Tampilkan postingan dengan label Mujizat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Mujizat. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 Juli 2012

Mujizat-Mujizat Kecil

Rat 3:22-23
Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya,
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 22; Matius 22; Yesaya 1-2

Orang Kristen cenderung melihat berkat sebagai materi. Ukurannya selalu uang dan hal-hal materi. Jika orang Kristen punya mobil, rumah dan tabungan yang mencukupi, yang diucapkan kemudian adalah, "puji Tuhan, ini semua adalah berkat-Nya!" Tentu saja hal ini tidak salah, tetapi pemahaman seperti ini kurang seimbang.

Sebenarnya ada banyak hal-hal kecil yang terabaikan dan telah kita anggap sebagai sebuah kebiasaan. Pada akhirnya kita dikaburkan untuk melihatnya sebagai berkat Tuhan yang luar biasa. Padahal sebenarnya tanpa hal-hal itu, kehidupan kita bisa jadi masalah besar.

Sadarkah kita bahwa organ-organ vital seperti jantung, ginjal dan paru-paru digerakkan oleh otot bawah sadar yang diciptakan Tuhan? bisa dibayangkan jika semua itu digerakkan oleh alam sadar, kita tidak akan pernah bisa tidur. Kita harus terus berjaga untuk memerintahkan organ-organ itu bekerja. Sadarkah kita bahwa udara yang kita hirup setiap hari adalah gratis? Berapa yang harus kita bayarkan jika TUhan mengeluarkan tagihan untuk itu semua?

Mujizat-mujizat kecil itu adalah bukti dari kasih setia Tuhan yang tak berkesudahan dan tak ada habisnya. Menyadarinya sebagai suatu anugerah, akan membuat kita mudah mengucap syukur kepada-Nya. Kita lantas berterimakasih untuk nafas hidup, untuk organ - organ tubuh yang tetap bekerja dan untuk hal-hal sepele lainnya. Ah, betapa baiknya Tuhan itu...

Mujizat-mujizat kecil itu adalah mujizat juga! Hargailah!

Selasa, 03 April 2012

Hidup di Bawah Bimbingan Roh-Nya

 Ayat Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini: Yohanes 2:1-11

Mujizat air menjadi anggur
Mujizat pertama yang dibuat oleh Tuhan Yesus adalah saat Ia mengubah air menjadi anggur pada perkawinan di Kana. Kita tahu pasti bahwa pada saat itu pihak yang mengadakan pesta kehabisan anggur. Pada hari ini, barangkali hidup kita juga dalam kondisi yang tidak baik; kita mempunyai banyak rencana-rencana bagus, tetapi di tengah jalan rencana-rencana tersebut menemui hambatan. Hal pertama yang seharusnya ada di benak kita saat kita kehilangan selera dalam menjalani hidup adalah menceritakan kesulitan kita kepada Yesus. Anggur yang habis itu dapat berupa kesulitan ekonomi, pertikaian dalam kehidupan rumah tangga atau kewajiban-kewajiban lain yang kita rasa sangatlah berat untuk dilakukan. Saat kita merasa hidup kita hancur, kita perlu lebih mempercayaiNya. Dalam hal ini, Ibu Yesus menyuruh pelayan-pelayan pesta untuk melakukan apa saja yang Yesus suruh mereka perbuat, dan keajaiban pun terjadi! Bahkan pemimpin pesta memuji anggur yang baru saja diberikan kepadanya.
“Kecaplah dan lihatlah, betapa baiknya Tuhan itu! Berbahagialah orang yang berlindung padaNya!” (Mazmur 34:9)
Saat kita bertumbuh dalam iman, kehidupan kita akan semakin lama semakin manis. Menurut pemimpin pesta, anggur yang baik hanya dihidangkan pada saat awal pesta, setelah itu kualitas anggur yang dihidangkan tentu akan berkurang. Banyak orang pada hari ini beranggapan bahwa semakin bertambah usia, hidup akan semakin sulit, bahkan mereka lebih menyukai masa kecil mereka, di mana masa tersebut mereka tidak perlu bekerja keras. Hendaknya kita membuang jauh-jauh berbagai pandangan dunia yang berusaha menjauhkan kita dari kasih Kristus. Karena Yesus telah mengalahkan dunia, pada hari ini kita tentu dapat merasakan bahwa hidup di bumi ini seperti di Surga. Walaupun semua orang telah pasrah, sebagai orang percaya, kita harus ingat bahwa kita mempunyai harapan yang teguh di dalam Tuhan.

Ada tekanan-tekanan ketika anggur sudah habis, tetapi jalan terakhir yang para pelayan itu pilih, yakni melaksanakan semua perkataan Yesus, malah dapat membuat pesta tetap dapat berjalan. Hari ini hidup kita dipenuhi berbagai macam tuntutan, misalnya: seorang anak yang dituntut orang tuanya untuk dapat meraih peringkat terbaik di sekolah atau menjadi seperti yang mereka ingini. Ketika kita beranjak dewasa, kita dituntut untuk bekerja keras dan memperoleh uang banyak. 

Nilai pengorbanan Tuhan Yesus melebihi segalanya, oleh karena itu, mujizat pertama ini mengajarkan kepada kita bagaimana Tuhan ingin agar kita menikmati kebebasan di dalamNya. Jika kita melakukan perintah Tuhan, hidup kita akan diberkati, dan jauh dari segala macam keluhan dan putus asa. Sebaliknya, bila kita memilih anggur dunia yang suatu saat dapat habis, kemudian kita terus berusaha untuk meraihnya, kepahitan akan senantiasa menghinggapi kehidupan kita. Kiranya damai sejahtera Yesus Kristus senantiasa tinggal dalam hati kita.  Amien !
_____________________________
Dikirim oleh : Kumalawaty Sundari

Jumat, 30 Maret 2012

Tembok Perubahan

2 Timotius 1:7
Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih dan ketertiban.

Bacaan Alkitab Setahun : Mazmur 81; Roma 9; Ulangan 9-10

Orang-orang di sekitar Anda menolak suatu perubahan, padahal situasi akan lebih baik jika perubahan itu diterapkan. Apa yang harus dilakukan?

Kemungkinan besar Anda berhadapan dengan mereka yang merasa terancam akan jadi korban dengan adanya perubahan itu. Biasanya mereka tidak punya visi dan tujuan yang jelas, karena itu mereka sulit menjadi fleksibel dan menyesuaikan diri dengan hal-hal yang tak terduga.

Sebaliknya, orang yang punya visi biasanya akan merasa sedikit terganggu dengan perubahan itu (karena tidak ada perubahan yang nyaman), tapi mereka akan melihatnya sebagai sesuatu yang wajar dan bahkan perlu demi terjadinya perbaikan kualitas.

Hal pertama yang harus kita lakukan adalah berdoa seperti Nehemia. Nehemia tidak pernah berdoa agar Allah membangun kembali tembok kota Yerusalem. Sebaliknya, ia mendoakan sebuah kesempatan untuk pergi dan membangunnya sendiri. Allah menghargai niat Nehemia. Dia membantu melunakkan hati Raja Artahsasta sehingga raja mendukung visi Nehemia. Berdoalah agar Allah memberi kita hikmat dan kesempatan untuk membuka mata orang-orang yang keras hati.

Kedua, tolonglah orang-orang itu agar mereka merasa aman. Untuk itu kekuatiran mereka perlu didengar dan visi serta dampak dari perubahan perlu dijelaskan sehingga mata mereka terbuka.

Tidak ada yang mustahil jika Allah beserta Anda.

Sabtu, 03 Maret 2012

MUJIZAT: BUKTI ALLAH YANG HEBAT!

Mujizat - Air menjadi Anggur
Ayat Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini:  Yohanes 6:25-40

Sebagai orang beriman, tentu kita percaya adanya mujizat. Mujizat itu memang nyata. Sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang datang dari Allah yang Maha kuasa. Mujizat itu sendiri adalah hak prerogatif Allah, milik Allah. Sebagai tanda kemahakuasaan Allah. Selama Tuhan masih ada, mujizat masih selalu berlaku. Bila ada manusia yang berkata bahwa zaman mujizat sudah berlalu, pastilah manusia itu sudah ‘tak waras’, karena bila mujizat tak ada, berarti Tuhan juga tidak ada. Mujizat selalu tersedia bagi orang yang percaya kepadanya! Alkitab sendiri berbicara tentang mujizat dan 25% isi Alkitab adalah mujizat. Tentang sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang di luar jangkauan kita sebagai manusia. Sesuatu yang disebut mujizat!

Dalam Alkitab (Perjanjian Lama) banyak tercatat mujizat, Tongkat Musa bisa jadi ular (Kej.7:8-12), sepuluh tulah (Kel.7:14-11:10, manna dan burung puyuh (Ke1,16:11-22), air dari gunung batu (Kel.17:8), Naaman sembuh dari sakit kusta (II Raja-raja 5:1-19), minyak seorang janda (II Raj. 4:l-7 ). Dalam Alkitab (Perjanjian Baru) juga terdapat banyak mujizat. Air menjadi anggur (Yoh.2:1-12), orang buta disembuhkan (Mrk.8:22-26 ), angin ribut diredakan (Mat. 8:23-27 ), anak seorang perempuan Kanaan dirasuk setan disembuhkan (Mat.15:21-28), Lazarus dibangkitkan (Yoh.11:1-45).

Pernahkah saudara mengalami mujizat dalam kehidupan saudara? Mungkin pernah. Atau, mungkin juga tidak pernah! Tidak sedikit kesaksian dari mereka yang pernah mengalami mujizat. Mereka bersyukur kepada Allah yang luar biasa. Memuji dan bersaksi bagi kemuliaan-Nya, di sepanjang kehidupan mereka. Namun tidak jarang pula pengalaman mereka-mereka yang tidak mengalami mujizat. Walau pun sudah berdoa atau didoakan atau ikut KKR segala macam. Tidak heran, bila ada yang sampai kecewa karena tidak mendapatkannya!
Saudara, di suatu jemaat pernah terjadi anggotanya yang kecewa. Soal mujizat tentu saja! Ketika orang tua mereka dalam keadaan sakit parah. Sebagai anggota jemaat yang setia dan percaya, tentu mereka juga percaya mujizat. Mereka meminta pelayanan. Supaya didoakan oleh Pendeta dan pelayanan, Perjamuan Kudus juga diminta. Doa kesembuhan dilakukan, Perjamuan Kudus pun dilaksanakan. Tetapi apa dinyana, tak lama berselang, orang tua kekasih mereka tutup mata untuk selama-lamanya. Bayangkan, betapa berduka, luluh dan kecewanya mereka. Mengharapkan mujizat, yang datang malah malaikat segera menjemput pulang!

Barangkali muncul pertanyaan di hati kita: "Kenapa mujizat ada yang bisa terjadi dan ada juga yang tidak terjadi?!” Inilah alasannya yang pasti! Mujizat bukanlah cara Allah yang utama. Bukanlah tujuan Allah yang utama. Tujuan Allah yang utama adalah bagaimana supaya manusia mengenal Allah. Supaya manusia tidak hilang tetapi berolehleh keselamatan. Dalam ayat ke 39 dan 40 Yesus sendiri berkata: "Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada Akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Yesus datang ke dalam dunia bukanlah dijadikan alat penjaja mujizat! Tujuan Yesus yang utama adalah bagaimana mengobati manusia dari luka-luka dosa dan supaya manusia masuk sorga. Bukan supaya manusia menikmati mujizat tetapi tidak selamat. Mujizat hanyalah tanda semata. Sebagai tanda kemahakuasaan Allah melalui mana hendak menegaskan kepada manusia, bahwa Yesuslah satu-satunya jalan yang ditetapkan bila manusia ingin selamat. (ay. 29).

Saudara, kita memang tidak boleh meremehkan mujizat. Mujizat memang bisa terjadi dan mujizat itu nyata. Sebagai tanda kemahakuasaan Allah. Tergantung dari Allah dan Allahlah yang menentukan. Bukan oleh hebatnya doa-doa kita. Yesus banyak membuat mujizat. Tetapi tidak setiap hari dibuat-Nya roti jadi banyak. Tidak setiap waktu yang buta disembuhkan-Nya. Dan tidak setiap kali Lazarus mati dibangkitkan-Nya. Bahkan ada saat-saat Yesus tidak me lakukan mujizat sama sekali! Atas tantangan iblis: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti", ketika berpuasa 40 hari 40 malam. Yesus malah menampik: "Ada tertulis, manusia hidup bukan dari roti raja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Mat.4:4). Ketika para ahli Taurat dan orang Farisi meminta tanda (mujizat), Yesus malah berkata: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda sela¬in tanda nabi Yunus." (Mat. 12:39).

Yesus malah mengecam orang yang baru percaya setelah melihat mujizat. Yesus mengecam orang-orang yang mau mengeksploitasi mujizat guna memenuhi keinginan-keinginannya. Terhadap orang-orang seperti iini, Yesus pun mengingatkan: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang." (ay.26). Saudara, kenapa mujizat bisa terjadi dan bisa juga tidak terjadi? Bila terjadi, itu artinya bahwa, memang Allah pemilik mujizat secara absolut, yang berkuasa, tak dapat diganggu gugat oleh apa pun atau oleh siapa pun! Bila tidak terjadi, karena memang Yesus bukanlah semacam "sangumang" (roh halus pemberi rejeki dalam istilah orang Dayak Ngaju) atau jongos (pembantu) yang selalu siap membantu kapan saja namanya dipanggil dan disebut! Jika ini yang terjadi berarti kitalah yang menjadi majikan sekarang dan Allah hayalah pelayan yang sewaktu-waktu siap membantu keperluan.

Apabila kita mengalami mujizat atau sebagai orang yang dipakai Allah untuk melakukan mujizat, bersyukurlah. Sebab Allah mau memakai hidup kita untuk menolong orang lain supaya percaya dan beroleh keselamatan. Bukan untuk kepentingan pribadi. Mempopolerkan nama pribadi atau merek-merek gereja segala. Apabila tidak mengalami mujizat? Janganlah cepat-cepat kecewa. Barangkali Tuhan memberikan sesuatu yang jauh lebih penting dan berharga dari hanya sekedar mujizat untuk kita. Karena memang, tugas para Hamba Tuhan atau pun gereja yang terutama bukanlah hanya penjaja mujizat! Tetapi memberitakan kebenaran fiiman Tuhan supaya manusia mengenal kebenaran dan diselamatkan. Tugas gereja juga adalah mengabdi dan berjuang untuk membangun dunia ke arah yang lebih damai dan sejahtera. Sampai ke titik nadir terdalam keterpurukan kemanusiaan. Sampai ke titik-titik nadir ketidakberdayaan, ketidakadilan dan pelecehan kemanusiaan, sebagaimana Kristus yang benar-benar membebaskan. Yang nyata-nyata juga diperlukan.

Perlu juga diingat, bahwa tugas orang Kristen yang utama bukanlah sebagai "Kristen pemburu mujizat." Cari mujizat minta jabatan, umpama! Atau hanya cari jiwa-jiwa tapi yang tak mampu berikan lowongan kerja bagi mereka! Karena itu, adalah suatu sikap Kristen yang kekanak-kanakan apabila hanya sibuk memburu mujizat. Lari dari Pendeta A, cari Pendeta B. Lari ke gereja sini, lari ke gereja sana, lari lagi gereja yang lebih kesananya lagi. Hanya sibuk urusan mujizat, sampai lupa cari selamat! Padahal yang terpenting, seperti kata Yesus: "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.” (ay. 27). AMIN.
_________________________
(Oleh: Pdt.Kristinus Unting, STh.,M.Div)

Minggu, 16 Januari 2011

Melakukan Bagian Kita

II Raja-raja 20:5
"Baliklah dan katakanlah kepada Hizkia, raja umat-Ku: Beginilah firman TUHAN, Allah Daud, bapa leluhurmu: Telah Kudengar doamu dan telah Kulihat air matamu; sesungguhnya Aku akan menyembuhkan engkau; pada hari yang ketiga engkau akan pergi ke rumah TUHAN."

Bacaan Kitab Setahun: Mazmur 17; Matius 17; Kejadian 33-34

Suatu waktu ada sebuah perlombaan lari yang berlangsung dengan sangat meriahnya. Setiap peserta berusaha untuk mendahului lawan yang ada di samping kanan maupun kirinya. Namun, ada sebuah pemandangan yang tidak lazim dimana ada seorang pelari yang mulutnya sedang komat-kamit sesaat sebelum ia melewati garis akhir.

Ketika ia sedang beristirahat sejenak karena baru saja menyelesaikan pertandingan, datanglah salah seorang penonton pertandingan. Pria itu pun menanyakan mengenai apa yang dilihatnya. "saya berdoa," jawab pelari tersebut. Sambil menunjuk ke arah kakinya, ia pun berkata, "Saya katakan, ‘Angkatlah kaki ini Tuhan, dan aku akan menurunkannya." Rupanya pelari itu berdoa memohon bantuan Allah, tetapi ia juga melakukan apa yang bisa dilakukan untuk menjawab doanya itu.

Apabila kita memohon pertolongan kepada Allah, janganlah hal itu menjadikan kita diam dan tidak berbuat apa-apa. Justru, adanya bantuan dari Yang Maha Tinggi, kita harus melakukan sesuatu sesuai dengan kemampuan yang kita miliki. Ketika Hizkia mendengar bahwa ia akan mati, ia kemudian berdoa memohon mukjizat, dan Allah berjanji untuk memperpanjang hidupnya lima belas tahun lagi. Kemudian Yesaya memerintahkan untuk menaruh kue ara pada barah (II Raja-raja 20:5-7). Allah memberikan kesembuhan, tetapi menggunakan usaha manusia dan sarana-sarana alami.

Suatu pagi, ada dua rekan kerja pergi ke kantor. Tiba-tiba mereka sadar bahwa apabila mereka tidak bergegas, maka mereka akan terlambat. Salah satu dari mereka mengajak berhenti sejenak dan berdoa supaya mereka tidak terlambat masuk kantor. "Tidak," jawab yang satunya. "Mari kita berdoa sambil berjalan menuju halte".

Jadi, camkanlah hal ini, yakni apabila kita memohon kepada Allah agar Dia mengerjakan sesuatu yang besar bagi kita, maka kita pun harus siap untuk melakukan bagian kita.

Formula cara kerja mukjizat adalah campur tangan Allah ditambah sedikit usaha manusia. Mudah bukan?

Renungan terkait
* A child potential
* Call it good
* Seimbang dalam kerja seimbang dalam hidup
* Belajar dari semut
* Belajar pada murai


Rabu, 15 Desember 2010

Semua Karena Tuhan

Mazmur 94:17-18
Jika bukan TUHAN yang menolong aku, nyaris aku diam di tempat sunyi. Ketika aku berpikir: "Kakiku goyang," maka kasih setia-Mu, ya TUHAN, menyokong aku.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 4; Wahyu 10; Ezra 7-8

Terry M. Crist menuliskan seperti ini dalam bukunya “Dibangunkan Terhadap Takdir” : Jauh sebelum internet menjadi trend di akhir abad ke dua puluh, dan jauh sebelum satelit menjadi tehnologi yang menghubungkan seluruh dunia melalui sebuah tehnologi, telephone menjadi standar komunikasi, lokal, nasional dan global. Ketika Samuel Morris menemukan telephone, ia mengakui bahwa ia hanyalah alat Allah. Perkataan pertama yang muncul saat penemuan itu terjadi adalah, “Lihat apa yang telah Allah lakukan.”

Menyadari bahwa diri kita hanyalah alat Tuhan adalah sebuah pengakuan pada kedaulatan Tuhan dalam hidup kita. Ketika kita melupakan hal ini, maka kemanusiaan kita yang mengambil alih kehidupan. Pada saat itulah manusia merasa terpojok dan ditinggalkan oleh Tuhan, pada hal kita yang mengambil alih kendali Tuhan dalam hidup kita.

Kita adalah rekan sekerja Allah, namun tanpa kerendahan hati untuk mengakui bahwa Dialah yang berdaulat atas hidup kita, maka kita tidak bisa bekerja sama dengan-Nya. Kita mengabaikan Dia dengan kesombongan kita.

Hari ini, mari kita merendahkan hati di hadapan Tuhan dengan mengakui bahwa Dia yang berdaulat atas hidup kita. Bahkan Tuhan berdaulat atas hidup kita bukan hanya di hari ini, namun juga atas masa depan kita. Percayalah bahwa dengan mempercayakan hidup kita kepada-Nya, maka kita akan melakukan perkara-perkara besar bersama-Nya.

Bukan dengan keperkasaan dan bukan dengan kekuatan, melainkan dengan roh-Ku ~ Tuhan Semesta Alam

Renungan terkait
* Allah itu baik
* Jangkar yang kokoh
* Menang terhadap sisi tersembunyi hidup Anda
* Tergesa membawa celaka
* Becoming like Jesus is slow process


Selasa, 14 Desember 2010

Bertumbuh Menjadi Serupa Dengan Kristus

2 Korintus 4:17
Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 3; Wahyu 89; Ester 9-10

Lukas menuliskan bahwa, “…Yesus makin bertambah besar dan bertambah hikmat-Nya dan besar-Nya, dan makin dikasihi oleh Allah dan manusia.” (Lukas 2:52). Pengetahuan kita tentang kehidupan Yesus sebagai manusia sangat sedikit sekali, namun kita bisa simpulkan dari pernyataan Lukas bahwa Yesus bertumbuh secara emosional, mental dan fisik dengan dengan sangat baik.

Sama seperti kita, Yesus harus bertumbuh sebagai manusia. Dia yang tanpa dosa itu belajar berjalan seperti bayi-bayi lainnya, di didik oleh orangtuanya dan juga menjalani pekerjaan yang dilakukan Yusuf ayah-Nya sebagai tukang kayu.

Banyak orang yang saat ini menderita – bukan karena mereka berdosa atau menolak Allah – tetapi karena Allah sedang memproses hidup mereka. Dalam 2 Korintus pasal 1, Paulus tidak memoles bagaimana dirinya mengalami penderitaan. Bahkan di satu titik, ia mungkin saja mengalami kematian. Namun Tuhan tetap menjaganya, dan Paulus menuliskan masa-masa sulit yang ia lalui dengan menaruh harapan kepada Yesus Kristus.

Tuhan tidak dapat membentuk hidup kita jika diri kita tidak mau berserah dan menjadi transparan di hadapan-Nya. Kita mungkin tidak bisa membayangkan Yesus mengalami kesulitan ketika ia menjalani masa anak-anak, masa remaja atau saat ia bertumbuh menjadi pria dewasa, namun percayalah jika Dia tidak belajar untuk berserah sejak Ia muda, maka Yesus pasti mengalami kesulitan ketika harus menghadapi penderitaan menuju kayu salib.

Hari ini, mari berhenti melihat pada masalah dan penderitaan kita. Mari kita arahkan pandangan kita pada Yesus yang telah menanggung semua penderitaan kita. Ijinkan Dia menjamah hidup Anda, dan memberikan kekuatan pada Anda melalui masa-masa sulit Anda. Percayalah bahwa semua yang Allah ijinkan terjadi dalam hidup Anda, tujuannya untuk membawa Anda menjadi pribadi yang lebih baik. Semua itu tidak hanya membuat Anda menjadi semakin serupa dengan Kristus namun juga memuliakan nama Yesus Kristus dan menjadi kesaksian bagi dunia ini.

Penderitaan bukanlah sebuah hukuman, terkadang itu adalah anugrah yang tersembunyi yang membawa Rata PenuhAnda pada mukjizat Allah.

Renungan terkait
* Hidup melekat pada kristus
* Parfum Kristus
* Identitas kita didalam Kristus
* Loving Christ loving others
* Becoming like Jesus is slow process



Kamis, 09 Desember 2010

Dampak Ucapan Syukur

Mazmur 86:12-13
Aku hendak bersyukur kepada-Mu, ya Tuhan, Allahku, dengan segenap hatiku, dan memuliakan nama-Mu untuk selama-lamanya;sebab kasih setia-Mu besar atas aku, dan Engkau telah melepaskan nyawaku dari dunia orang mati yang paling bawah.

Bacaan Alkitab Setahun: Mazmur 148; Wahyu 4; Ezra 5-6

Penelitian menunjukkan bahwa bersyukur dapat meningkatkan kesehatan fisik dan emosional. Memiliki gaya hidup penuh rasa syukur dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan meningkatkan suplai darah ke hati kita. Jika kita melakukan dengan rutin hal ini, maka dapat meningkatkan kewaspadaan kita, antusiasme, energi dan juga meningkatkan kualitas tidur kita. Mereka yang menggambarkan dirinya sebagai orang yang penuh rasa syukur cenderung jarang stres dan depresi.

Untuk mendapatkan semua manfaat diatas, tidak terjadi dengan tiba-tiba. Contohnya waktu Tuhan Yesus menyembuhkan sepuluh orang yang sakit kusta. Saat itu Yesus sedang lewas, dan mereka berteriak, “Yesus, Guru, kasihanilah kami!” Namun Yesus tidak langsung menyembuhkan mereka, tetapi memberi mereka perintah untuk menghadap imam-imam. Ketika sepuluh orang yang berpenyakit kusta ini taat, mereka sembuh. Tetapi dari kesepuluh orang kusta yang mengalami kesembuhan itu, hanya satu yang kembali dan menyatakan terima kasihnya kepada Yesus. Hal ini membuat Yesus tertegun, "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu?”

Bagi kita, sebagai pengikut Yesus, mengucap syukur bukanlah sebuah saran, tetapi perintah. Anda akan menemukan banyak ayat di Alkitab yang memerintahkan umat Tuhan untuk bersyukur. Daud adalah salah satu contoh pribadi yang penuh syukur. Dia bahkan menyatakan syukurnya saat menghadapi masa-masa paling kelam dalam hidupnya.

Pagi ini, mari tanyakan pada diri sendiri seberapa sering kita menunjukkan rasa syukur kita kepada Tuhan dan sesama.

Ucapan syukur bukan hanya sebuah ungkapan terima kasih, tapi hal itu adalah sebuah penyembahan yang akan membawa mukjizat dalam hidup Anda.

Renungan terkait
* Dampak kebiasaan buruk bagi orang lain
* Jika Anda percaya kepada Tuhan
* Keputusan yang mengubah hidup Anda
* Tentukan pilihan dalam hidup Anda
* Pay it forward


Senin, 25 Oktober 2010

SAAT JANJI TUHAN TERTUNDA

“Siapakah tadinya yang dapat mengatakan kepada Abraham: Sara menyusui anak? Namun aku (Sara – red.) telah melahirkan seorang anak laki-laki baginya pada masa tuanya.” Kejadian 21:7

Mengalami penundaan karena suatu hal pasti menimbulkan rasa bosan, jenuh dan juga kecewa. Dalam kehidupan terdapat banyak penundaan yang terjadi tiba-tiba atau mengejutkan: jadwal penerbangan yang tertunda, pernikahan ditunda, kenaikan gaji ditunda. Bagaimana perasaan kita? Pasti jengkel, kecewa, bosan, karena ditunda berarti membuat kita menunggu lebih lama. Kalau ditunda 10 menit mungkin masih bisa ditoleransi; ditunda 1 jam membuat kita mulai kesal dan gelisah, ditunda sehari, seminggu, sebulan dan seterusnya merupakan mimpi buruk! Coba bayangkan bila penundaan itu berlangsung 39 tahun. Apa yang akan kita lakukan dan bagaimana perasaan kita?

Itulah yang dialami Abraham. Suatu ketika Tuhan berjanji kepadanya, “Coba lihat ke langit, hitunglah bintang-bintang, jika engkau dapat menghitungnya. Maka firmanNya kepadanya: ‘Demikianlah banyakknya nanti keturunanmu.’” (Kejadian 15:5). Namun, Sara tetap tidak memiliki anak selama bertahun-tahun, bahkan saat usia keduanya sudah sangat tua, belum juga ada tanda. Secara manusia kita pasti akan kecewa, pahit hati dan menyerah keada keadaan. Kita akan berhenti berharap kepada Tuhan dan mulai memakai logika, lalu kita mencari pertolongan kepada manusia dan ilah lain. Padahal, “Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri, dan yang hatinya menjauh dari pada Tuhan!” (Yeremia 17:5).

Tetapi selama 39 tahun Sara dan Abraham menantikan penggenapan janji Tuhan atas mereka. Pada akhirnya “Tuhan memperhatikan Sara, seperti yang difirmankanNya. Maka mengandunglah Sara, lalu ia melahirkan seorang anak-anak laki-laki bagi Abraham dalam masa tuanya, pada waktu yang telah ditetapkan, sesuai dengan firman Allah kepadanya.” (Kejadian 21:1-2). Abraham berumur 100 tahun saat Ishak lahir, sedangkan Sara 90 tahun. Tidak ada kata terlambat bagi Tuhan! Dia mebuat segala sesuatu indah pada waktuNya.

Apa yang dianggap mustahil oleh manusia, kuasa Tuhan memungkinkan hal itu terjadi! Halleluya!

Memahami janji Tuhan
* Kesabaran dalam doa
* Tuhan adalah gembalamu
* Jangkar yang kokoh
* Promise of Father

Minggu, 17 Oktober 2010

Act of Faith

Sebuah kelompok doa syafaat di Kansas ingin berdoa untuk meminta hujan setelah kemarau berkepanjangan. Menariknya, saat mereka berkumpul bersama untuk berdoa, hanya seorang gadis cilik yang datang dengan membawa payung! Inilah teladan iman. Tuhan Yesus memberitahukan salah satu sikap doa yang berkenan di hadapan Allah adalah dengan percaya bahwa kita telah menerimanya. Kita tidak diperintahkan untuk menipu diri, melainkan percaya.

Orang mungkin akan menganggap kita gila. Perbuatan kita mungkin dianggap ekstrem, namun percayalah selama kita melakukannya karena iman kita kepada Tuhan, sesuai perintah-Nya - “...maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (ay.24b) Bukankah Nuh juga dianggap gila oleh orang-orang sebangsanya? Bayangkan hampir 100 tahun Nuh membangun bahtera sebelum air bah benar-benar dicurahkan oleh Tuhan.

Barangkali Abraham akan dianggap gila bila orang lain tahu dia akan mengorbankan anaknya sendiri. Namun apa ucapan Abraham kepada hambanya sebelum dia mendaki Moria? "Tinggallah kamu di sini dengan keledai ini; aku beserta anak ini akan pergi ke sana; kami akan sembahyang, sesudah itu kami kembali kepadamu." Dan ketika Ishak menanyakan tentang dimana dombanya, maka jawab Abraham adalah "Allah yang akan menyediakan anak domba untuk korban bakaran bagi-Nya, anakku." Dan tepat seperti perkataan dan harapannya, maka Tuhan melakukannya kepada Abraham.

Iman harus disertai tindakan. Kita tidak bisa berkata kepada Tuhan, aku percaya pada-Mu tetapi lakukanlah dulu mujizat itu dalam hidupku - barulah aku bisa percaya. Iman harus kita buktikan lewat sikap dan tindakan kita, mengambil langkah untuk taat meski keadaan nampaknya masih tetap sama. Belajar dari Abraham, Bapa orang beriman yang berani melangkah dalam ketaatan oleh karena iman. Ketika kita berdoa, bersikaplah seakan kita telah menerimanya. Ambillah langkah iman dan perkatakan iman kita setiap hari.

Renungan tentang iman dan keyakinan
* Kata bijak tentang iman
* Iman yang tulus dan ikhlas
* Menguji kemurnian emas
* Ketika Tuhan turut bekerja
* Bertahan dalam ujian

Rabu, 06 Oktober 2010

Belas Kasihan Benih Mukjizat

Matius 14:14
“Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit.”

Jika Anda memperhatikan pelayanan Yesus dalam Perjanjian Baru, maka Anda akan menemukan bahwa belas kasihan adalah benih dan awal dari hampir semuak mukjizat yang Ia lakukan.

Dalam bahasa Yunani, ada lima kata kerja yang diterjemahkan sebagai belas kasihan yang ditulis pada Perjanjian Baru. Dan semuanya, kecuali satu artinya : memiliki belas kasihan, simpati, atau mengasihi orang lain. Satu yang berbeda adalah splagchizomai, yang menjadi kata kerja utama yang dipakai Yesus dimana menjelaskan bagaimana perasaan-Nya ketika Ia menyaksikan penderitaan atau kesakitan orang lain.

Kata belas kasihan yang Yesus nyatakan secara harfiah dapat diartikan “mengasihani secara mendalam”, dan “digerakkan kedalam diri seseorang, digerakkan oleh belaskasihan”.

Apakah Anda pernah melihat sebuah kejadian atau menjumpai orang yang menggerakkan hati Anda sehingga Anda merasakan kesakitannya? Jika ya, maka Anda tahu arti sebenarnya dari “belas kasihan Yesus”. Jika belas kasihan Yesus dapat menghasilkan mukjizat, seharusnya hal yang sama terjadi juga dalam hidup kita. Dan untuk itu, belas kasihan yang menggerakkan mukjizat itu harus kita jaga.

Keramaian, media hiburan dan sensasi kehidupan modern yang kita nikmati tanpa sadar dapat mengurangi kepekaan hati kita sehingga tidak dapat lagi dengan cepat merasakan belas kasihan terhadap penderitaan atau masalah orang lain. Namun jika Anda membasuh hati Anda dengan kebenaran firman Tuhan setiap hari, dan meluangkan waktu berada dalam hadirat Tuhan, maka hal tersebut akan menjaga kepekaan hati Anda.

Hari ini, jika Anda digerakkan oleh belas kasihan yang dari Tuhan itu, pekalah dan taatlah. Mukjizat akan terjadi bersamaan dengan ketaatan Anda ketika digerakkan oleh belas kasihan itu.

Belas kasihan adalah benih dari mukjizat. Masihkah belas kasihan mengalir dalam hati Anda?

Kumpulan kisah-kisah inspiratif
* Gabriela dan trofi
* Rencana Tuhan indah pada waktunya
* Belajar meminta sesuai kehendaknya
* Guest Minister
* Take my son

Selasa, 05 Oktober 2010

Untung Tuhan Tidak Pernah Menyerah

Pada tanggal 7 Desember 1998 di bagian utara Armenia, suatu gempa dengan kekuatan 6,9 skala richter menghancurkan sebuah gedung sekolah diantara bangunan-bangunan lainnya. Di tengah keramaian dan suasana panik, seorang bapak berlari menuju ke sekolah tersebut, dimana anaknya menuntut ilmu setiap harinya. Sambil berlari, ia terus teringat pada kata-kata yang sering ia ucapkan kepada anaknya itu, “Hai anakku, apapun yang terjadi, papa akan selalu bersamamu!”
Sesampainya di tempat di mana sekolah itu dulunya berdiri, yang ia dapati hanyalah sebuah bukit tumpukan batu, kayu dan semen sisa dari gedung yang hancur total! Pertama-tama ia hanya berdiri saja di sana sambil menahan tangis… Namun kemudian…tiba- tiba ia pergi ke bagian sekolah yang ia yakini adalah tempat ruang kelas anaknya. Dengan hanya menggunakan tangannya sendiri ia mulai menggali dan mengangkat batu-batu yang bertumpuk di sana. Ada seseorang yang sempat menegurnya, “Pak, itu tak ada gunanya lagi. Mereka semua pasti sudah mati.”

Bapak itu menjawab, “Kamu bisa berdiri saja di sana, atau kamu bisa membantu mengangkat batu-batu ini!” Maka orang itu dan beberapa orang lain ikut menolong, namun setelah beberapa jam mereka capek dan menyerah. Sebaliknya, si bapak tidak bisa berhenti memikirkan anaknya, maka ia menggali terus..

Dua jam telah berlalu, lalu lima jam, sepuluh jam, tigabelas jam, delapan belas jam.

Lalu tiba-tiba ia mendengar suatu suara dari bawah papan yang rubuh. Dia mengangkat sebagian dari papan itu, dan berteriak, “Armando!”, dan dari kegelapan di bawah itu terdengarlah suara kecil, “Papa!”. Kemudian terdengarlah suara-suara yang lain sementara anak-anak yang selamat itu ikut berteriak!
Semua orang yang ada di sekitar reruntuhan itu, kebanyakan para orang tua dari murid-murid itu, kaget dan bersyukur saat menyaksikan dan mendengar teriakan mereka. Mereka menemukan 14 anak yang masih hidup itu!

Pada saat Armando sudah selamat, dia membantu untuk menggali dan mengangkat batu-batu sampai teman-temannya sudah diselamatkan semua.. Semua orang mendengarnya ketika ia berkata kepada teman-temannya itu, “Lihat, aku sudah bilang kan, bahwa papaku pasti akan datang untuk menyelamatkan kita!”

Mari kita renungkan bagaimana kita menjalani hidup kita. Di saat kita dalam kegelapan, tertimpa oleh macam-macam beban masalah, jatuh dalam kelemahan dan dosa. Apakah kita lantas berkeluh kesah, putus harapan, dan lantas mengibarkan bendera putih pada dunia tanda menyerah? Ataukah kita akan bersikap seperti Armando, yang terus menggenggam HARAPAN? bahwa Seseorang sedang mencari kita dan siap menyelamatkan kita? Seseorang yang tak akan pernah menyerah sampai kita sudah di dalam pelukan-Nya?
Yesus sedang mencari kita dan siap menyelamatkan kita dan tidak akan pernah menyerah sampai kita sudah dalam pelukannya.

“…..;seperti Aku menyertai Musa, demikianlah Aku akan menyertai Engkau; Aku tidak akan membiarkan engkau dan tidak akan meninggalkan engkau.”
( Yosua 1:5b )

Kumpulan kisah-kisah inspiratif
* Dengarkan hati nurani
* Kisah sebatang pohon
* Piano
* Miracle
* Parable sebuah pensil

Senin, 04 Oktober 2010

Pola Pikir Yang Menghasilkan Mukjizat

Rahasia pertama untuk memiliki iman kepada Tuhan adalah - mengerti bahwa di dalam Tuhan segala sesuatu mungkin. Di dalam Tuhan, tidak ada penderitaan, tidak ada kesedihan, kekalahan, dan tidak diinginkan.

Rahasia kedua adalah mengakui bahwa Tuhan memiliki otoritas total atas segala sesuatu di dunia ini - di atas setan, malaikat, keadaan, dan semua dunia fisik (lihat Yohanes 14:12). Ketika Anda berdiri di hadapan-Nya, Anda sedang berdiri di hadapan Dia yang dapat memperbaiki apa pun. Yang perlu Dia lakukan hanyalah berfirman.

Rahasia ketiga adalah belajar apa yang menjadi kehendak Tuhan disetiap waktu (lihat Roma 12:1-2, I Yohanes 5:14-15). "Tuhan, apa yang akan Engkau lakukan dalam situasi ini? Apa yang Anda ingin lakukan?" Ketika Anda berkomunikasi dengan-Nya dan menghabiskan waktu bersama-Nya, Anda akan menemukan apa yang menjadi kehendak-Nya (lihat Mazmur 85:8, Ibrani 12:25). Lalu amin-kan apa yang Tuhan janjikan dalam hidup Anda. Alkitab mengatakan Abraham percaya kepada Allah, " maka Allah memperhitungkan hal itu kepadanya sebagai kebenaran" (Yakobus 2:23). Dia setuju dengan yang diucapkan oleh Allah. Itulah yang harus kita lakukan: Amin Tuhan dan setuju dengan apa yang dikehendaki oleh Tuhan dalam hidup Anda. Abraham setuju dengan Tuhan ketika Tuhan mengatakan bahwa dia akan punya anak, meskipun ia dan istrinya sudah lewat usia subur. Daripada meragukan atau melemahkan iman, Alkitab mengatakan dia "diperkuat dalam imannya dan ia memuliakan Allah" (Roma 4:20).

Rahasia keempat adalah tidak mengandalkan kekuatan sendiri. Jangan menganggap bahwa seluruh dunia melawan Anda. Jangan menganggap bahwa tugas yang diberikan kepada Anda tampaknya mustahil. Jangan hanya memikirkan ketidakmampuan Anda sendiri, atau kegagalan Anda sebelumnya, melainkan bertumbuhlah dalam iman, dan berikan kemuliaan kepada Allah. (Lihat Mazmur 84:11, Yesaya 65:24, Yeremia 32:27, Matius 19:26).

Rahasia kelima adalah sepenuhnya yakin. Alkitab mengatakan kepada kita bahwa Abraham “penuh keyakinan, bahwa Allah berkuasa untuk melaksanakan apa yang telah Ia janjikan." (Roma 4:21). Abraham dengan penuh keyakinan. Dalam semangat, ia tidak hanya setuju dengan Tuhan namun juga menjadi sepenuhnya yakin bahwa apa yang Tuhan telah katakan akan terjadi. Sepenuhnya “yakin” adalah apa yang Yesus ajarkan tentang iman yang memindahkan gunung, “apa saja yang kamu minta dan doakan, percayalah bahwa kamu telah menerimanya, maka hal itu akan diberikan kepadamu.” (lihat Markus 11:24). Ada sesuatu di dalam diri Anda yang mengatakan, “Ini milikku.. Ini adalah milikku. Sekarang aku memilikinya. Tidak ada pertanyaan tentang hal itu. Allah telah mengatakan itu, dan saya percaya itu. Saya sepenuhnya yakin. Saya bukan sedang mempertimbangkan. Saya menerimanya sekarang!”

Abraham mulai hidup seakan-akan punya anak. Hingga waktunya tiba, Ishak "anak yang dijanjikan," dilahirkan.

Keyakinan semacam itu tidak dapat datang dari usaha manusia belaka. Itu hanya muncul dari tergantung pada Allah, karena "iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Kristus." (Roma 10:17). Ini harus datang dari Tuhan. Upaya memaksa diri untuk percaya tidak akan menghasilkan apapun. Anda harus menggunakan iman yang Tuhan telah berikan kepada Anda. Pertolongan Allah datang kepada Anda ketika Anda menghargai keberadaan-Nya, ketika Anda menyadari kuasa-Nya, ketika Anda memuji Dia, saat Anda membaca FirmanNya, ketika Firman ini meresap dalam hati Anda, dan ketika Anda telah mendengar firman yang diucapkan-Nya dalam hati Anda, “Ini adalah apa yang akan Aku lakukan. Percayalah!”

Kumpulan artikel menarik lainnya

* Pernahkah kamu merasa bosan
* Tuhan beri aku waktu 1 jam saja
* Elang dan kalkun
* Memo from God
* Letter from Jesus

Sabtu, 02 Oktober 2010

TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH

“Adakah sesuatu apapun yang mustahil untuk TUHAN?” (Kejadian 18:14)

Di kitab Kejadian, Allah berjanji pada Sarah bahwa dia akan mempunyai seorang anak. Pada awalnya dia tidak mempercayai itu. Dia pikir dia sudah terlalu tua. Dia pikir waktunya sudah lewat. Tetapi apakah engkau tahu apa yang Allah katakan padanya ? Dia hanya bertanya, “Sarah, apakah ada yang mutahil bagi Tuhan?” Aku percaya Allah sedang berkata hal yang sama pada kita hari ini. Apada ada yang mustahil bagi-KU ?

Apakah engkau berpikir mimpimu itu terlalu besar bagi Allah untuk diberikannya padamu? Apakah kau pikir bahwa hubunganmu dengan pasanganmu sudah hilang terlalu jauh sehingga Tuhan pun tak mampu untuk memulihkannya? Apakah engkau berpikir engkau harus hidup terus dengan penyakitmu sampai seumur hidupmu?

Ambillah visi yang baru hari ini karena TIDAK ADA YANG MUSTAHIL BAGI ALLAH!
Allah sedang berkata pada hari ini, “Aku sangat berkuasa. Aku dapat merubah situasi apapun dengan mudah.” Bagaimanapun kelihatannya kondisimu, kita sedang melayani Allah yang luar biasa. Alkitab versi The Amplified mengatakan seperti ini, “Apakah ada yang terlalu indah bagi Tuhan?” Jika berikutnya engkau berpikir, “Itu terlalu bagus untuk jadi kenyataan,” ingatlah, Allah ingin memberkatimu melebihi dari semua mimpi-mimpi gilamu. Buang batas-batas yang kau buat dan mulailah berani untuk percaya bahwa Dia memiliki semua hal-hal indah bagi engkau!

Doa Hari Ini
Bapa di Surga, aku memilih untuk percaya pada-Mu dengan segenap hatiku. Aku tahu bahwa tidak ada yang mustahil bagi Engkau. Tolong aku untuk berdiri teguh dalam iman dan buat aku terus dekat pada-Mu sepanjang hidupku. Dalam nama Yesus. Amin.

Ketika segala sesuatu tampak MUSTAHIL, renungan berikut akan menguatkan
* Mujizat Tuhan tidak pernah berakhir
* Roh pemenang
* Percaya lebih dulu
* Doa dan iman
* Gods hand was on all of us
* Pasti beres

Minggu, 29 Agustus 2010

God send His Word, and I was healed

Cerita tentang mujizat kesembuhan Tuhan

When I was fighting cancer, I knew how important it was to know the Word and to act on it for health and healing. Had it not been for the Word of God–knowing that God's Word works, that God would never lie and that He keeps His promises–I would not be alive today. God sent His Word, and I was healed.

But when our daughter, Lisa, was born with a condition similar to cerebral palsy and brain damage, my husband and I knew very little about healing. John was the pastor of a traditional church that didn't teach about healing. Lack of knowledge could have destroyed us (See Hosea 4:6), but somehow we knew that God's Word was true.

We started by reading in Matthew, Mark, Luke and John about the miraculous healings Jesus performed. Then we read.....

Baca Kelanjutannya disini
Click this link -> God send His Word, and I was healed

Minggu, 22 Agustus 2010

MUJIZAT TUHAN TAK PERNAH BERAKHIR

“Maka takjublah semua orang itu karena kebesaran Allah.” Lukas 9:43a

Sekarang ini adalah era modernisasi. Semua serba modern. Ilmu pengetahuan dan teknologi semakin canggih. Bermunculan pula pakar dan ilmuwan di bidangnya masing-masing dengan kemampuan luar biasa yang tak perlu disangsikan lagi. Akhirnya banyak orang yang menjadi sangat bergantung pada kepintaran dan kecanggihan teknologi yang ada. Rasa-rasanya mujizat Tuhan mulai diabaikan, orang lebih percaya kepada pengetahuan dan cara berpikir para pakar atau ilmuwan yang mengandalkan logika. Tetapi sesungguhnya mujizat Tuhan tak pernah berakhir dan tetap ada bagi orang percaya.

Pada suatu hari Yesus bertemu seorang bapak yang anaknya kerasukan setan sehingga menjadi bisu dan sangat tersiksa. Bapak itu ingin anaknya sembuh, namun ia ragu-ragu apakah Yesus dapat menyembuhkannya karena katanya, “...aku telah meminta kepada murid-muridMu supaya mereka mengusir roh itu, tetapi mereka tidak dapat.” (ayat 40). Lalu ia berkata kepada Yesus, “ ‘Sebab itu jika Engkau dapat berbuat sesuatu, tolonglah kami dan kasihanilah kami’. Jawab Yesus: ‘Katamu: Jika Engkau dapat? Tidak ada yang mustahil bagi orang percaya!’ “ (Markus 9:22b-23).

Pada kesempatan lain Yesus membuat suatu pernyataan luar biasa, “Apa yang tidak mungkin bagi manusia, mungkin bagi Allah.” (Lukas 18:27). Apabila Tuhan mengerjakan sesuatu yang tak bisa dilakukan manusia, itulah yang dinamakan mujizat. Perbuatan Tuhan merupakan mujizat bagi kita, tapi bagi Tuhan hal itu bukanlah mujizat sebab Dia dapat mengerjakan segala perkara dan apa saja. Bahkan dari yang tidak ada Tuhan sanggup mengadakan. Bumi diciptakan dari yang tidak ada, hanya oleh firmanNya saja. Jadi, tidak ada sesuatu pun yang sukar bagi Tuhan. Bila manusia dapat terbang, itu merupakan mujizat; tetapi bagi seekor burung, terbang itu bukanlah mujizat, tapi merupakan hal yang biasa dilakukannya. Demikian juga perbuatan-perbuatan besar Tuhan, bagiNya bukanlah apa-apa, namun bagi manusia merupakan suatu keajaiban.

Selama Tuhan masih ada, mujizat masih selalu berlaku. Bila ada manusia yang berkata bahwa zaman mujizat sudah berlalu, pastilah manusia itu sudah ‘tak waras’, karena bila mujizat tak ada, berarti Tuhan juga tidak ada.

Mujizat selalu tersedia bagi orang yang percaya kepadanya!

Kamis, 19 Agustus 2010

TUHAN YANG MENGUBAH ”MUNGKIN” MENJADI MUJIZAT NYATA

Di ambil dari ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary

I SAMUEL 14:1-23
Latar belakang dari kisah ini ialah bangsa Israel baru menjadi satu kerajaan. Rajanya ialah Saul, yang dipilih dan diurapi Tuhan melalui nabi Samuel. Anaknya bernama Yonatan, seorang pemberani. Israel adalah sebuah kerajaan yang cukup besar tetapi ada satu hal yang fatal di bangsa itu, yakni tidak ada tukang besi untuk menempa senjata. Baca I Samuel 13:19-22. Rakyatnya tidak memiliki pedang atau tombak padahal bangsa itu sedang dalam status perang dengan bangsa Filistin, kecuali raja Saul dan anaknya Yonatan. Selain tidak ada senjata, ternyata tentara yang bersama Saul hanya 600 orang saja. Tetapi di sinilah kita melihat kuasa Tuhan terjadi kepada bangsa Israel yang sedang dikelilingi oleh musuh.

Di tengah-tengah bangsa Israel yang ketakutan, tampil dua orang yang proaktif, yang tidak mau menyerah kepada nasib, yaitu Yonathan dan seorang pembawa senjatanya. Kata Yonathan kepada pembawa senjatanya : "Mari kita menyeberang ke dekat pasukan pengawal orang-orang yang tidak bersunat ini. Mungkin TUHAN akan bertindak untuk kita, sebab bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang." I Samuel 14:6. Tindakan Yonathan ini nekad, tidak masuk akal. Tidak mungkin dua orang dengan sebuah senjata mampu menerobos barisan tentara Filistin.

1. MUNGKIN --> belum pasti.
Yonathan berkata : “MUNGKIN”. Kata 'mungkin' berarti belum pasti. Inilah sikap kebanyakan manusia termasuk anak Tuhan. Melihat situasi yang tidak kondusif, tekanan yang berat, ditempa krisis ekonomi, lapangan pekerjaan susah, biaya pendidikan mahal, dllsb, sering perkataan yang keluar dari mulut kita adalah barangkali, boleh jadi, atau mungkin, Tuhan dapat menolong.

2. PERNYATAAN IMAN
Tetapi, selanjutnya Yonatan berkata : bagi TUHAN tidak sukar untuk menolong, baik dengan banyak orang maupun dengan sedikit orang. Ini sebuah pernyataan iman yang luar biasa. Pernyataan ini didasarkan Firman Tuhan dalam Hakim-hakim pasal 7, di mana Gideon hanya dengan 300 orang bisa mengalahkan 120.000 orang. Kitab Ulangan juga mencatat bahwa bersama dengan Tuhan, satu orang bisa mengalahkan seribu orang dan dua orang mengalahkan sepuluh ribu orang. Ulangan 32:30. Bagi Tuhan tidak ada yang sukar. Kuasa Tuhan tidak ditentukan oleh situasi dan kondisi ataupun jumlah bilangan.
Karena itu, kalau ada Saudara yang menghadapi masalah sukar, persoalan berat, menderita penyakit, kesulitan ekonomi, dllsb, ingat bahwa bagi Tuhan tidak ada yang sukar. Yonatan hanya mempunyai sebuah senjata, tetapi ia berani melangkah, berani mengambil tindakan. Yonatan tidak mau menyerah kepada nasib. Anak Tuhan selalu punya terobosan-terobosan dan tindakan nyata. Kalau anda dilanda persoalan, anda harus berani mengambil langkah iman. Bersama dengan Tuhan kita akan melakukan perkara-perkara besar.

3. SEPAKAT
Lalu jawab pembawa senjatanya kepadanya: "Lakukanlah niat hatimu itu; sungguh, aku sepakat." (ayat 7). Apa kuasa dari SEPAKAT? Matius 18:19-20 : ”Jika dua orang dari padamu di dunia ini sepakat meminta apapun juga, permintaan mereka itu akan dikabulkan oleh Bapa-Ku yang di sorga. Sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul dalam Nama-Ku, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Ini berbicara dari doa korporat. Dua orang yang sepakat berdoa besar kuasanya. Sangat kita sayangkan apabila suami istri tidak rukun. Dalam rumah tangga harus ada kesepakatan, apalagi dalam hal berdoa. Sepakat lebih banyak dipratekkan dalam doa.
Kuasa sepakat juga bisa kita lihat dalam kitab Ester 4:14,15. Waktu itu ada komplotan besar yang dipimpin oleh perdana menteri Haman untuk membunuh semua orang Yahudi termasuk Ester. Namun ketika Ester mendengar rencana jahat itu, ia menyuruh pamannya Mordekhai untuk mengumpulkan orang Yahudi serta berpuasa selama 3 hari sedangkan Ester akan menghadap raja. Tuhan mendengar doa orang Yahudi yang sepakat. Ester berhasil menghadap raja Ahasyweros walaupun sebenarnya tindakannya bertentangan dengan undang-undang kerajaan. Sebab seseorang yang masuk menghadap raja tanpa dipanggil atau diundang akan dihukum. Tetapi Ester berhasil mengadukan niat jahat Haman kepada raja. Akhirnya, Haman dan seluruh keluarganya dihukum mati oleh raja Ahasyweros.

4. MUJIZAT TERJADI
Dalam ayat 1 Samuel 14:13-14 diceritakan bahwa Yohanes dan pembawa senjatanya berhasil membunuh 20 orang. Ini sebuah mujizat. Dua orang mengalahkan 20 orang. Juga orang-orang Filistin saling membunuh. Mereka tidak kenal siapa lawannya dan siapa musuhnya. Bahkan orang Israel yang tadinya ikut barisan Filistin dan orang-orang Israel yang bersembunyi turun untuk menyerang Filistin. Itulah kuasa mujizat Tuhan, kuasa Tuhan campur tangan dan Yonathan menang. Kita mempunyai Tuhan yang sanggup mengubahkan hidup kita. Pertama mengubahkan rohani kita, kemudian kehidupan jasmani kita di dunia ini.

Anda bisa Tuhan pakai luar biasa kalau anda bertindak dan melangkah maju dalam Tuhan. Tidak ada kemenangan tanpa pertempuran. Kalau Tuhan campur tangan pasti ada kemenangan. Ulangan 20:4. Puji Tuhan!

Ringkasan Khotbah Pdt. M.D. Wakkary, Minggu 9 November 2008

Kamis, 12 Agustus 2010

Lirik lagu rohani tentang mujizat

Ketika kita membutuhkan mujizat
Ada saatnya dalam kehidupan ini kita membutuhkan keajaiban, kita membutuhkan kesembuhan, kita membutuhkan mujizat. Pada masa-masa sulit itu janganlah kita sampai lupa pada sumber mujizat itu. semoga lagu-lagu ini bisa menjadi inspirasi ketika kita membutuhkan mujizat Tuhan.


DIA MENGERTI

TERKADANG KITA MERASA
TAK ADA JALAN TERBUKA
TAK ADA LAGI WAKTU
TERLAMBAT SUDAH

TUHAN TAK PERNAH BERDUSTA
DIA S'LALU PEGANG JANJI-NYA
BAGI ORANG PERCAYA
MUJIZAT NYATA

REFF:
DIA MENGERTI, DIA PEDULI
PERSOALAN YANG SEDANG TERJADI
DIA MENGERTI, DIA PEDULI
PERSOALAN YANG KITA ALAMI

NAMUN SATU YANG DIA MINTA
AGAR KITA PERCAYA
SAMPAI MUJIZAT MENJADI NYATA

TUHAN MENGERTI



MUJIZAT ITU NYATA
Jonathan Prawira

TAK TERBATAS KUASA-MU TUHAN
SEMUA DAPAT KAU LAKUKAN
APA YANG KELIHATAN MUSTAHIL BAGIKU
ITU SANGAT MUNGKIN BAGI-MU

REFF :
DI SAAT KU TAK BERDAYA
KUASA-MU YANG SEMPURNA
KETIKA KU PERCAYA
MUJIZAT ITU NYATA

BUKAN KAR'NA KEKUATAN
NAMUN ROH-MU YA TUHAN
KETIKA KU BERDOA
MUJIZAT ITU NYATA

BRIDGE :
MUJIZAT ITU DEKAT DI MULUTKU
DAN KU HIDUP OLEH PERCAYA



MUJIZAT SETIAP HARI
By : Jonathan Prawira

Tiada berubah
Kuasa namaMu
Tiada berkesudahan, kasih setiaMu
Pabila Tuhan sudah berfirman
Maka ......
Semuanya jadi

Reff :
Selama kumenyembahMU
Kupercaya !!
Bahwa Mujizat masih terjadi
Selama Kau besertaku
Kumelihat
Ada mujizat setiap hari


Bagi teman-teman yang tahu lagu-lagu rohani lain nya yang tentang mujizat bisa tambahkan di komentar bawah ini.

Jumat, 05 Maret 2010

Gunakanlah Cara Kerja Tuhan

Ibrani 11:3
"Karena iman kita mengerti, bahwa alam semesta telah dijadikan oleh firman Allah, sehingga apa yang kita lihat telah terjadi dari apa yang tidak dapat kita lihat."

Tuhan menggunakan kata-kata untuk mencipta. Dia menggunakan firman-Nya untuk "menjadikan" alam semesta. Lihatlah dan hitunglah berapa banyak frase "Berfirmanlah Allah" dituliskan di kitab Kejadian pasal pertama. Cukup banyak bukan?

Tuhan tidak melakukan apapun tanpa lebih dahulu mengatakannya. Itulah cara kerja-Nya, modus operandi-Nya. Dan jika Anda mengerti hal ini maka Anda seharusnya menggunakan cara kerja-Nya. Anda akan mengambil perkataan-Nya dan mengucapkan sampai itu menjadi sebuah kenyataan dalam hidup Anda.

Mungkin ada diantara Anda yang berkata, "Saya sudah mencoba melakukan hal itu berpuluh-puluh kali dan tidak ada perubahan. Saya tetap tidak mengalami kesembuhan total padahal saya memperkatakan bahwa ‘saya sembuh' lebih dari 10 kali."

Tuhan mulai mengatakan di Taman Eden bahwa Yesus akan datang. Dia mengatakannya lagi di Kitab Kejadian. Dia mengucapkannya lagi di Kitab Bilangan dan Ulangan. Dia menyampaikannya di Kitab Yesaya dan buku-buku nabi lainnya. Dia mengatakannya di sepanjang Perjanjian Lama berulang kali.

Kemudian, setelah kira-kira 4.000 tahun, Kitab Yohanes memberitahukan kita, "Firman itu telah menjadi manusia dan diam diantara kita."

Jadi, jika Anda telah berkata bahwa Anda sembuh sebanyak 10 kali dan tidak terjadi apa-apa, janganlah cemas. Teruskanlah ucapan itu! Anda mungkin akan menyangka akan diperlukan waktu yang lama untuk mewujudkan semua itu, tetapi percayalah hal itu takkan sampai ribuan tahun.

Maukah Anda bekerja dalam kuasa Tuhan? Gunakanlah cara kerja-Nya. Ucapkanlah kata-kataNya dan biarlah itu menciptakan suatu hidup yang penuh berkat bagi Anda.

Memperkatakan Firman Tuhan dan mengimaninya adalah kunci agar kita dapat mengalami mukjizat di dalam kehidupan ini.

Sumber: Dari iman ke Iman; Kenneth & Gloria Copeland; Penerbit Immanuel

Sabtu, 16 Januari 2010

Thank God For Pain

Sometimes a very unexpected blessing can come out of pain - if we only look for it and see it for what it is. Thank you to Besty for this reminder!

Thank God for pain. I have thanked God for many, many blessings throughout my lifetime, but never for pain. Until now.

This particular pain began in February 2000. It was sharp, constant, on my left side, and the left side of my back. Little did I know it would be the life I would know for over two years.

I went to doctors, who did many tests and never found the true problem. Then, just a few months later, that pain would be accompanied by a high fever, nausea, vomiting two to three times a week, and would last for 3 months. More tests. Again, nothing was found, so one doctor decided it was all in my head. (I have found out that some doctors like to say that to a patient when they cannot figure out what is wrong).

Eventually, after 2 rounds of antibiotics that I had to practically beg, borrow and steal from this same skeptical doctor, I had no more pain, fever or nausea. For two more months, I would remain pain, fever and nausea free. Then it returned...............

.....
Baca kelanjutannya disini
Click this link -> Thank God For Pain
---

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari