman, Alkitab mengatakan dia "diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah" (Roma 4:20).

Rahasia keempat adalah tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Jangan menganggap bahwa seluruh dunia melawan Anda. Jangan menganggap bahwa tugas yang diberikan kepada Anda tampaknya mustahil. Jangan hanya memikirkan ketidakmampuan Anda sendiri, atau kegagalan Anda sebelumnya, melainkan bertumbuhlah dalam iman, dan berikan kemuliaan kepada Allah. (Lihat Mazmur 84:11, Yesaya 65:24, Yeremia 32:27, Matius 19:26).

Rahasia kelima adalah sepenuhnya yakin. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Abraham “penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan." (Roma 4:21). Abraham dengan penuh keyakinan. Dalam semangat, ia tidak hanya setuju dengan Tuhan namun juga menjadi sepenuhnya yakin bahwa apa yang Tuhan telah katakan akan terjadi. Sepenuhnya “yakin” adalah apa yang Yesus ajarkan tentang iman yang memindahkan gunung, “apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (lihat Markus 11:24). Ada sesuatu di dalam diri Anda yang mengatakan, “Ini milikku.. Ini adalah milikku. Sekarang aku memilikinya. Tidak ada pertanyaan tentang hal itu. Allah telah mengatakan itu, dan saya percaya itu. Saya sepenuhnya yakin. Saya bukan sedang mempertimbangkan. Saya menerimanya sekarang!”

Abraham mulai hidup seakan-akan punya anak. Hingga waktunya tiba, Ishak "anak yang dijanjikan," dilahirkan.

Keyakinan semacam itu tidak dapat datang dari usaha manusia belaka. Itu hanya muncul dari tergantung pada Allah, karena "iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Ini harus datang dari Tuhan. Upaya memaksa diri untuk percaya tidak akan menghasilkan apapun. Anda harus menggunakan iman yang Tuhan telah berikan kepada Anda. Pertolongan Allah datang kepada Anda ketika Anda menghargai keberadaan-Nya, ketika Anda menyadari kuasa-Nya, ketika Anda memuji Dia, saat Anda membaca FirmanNya, ketika Firman ini meresap dalam hati Anda, dan ketika Anda telah mendengar firman yang diucapkan-Nya dalam hati Anda, “Ini adalah apa yang akan Aku lakukan. Percayalah!”

Kumpulan artikel menarik lainnya

* Pernahkah kamu merasa bosan
* Tuhan beri aku waktu 1 jam saja
* Elang dan kalkun
* Memo from God
* Letter from Jesus

Sabtu, 02 Oktober 2010

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH

“Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN?” (Kejadian 18:14)

Di kitab Kejadian, Allah berjanji pada Sarah bahwa dia akan mempunyai seorang anak. Pada awalnya dia tidak mempercayai itu. Dia pikir dia sudah terlalu tua. Dia pikir waktunya sudah lewat. Tetapi apakah engkau tahu apa yang Allah katakan padanya ? Dia hanya bertanya, “Sarah, apakah ada yang mutahil bagi Tuhan?” Aku percaya Allah sedang berkata hal yang sama pada kita hari ini. Apada ada yang mustahil bagi-KU ?

Apakah engkau berpikir mimpimu itu terlalu besar bagi Allah untuk diberikannya padamu? Apakah kau pikir bahwa hubunganmu dengan pasanganmu sudah hilang terlalu jauh sehingga Tuhan pun tak mampu untuk memulihkannya? Apakah engkau berpikir engkau harus hidup terus dengan penyakitmu sampai seumur hidupmu?

Ambillah visi yang baru hari ini karena TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH!
Allah sedang berkata pada hari ini, “Aku sangat berkuasa. Aku dapat merubah situasi apapun dengan mudah.” Bagaimanapun kelihatannya kondisimu, kita sedang melayani Allah yang luar biasa. Alkitab versi The Amplified mengatakan seperti ini, “Apakah ada yang terlalu indah bagi Tuhan?” Jika berikutnya engkau berpikir, “Itu terlalu bagus untuk jadi kenyataan,” ingatlah, Allah ingin memberkatimu melebihi dari semua mimpi-mimpi gilamu. Buang batas-batas yang kau buat dan mulailah berani untuk percaya bahwa Dia memiliki semua hal-hal indah bagi engkau!

Doa Hari Ini
Bapa di Surga, aku memilih untuk percaya pada-Mu dengan segenap hatiku. Aku tahu bahwa tidak ada yang mustahil bagi Engkau. Tolong aku untuk berdiri teguh dalam iman dan buat aku terus dekat pada-Mu sepanjang hidupku. Dalam nama Yesus. Amin.

Ketika segala sesuatu tampak MUSTAHIL, renungan berikut akan menguatkan
* Mujizat Tuhan tidak pernah berakhir
* Roh pemenang
* Percaya lebih dulu
* Doa dan iman
* Gods hand was on all of us
* Pasti beres

Kamis, 23 September 2010

Lahir Untuk Menjadi Pencipta

Ibrani 11:3
Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat.

Bacaan Alkitab setahun: Mazmur 85; Lukas 6; Yeremia 16-17

“Konsep ini menarik dan disajikan dengan baik, tetapi untuk mendapatkan nilai “C” harus lebih baik dari ini,” kalimat penolakan ini disampaikan oleh Profesor Universitas Yale pada Fred Smith, pendiri Federal Express Corp.

Kini layanan Fed Ex merupakan layanan pengiriman nomor satu di dunia dengan 260.000 karyawan dan nama Fred Smith sinonim dengan kata “inovasi”.

Banyak inovator besar di dunia ini yang mencapai sukses berkat ide-ide yang bagi orang lain mustahil. Wald Disney adalah salah satunya, dia pernah berkata, “Adalah hal yang menyenangkan dapat melakukan sesuatu yang mustahil.”

Tahukah Anda bahwa Allah adalah sumber inovasi itu. Dia adalah sumber segala kreativitas dan inovasi yang ada di dunia ini. Jika Allah menaruh sebuah gagasan dalam hati Anda, maka mintalah pertolongan Roh Kudus untuk mewujudkannya dalam realita. Allah sang pencipta dunia ini menaruh potensi untuk menciptakan hal-hal baru itu dalam diri manusia. Dia ingin agar manusia menciptakan hal-hal baru agar dapat melayani kebutuhan umat manusia dan membawa kemuliaan bagi Tuhan.

Disinilah memainkan peranan penting, ketika Anda melangkah untuk mewujudkan impian-impian yang Tuhan taruh dalam hati Anda. Penulis kitab Ibrani berkata seperti ini, “Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” (Ibrani 11:1).

Mungkin Anda pernah gagal di masa lalu dan ada rasa takut untuk kembali mencoba. Ingatlah seseorang yang sukses mengalami berkali-kali kegagalan sebelum mencapai satu keberhasilan. Jangan biarkan rasa takut Anda menghalangi Anda melangkah.

Anda dilahirkan untuk menjadi pencipta. Anda diciptakan untuk berhasil. Jangan menyerah dengan tantangan.

Kumpulan kata bijak, kata motivasi, dan kata mutiara yang inspiratif
* Kata bijak tentang pengharapan
* Kata bijak tentang tingkah laku
* Kata mutiara tentang sukses
* Kata bijak tentang gagal
* Kata mutiara tentang kebahagiaan
* Kata bijak tentang iman

Senin, 13 September 2010

Iman Seorang Anak Kecil

“Tuhan sayang,” putra kecilku berbisik, “Aku berdoa kepada-Mu berikanlah papa dan mama seorang bayi.”

Setelah berdoa selama 4 tahun meminta kepada Tuhan agar diberikan anak kedua, kami kemudian menyadari mungkin Tuhan tidak berkehendak agar kami memiliki anak lagi. Namun, setiap malam putra kecil kami Steven berdoa tanpa henti meminta seorang adik. Apa yang bisa kami lakukan untuk memintanya berhenti berdoa?

Ketika doa Steven menjadi dilema bagiku, Tuhan menunjukkan jalan-Nya kepadaku. Tepat sebelum ulang tahunnya yang ke-5, saya dan Steven sedang duduk di meja makan kecil miliknya sambil menikmati selai kacang dan sandwich jelly. Steven kemudian melihat ke arahku, dan dengan tampang serius penuh kebijaksanaan ia kemudian bertanya, “Ma, pernahkah terpikir oleh mama kalau Tuhan mungkin menginginkan supaya mama hanya memiliki satu anak saja?”

“Ya, anakku. Mama sudah memikirkan hal itu,” jawabku. “Dan jika memang harus seperti itu, mama senang karena Tuhan telah memberikan mama segalanya dalam satu paket ketika Tuhan memberikan kamu, putra kecil mama.”

“Well, saya pikir yang harus kita lakukan adalah terus berdoa sampai mama sudah terlalu tua untuk memiliki bayi lagi. Dan saat itulah kita akan tahu jawabannya.”

Steven belum mengerti berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk berdoa sampai saya “terlalu tua”. Yang dia tahu Sarah dalam kisah Alkitab berumur 90 tahun ketika ia melahirkan Ishak. Tapi apapun hasilnya, Steven tidak mempermasalahkan jika Tuhan pada akhirnya mengatakan tidak. Putraku tahu saya juga sering berkata tidak kepadanya, namun itu tidak berarti bahwa saya tidak mengasihinya. Namun hal itu justru menunjukkan, “Kami orangtuamu, dan kami tahu apa yang terbaik bagimu.”

Tuhan telah memberikan sebuah pelajaran besar kepada saya hari itu. Melalui iman seorang anak kecil seperti Steven, Tuhan memberikan contoh kepada saya bagaimana saya harus bersikap untuk mempercayai Bapa surgawi yang begitu mengasihiku dan tahu dengan persis apa yang terbaik bagiku... dan terkadang itu berarti tetap menerima ketika jawaban yang diberikan-Nya atas doa kita adalah tidak.

Selasa, 07 September 2010

Kumpulan kata-kata bijak kristen

Kumpulan kata-kata hikmat, kata-kata penghiburan


Jarak paling jauh antara masalah dengan solusi hanyalah sejauh lutut dengan lantai. Orang yang berlutut pada Tuhan bisa berdiri untuk melakukan apapun !

Iman yang kecil bilang: Tuhan bisa melakukannya.
Iman yang besar bilang: Tuhan akan melakukannya.
Tapi iman yang dahsyat bilang: Sudah dilakukan!

If GOD leads you to the edge of cliff, trust HIM fully. One or two things will happen, either HE will catch you when you fall, or HE will teach you how to fly

Hidup bisa memberi kita 100 alasan buat menangis, tapi Tuhan memberi kita 1000 alasan untuk tersenyum.

Cinta bisa buat orang bahagia; uang bisa buat dunia berputar; tapi sahabat... ah, itu yang buat hidup lebih hidup.

God is too wise that He created friends without "price tags" coz if He did, I can't afford to buy a luxalary expensive friend like "U"

Penyesalan sehari bila masak nasi menjadi bubur, penyesalan sebulan bila salah potong rambut, penyesalan setahun bila tidak lulus, penyesalan seumur hidup bila salah pilih pasangan hidup, penyesalan selamanya bila salah pilih JURU SELAMAT. Maka janganlah pindah ke iman yang lain selain Tuhan Yesus.

Sejauh mana engkau mau Tuhan campur tangan dalam hidupmu, maka sejauh itulah Dia akan campur tangan dalam hidupmu...

Seorang Sahabat Menaruh Kasih Setiap waktu dan menjadi Saudara dalam Kesukaran.

Tuhan selalu ngasih harapan pada yang ngga menyerah, mujizat pada yang percaya dan Dia nggak ninggalin mereka yang berjalan bersamaNya.

Ukuran bagi Allah sudah jelas, jika anda tidak memiliki hutang, anda lebih kaya dari orang yang memiliki hutang,Titik.

Allah adalah seperti seorang pandai besi yang sedang membuat pedang.
pedangnya adalah kita

Di dalam hidup ini kita akan banyak menemui kegagalan karena itulah yang namanya hidup...
Namun, dari kegagalan itu kita dapat belajar terus untuk meperoleh keberhasilan...
Orang yang gagal adalah orang yang takut dan tidak pernah mencoba untuk melakukan segala sesuatu karena takut akan kegagalan itu sendiri...

Rabu, 25 Agustus 2010

Mempertahankan Iman dan Keselamatan

2 Petrus 1:10
' Karena itu saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung '

Amsal 4:27
' Janganlah menyimpang kekanan atau kekiri, jauhkan kakimu dari kejahatan '

Berapa batas waktu bagi seseorang bertahan dalam iman ? Jawabanya pasti bervariasi ada 1 tahun , 2 tahun , 10 tahun, atau cuma 3 bulan, atau lebih singkat lagi.

Seorang pendeta berkata seperti ini kepada saya, " Saya dahulu bekerja di dunia sekuler. Kamu tahu kan betapa beratnya bekerja di dunia sekuler itu ? Tetapi setelah saya menjadi orang kristen, ternyata ada pekerjaan yang lebih berat dari itu ?"

Saya balik bertanya, " apa itu ?" Pendeta itu berkata , " Mepertahankan keselamatan."

Kalau anda menjadi seorang kristen, camkan bahwa anda wajib berjuang untuk mempertahankan kesalamatan anda, Oh ya, saya percaya akan kasih karunia ALLAH yg menopang kita. Saya percaya akan kekuatan ALLAH yg turun atas kita. Saya percaya akan campur tangan ALLAH dalam hidup kita supaya kita tidak tersandung. Tetapi masih ada orang kristen yang iman nya berguguran. Masalahnya di mana ? Masalahnya adalah kita tidak mengerjakan apa yang menjadi bagian kita ?.

Pertama, menjauhi kejahatan. Salomo berkata, " Janganlah menyimpang ke kanan dan kekiri, jauhkan kakimu dari kejahatan. " Amsal 4:27

Siapa yang dapat menghalangi kaki anda kepada kejahatan ? Tidak ada, Meskipun ALLAH sendiri yang berbisik kepada anda, saya tidak yakin kalau anda akan menurutinya. jadi yang penting disini adalah kemauan dengan kuat untuk menjauhi kejahatan. Langkah pertama itu yang penting untuk menentukan ke langkah-langkah berikutnya. Kebanyakan orang kristen terjerambat kedalam persoalan, sebab ia tidak bijak memilih langkah yg pertama. Maksud saya begini ada kasus seseorang yang jatuh dalam dosa perzinahan dengan mantan pacarnya, sebab apa yang di lakukannya adalah fatal pada langkah pertama. Mulanya dia iseng menelepon mantan pacarnya itu, akhirnya obrolan yang mulanya biasa itu menjadi obrolan yang mesra dan menjadi keterusan, dan akhirnya tidak bisa mengontrol diri lagi.

Kedua, mendekat kepada ALLAH. Alkitab berkata, " Itulah sebabnya aku hidup jujur sesuai dg segala titah-MU :segala jalan dusta aku benci " Mazmur 119:128. Semakin anda mendekat pada ALLAH semakin, anda akan membenci jalan dosa. Sebab hidup Anda dipenuhi dg hadirat ALLAH. Otomatis anda menjadi manusia yang berjalan kesana kemari dg di penuhi hadirat TUHAN !! dan anda akan membenci dosa dengan sendirinya.

TUHAN YESUS memberkati Anda. Amin

Senin, 23 Agustus 2010

Menghargai Iman

Mazmur 139:17
“Dan bagiku, betapa sulitnya pikiran-Mu, ya Allah! Betapa besarnya jumlahnya !

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 35; 2 Tesalonika 2; Yesaya 21-22

Bagaimana orangtua bisa bahagia apabila anaknya terus menerus bertanya apakah kebutuhan-kebutuhan nya akan dipenuhi? Orangtua akan merasa frustasi dan sedih, bahkan mungkin marah karena anaknya tidak bisa memercayainya.

Alkitab mencatat beberapa referensi yang menceritakan pada kita tentang betapa Allah sangat senang bila kita memercayai Dia atas setiap kebutuhan. Prajurit Romawi mengekspresikan iman yang besar ketika ia memberitahukan Yesus untuk ‘katakan sepatah kata saja’ maka pelayannya akan disembuhkan. Yesus mengatakan pada murid-murid- Nya, “Pandanglah burung-burung ... yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jauh melebihi burung-burung itu?” (Matius 6:26).

Allah menghargai kepercayaan kita kepada-Nya melebihi kualitas karakter yang lainnya. Dan bagaimana kita mengembangkan kepercayaan? Dengan cara meluangkan waktu di hadirat Allah, melalui doa, penyembahan, dan membaca firman-Nya. Kita juga mengembangkannya saat melangkah dengan iman, dan menemukan bahwa Dia sungguh-sungguh dapat dipercaya. Apakah Anda memercayai Dia untuk kebutuhan dalam hidup Anda?

Tuhan Yesus memerlukan iman Anda agar pekerjaan-Nya di dalam kehidupan Anda benar-benar terjadi.

"Apapun juga yang kamu lakukan, perbuatlah semuanya itu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia."

Sumber: Hope for Each Day; Billy Graham; Penerbit Metanoia

Kamis, 19 Agustus 2010

TUHAN YANG MENGUBAH ”MUNGKIN” MENJADI MUJIZAT NYATA

Di ambil dari ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary

I SAMUEL 14:1-23
Latar belakang dari kisah ini ialah bangsa Israel baru menjadi satu kerajaan. Rajanya ialah Saul, yang dipilih dan diurapi Tuhan melalui nabi Samuel. Anaknya bernama Yonatan, seorang pemberani. Israel adalah sebuah kerajaan yang cukup besar tetapi ada satu hal yang fatal di bangsa itu, yakni tidak ada tukang besi untuk menempa senjata. Baca I Samuel 13:19-22. Rakyatnya tidak memiliki pedang atau tombak padahal bangsa itu sedang dalam status perang dengan bangsa Filistin, kecuali raja Saul dan anaknya Yonatan. Selain tidak ada senjata, ternyata tentara yang bersama Saul hanya 600 orang saja. Tetapi di sinilah kita melihat kuasa Tuhan terjadi kepada bangsa Israel yang sedang dikelilingi oleh musuh.

Di tengah-tengah bangsa Israel yang ketakutan, tampil dua orang yang proaktif, yang tidak mau menyerah kepada nasib, yaitu Yonathan dan seorang pembawa senjatanya. Kata Yonathan kepada pembawa senjatanya : "Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang." I Samuel 14:6. Tindakan Yonathan ini nekad, tidak masuk akal. Tidak mungkin dua orang dengan sebuah senjata mampu menerobos barisan tentara Filistin.

1. MUNGKIN --> belum pasti.
Yonathan berkata : “MUNGKIN”. Kata 'mungkin' berarti belum pasti. Inilah sikap kebanyakan manusia termasuk anak Tuhan. Melihat situasi yang tidak kondusif, tekanan yang berat, ditempa krisis ekonomi, lapangan pekerjaan susah, biaya pendidikan mahal, dllsb, sering perkataan yang keluar dari mulut kita adalah barangkali, boleh jadi, atau mungkin, Tuhan dapat menolong.

2. PERNYATAAN IMAN
Tetapi, selanjutnya Yonatan berkata : bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang. Ini sebuah pernyataan iman yang luar biasa. Pernyataan ini didasarkan Firman Tuhan dalam Hakim-hakim pasal 7, di mana Gideon hanya dengan 300 orang bisa mengalahkan 120.000 orang. Kitab Ulangan juga mencatat bahwa bersama dengan Tuhan, satu orang bisa mengalahkan seribu orang dan dua orang mengalahkan sepuluh ribu orang. Ulangan 32:30. Bagi Tuhan tidak ada yang sukar. Kuasa Tuhan tidak ditentukan oleh situasi dan kondisi ataupun jumlah bilangan.
Karena itu, kalau ada Saudara yang menghadapi masalah sukar, persoalan berat, menderita penyakit, kesulitan ekonomi, dllsb, ingat bahwa bagi Tuhan tidak ada yang sukar. Yonatan hanya mempunyai sebuah senjata, tetapi ia berani melangkah, berani mengambil tindakan. Yonatan tidak mau menyerah kepada nasib. Anak Tuhan selalu punya terobosan-terobosan dan tindakan nyata. Kalau anda dilanda persoalan, anda harus berani mengambil langkah iman. Bersama dengan Tuhan kita akan melakukan perkara-perkara besar.

3. SEPAKAT
Lalu jawab pembawa senjatanya kepadanya: "Lakukanlah niat hatimu itu; sungguh, aku sepakat." (ayat 7). Apa kuasa dari SEPAKAT? Matius 18:19-20 : ”Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Ini berbicara dari doa korporat. Dua orang yang sepakat berdoa besar kuasanya. Sangat kita sayangkan apabila suami istri tidak rukun. Dalam rumah tangga harus ada kesepakatan, apalagi dalam hal berdoa. Sepakat lebih banyak dipratekkan dalam doa.
Kuasa sepakat juga bisa kita lihat dalam kitab Ester 4:14,15. Waktu itu ada komplotan besar yang dipimpin oleh perdana menteri Haman untuk membunuh semua orang Yahudi termasuk Ester. Namun ketika Ester mendengar rencana jahat itu, ia menyuruh pamannya Mordekhai untuk mengumpulkan orang Yahudi serta berpuasa selama 3 hari sedangkan Ester akan menghadap raja. Tuhan mendengar doa orang Yahudi yang sepakat. Ester berhasil menghadap raja Ahasyweros walaupun sebenarnya tindakannya bertentangan dengan undang-undang kerajaan. Sebab seseorang yang masuk menghadap raja tanpa dipanggil atau diundang akan dihukum. Tetapi Ester berhasil mengadukan niat jahat Haman kepada raja. Akhirnya, Haman dan seluruh keluarganya dihukum mati oleh raja Ahasyweros.

4. MUJIZAT TERJADI
Dalam ayat 1 Samuel 14:13-14 diceritakan bahwa Yohanes dan pembawa senjatanya berhasil membunuh 20 orang. Ini sebuah mujizat. Dua orang mengalahkan 20 orang. Juga orang-orang Filistin saling membunuh. Mereka tidak kenal siapa lawannya dan siapa musuhnya. Bahkan orang Israel yang tadinya ikut barisan Filistin dan orang-orang Israel yang bersembunyi turun untuk menyerang Filistin. Itulah kuasa mujizat Tuhan, kuasa Tuhan campur tangan dan Yonathan menang. Kita mempunyai Tuhan yang sanggup mengubahkan hidup kita. Pertama mengubahkan rohani kita, kemudian kehidupan jasmani kita di dunia ini.

Anda bisa Tuhan pakai luar biasa kalau anda bertindak dan melangkah maju dalam Tuhan. Tidak ada kemenangan tanpa pertempuran. Kalau Tuhan campur tangan pasti ada kemenangan. Ulangan 20:4. Puji Tuhan!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 9 November 2008

Senin, 16 Agustus 2010

The Power of Prayer

A man's daughter had asked the local minister to come and pray with her father. When the minister arrived, he found the man lying in bed with his head propped up on two pillows. An empty chair sat beside his bed. The minister assumed that the old fellow had been informed of his visit.

"I guess you were expecting me," he said.

"No, who are you?" said the father.

"I'm the new minister at your church," he replied. "When I saw the empty chair, I figured you knew I was going to show up."

"Oh yeah, the chair," said the bedridden man. "Would you mind closing the door?"

Puzzled, the minister shut the door. "I have never told anyone this, not even my daughter," said the man. "But all of my life, I have never known how to pray. At church I used to hear the pastor talk about prayer, but it went right over my head."

"I abandoned any attempt at prayer," the old man continued, "until one day about four years ago, my best friend said to me, 'Johnny, prayer is just a simple matter of having a conversation with Jesus. Here is what I suggest. Sit down in a chair; place an empty chair in front of you, and in faith see Jesus on the chair. It's not spooky because he promised, "I'll be with you always." Then just speak to him in the same way you're doing with me right now."

..........
Baca kelanjutannya disini
Click this link -> The Power of Prayer
---

Jumat, 16 Juli 2010

MEMPERKATAKAN FIRMAN DENGAN IMAN

“Tetapi firman ini sangat dekat kepadamu, yakni di dalam mulutmu dan di dalam hatimu, untuk dilakukan.” Ulangan 30:14.

Kita mengungkapkan pikiran, perasaan dan gagasan melalui perkataan atau bahasa. Perkataan kita akan membentuk hidup kita, karena hal itu mempengaruhi jalan pikiran, pola hidup dan tindak-tanduk kita. Firman Tuhan merupakan dasar bahasa iman yang dapat membangun kehidupan rohani kita. Bila rohani kita kuat berakar dalam Kristus, kita dapat dengan yakin merasakan kuasa Tuhan bekerja dalam hidup kita; dan dimana kuasa Tuhan bekerja, di situ pasti ada berkat dan mujizat.

Alkitab menasihati, “Hendaklah kamu berakar di dalam Dia dan dibangun di atas Dia, hendaklah kamu bertambah teguh dalam iman yang telah diajarkan kepadamu,…” (Kolose 2:7). Dikatakan bahwa firman Tuhan tidak jauh dari jangkauan kita, melainkan sangat dekat yaitu di dalam mulut dan di dalam hati kita. Jadi kita harus menggunakan perkataan Tuhan atau memperkatakan firmanNya setiap kali sesuai dengan apa yang kita butuhkan agar berkat, kasih serta mujizatNya dilimpahkan atas kita. Dikatakan pula bahwa firman itu sangat dekat di dalam hati, artinya harus ada iman di dalam hati sewaktu kita memperkatakan firman itu.

Adalah sia-sia sekalipun kita memperkatakan firmanNya seribu kali sehari jika hati kita tidak yakin dan tidak ada iman; semuanya hanya merupakan rentetan kalimat yang kosong, tidak ada kuasa Tuhan bekerja. Firman Tuhan jangan hanya digunakan waktu kita dalam masalah saja, tetapi di segala keadaan. Adalah Daud, yang selalu menggunakan bahasa iman meski keadaan normal: “Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku.” (Mazmur 23:1). Daud mengakui Tuhan adalah gembalanya yang sanggup mencukupkan segala yang ia perlukan. Daud bersyukur dan memuji Tuhan atas berkat-berkatNya yang melimpah. Daud memakai bahasa iman: mengijinkan kemuliaan dan berkat Tuhan mengalir terus dalam hidupnya. Perkataan firmanNya dengan iman setiap saat dan jangan beri kesempatan kuasa jahat membisikkan hal-hal negatif di telinga kita.

“Awasi mulutku, ya Tuhan, berjagalah pada pintu bibirku!” (Mazmur 141:3) supaya firmanMu saja yang kuucapkan!

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari