Tampilkan postingan dengan label Yohanes 3:16. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yohanes 3:16. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Maret 2012

Yesus Kristus-Anugerah Allah bagi Manusia

Renungan menyambut Paskah : 

Yesus Kristus-Anugerah Allah yang sempurna bagi Manusia

Bahan Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini : I Petrus 1:18-19

renungan paskah
Paskah adalah salah satu favorit saya, selain Natal tentunya. Tidak ada yang menyenangkankan seperti ketika Paskah tiba dan kegiatan mencari telur Paskah yang diadakan bagi anak-anak. Minggu ini kita memperingati minggu sengsara ke enam, beberapa hari lagi kita akan merayakan Paskah. Saya ingin menitikberatkan topik kita kali ini pada Pengorbanan Yesus Kristus Anak Allah bagi kita, umat manusia yang berdosa ini.

Sesungguhnya Allah sangat mengasihi kita manusia sehingga Ia memberikan Anugerah termulia bagi manusia. Anugerah ini adalah Yesus, bayi dalam palungan. Juruselamat dunia. Dan Ia membawa janji keselamatan, cinta tanpa syarat, harapan tanpa akhir dan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di Kota Daud" (Lukas 2:11).
Saya harap anda juga bersemangat seperti saya dalam berbagi karunia ini dengan orang lain. Seperti kita berjalan dalam iman bersama-sama, memberikan kasih Allah kepada jutaan orang di seluruh dunia.

Kitab Ibrani mengatakan, "Kristus menyerahkan dirinya sendiri kepada Allah sebagai kurban sempurna untuk dosa-dosa kita" (9:14, NIV). Yesus adalah Anugerah Sempurna Tuhan untuk kita. Alasan Yesus datang ke bumi untuk memberikan diriNya di kayu salib bagi kita. Dan seperti anak domba ke pengorbanan (dalam Perjanjian Lama), Yesus harus menjadi sempurna dan tidak bercacat dalam rangka untuk menjadi Juruselamat kita. Tapi ada juga harga yang harus dibayar untuk karunia yang telah Allah berikan bagi manusia. Berikut adalah pernyataan yang luar biasa dalam Alkitab : 
"Kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu, bukan dengan barang yang fana bukan pula dengan perak atau emas ... tapi dengan darah Kristus..." (1 Petrus 1:18-19). 
Yesus membayar harga yang tinggi sehingga Anda dan saya bisa memiliki karunia hidup kekal. Tuhan dapat membuat emas dan perak yang banyak seperti debu di bumi. Tapi ketika diperhadapkan dengan dosa-dosa kita manusia, Tuhan harus membayar harga termahal yang dapat dibayangkan ... Dia harus mengorbankan Anak-Nya! Kenapa harus demikian ??? Tuhan ingin menunjukan kepada manusia bahwa demi kita manusia yang berdosa ini Tuhan rela mengurbankan Anak-Nya. Yesus merupakan perwujudan kasih Allah terhadap umat manusia, Dia Mewujudkan Janji Cinta Tanpa Syarat, Harapan yang tak pernah pudar dan Kehidupan Kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya .

Apakah Anda pernah memberikan hadiah yang persis seperti apa yang orang lain inginkan? Sebuah hadiah yang sempurna, yang akan membawa sukacita bagi orang yang membukanya? Saya menyukai apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam 2 Korintus 9:15. Setelah berbicara tentang sukacita dan berkat dari memberi, Paulus kewalahan memikirkan semua yang telah Allah berikan kepada kita. Jadi, bukannya mencoba untuk menggambarkan semuanya dalam kata-kata dia hanya berkata, "Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!".

Yesus adalah Anugerah Allah yang sempurna, hadiah yang tak terlukiskan. Dan hal yang menakjubkan adalah bahwa tidak hanya kita dapat menerima karunia ini, tetapi kita mampu berbagi dengan orang lain. Alkitab memberitahu kita bahwa kita adalah Tubuh Kristus di bumi! Lengan kami adalah lengan Yesus seperti pada saat kita menjangkau orang lain dalam kasih. Suara kita adalah suara Yesus saat kita berbagi kata-kata dorongan dan harapan dengan orang lain. Tangan kita adalah tangan Yesus yang membawa penyembuhan dan kenyamanan kepada mereka yang membutuhkan. Ketika kita mengulurkan tangan kenyamanan untuk memenuhi kebutuhan orang lain, Allah akan melihat bahwa kebutuhan kita terpenuhi! 
Yesus berkata, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu" (Lukas 6:38). 
Jadi mari kita terus menabur benih cinta, benih dorongan, bibit harapan, benih benih penyembuhan dan berkat dalam kehidupan orang lain. Amin !

Rabu, 07 Maret 2012

Kehidupan Kekristenan Kita

STANDAR HIDUP KEKRISTENAN KITA


Bahan Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini : I Korintus 10:1-13


Saudara, hidup dan keselamatan yang kita peroleh hanyalah karena anugerah Allah.  Benar! Hanya persoalannya, bagaimana bentuk Injil yg dapat menjadi standar kehidupan kita dan kekuatan kita untuk menjalani kehidupan hingga akhirnya? Standar  tentang apa? Standar yang bagaimana? Kekuatan memang diperlukan. Manusia pun mencari berbagai bentuk kekuatan. Baik kekuatan secara fisik, kekuatan secara material, kekuatan bisnis, kekuatan magis, dst. Kekuatan memang diperlukan. Tetapi tidak semua kekuatan itu tujuannya baik. Malah banyak juga kekuatan yang dapat menjerumuskan! Apalagi kalau bukan kekuatan dunia yang menawan, yang membuat manusia sewmakin jauh dari Allah? Itu jauh lebih mengerikan! Kekuatan memang dibutuhkan dalam menjalani kehidupan, sebab tanpa kekuatan, orang sulit untuk bertahan dalam perjuangan hidup. Tetapi kekuatan yang hanya sementara di dunia ini, apalah artinya? Lalu setelah meninggalkan dunia yang fana ini, apakah kekuatan-kekuatan yang disebutkan tadi dapat menjadi kekuatan yang menyelamatkan? Nah, disinilah persoalannya! Berbeda dengan kekuatan Injil. Karena memang kekuatan  Injil (Ewanggelion) yang dimaksud di sini  adalah kekuatan (kabar gembira) bahwa pembenaran kita hanya karena Injil oleh Allah.

Pembenaran itu mesti diterima dgn iman, pembenaran itu perlu diterima menjadi bagian yang utuh dalam kehidupan, sebagai standar hidup kekristenan kita. Karena itulah satu-satunya kekuatan yang dapat menyelamatkan manusia untuk mendapatkan keselamatan. Bukan oleh kekuatan yang lain! Dalam arti Injil, keselamatan itu bukanlah  usaha manusia, tetapi sebaliknya, karena anugerah Allah semata. Berita tentang Injil imemang sudah sampai kepada kita. Tapi persoalannya,  apakah hidup kita yang menerimanya sudah sesuai dengan maksud Injil yang kita terima?

Saudara, dalam hidup kekristenan kita, tidak jarang orang memiliki pemahaman yang keliru tentang konsep keselamatan.  Apabila sudah dibaptis, ya seolah-olah otomatis memperoleh keselamatan. Bila ikut perjamuan kudus, ya soal dosa bereslah sudah. Bila rajin ikut persekutuan doa, ya itulah tandanya orang yang sudah lahir baru dan buah dari iman serta pertobatannya. Pokoknya, bila yang rutinitas rohani itu sudah dijalankan, ya cukuplah. Bereslah sudah.  Lalu setelah menjalani kehidupan nyata dalam sosial masyarakat sehari-hari? Nah...nah...nah...  Inilah yang mungkin jadi pertanyaan.

Saudara, apakah hanya sesederhana itu soal keselamatan? Dan apa maknanya jika Injil itu sebagai kekuatan? Ya, apalagi sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan? Jika segampang dan sesederhana  yang kita pahami tentang arti keselamatan, tentu tidak perlu Injil itu disebut sebagai kekuatan. Apalagi dikatakan sebagai kekuatan Allah yang menyelamatkan! Pemahaman yang keliru tentang Injil keselamatan rupanya telah dianut juga oleh jemaat di korintus. Karena itu Rasul Paulus memperingatkan mereka bahwa anugerah keselamatan yang diberikan Allah mestinya harus menjadi dasar kehidupan.

Dari contoh kehidupan umat Israel dalam Perjanjian Lama (PL) disebutkannya bahwa tidak semua umat Israel masuk ke tanah perjanjian. Rasul Paulus hendak mengingatkan dan menegaskan bahwa hal yang demikian juga bisa terjadi dalam kehidupan jemaat Korintus bila mereka tdk menjaga kekudusan hidup mereka. Karena itu janganlah menganggap remeh arti mahalnya anugerah keselamatan dari Allah yang memberikanNya bagi mereka. Karena itu pula, tidak sepantasnya mereka hidup sama seperti orang-orang dunia dalam lingkungan mereka yang penuh dengan pesta pora, penyembah berhala, penuh tipu daya, kemesuman, bersungut-sungut, dan hanya mengejar kesenangan sebagai sesuatu “kekuatan” di dunia ini semata!

Lalu bagaimana kita memahami bila Injil itu adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan kita? Menjadi standar hidup kekristenan kita? Singkatnya begini. Kita tidak akan pernah menukarkan anugerah keselamatan yang Allah berikan kepada kita hanya karena berbagai alasan yang kekanak-kanakan. Karena harga keselamatan yang kita miliki tidaklah murah, maka kita sanggup menghadapi berbagai pencobaan hidup ini dengan ikhlas, tanpa bersungut-sungut! Apalagi jika sampai menukar iman kita dengan sejumput kenikmatan dunia yang sementara ini. Karena hidup ini juga adalah anugerah, maka apa pun keadaan kita di dunia ini, tetaplah kita setia dalam menjalankan berbagai aktivitas dan karya-karya kita, sampai akhirnya kita benar-benar kuat hingga berada bersama dengan Tuhan yang memberikan sukacita yang sesungguhnya. Amin. 
_____________________________________
Dikirim oleh : (Pdt.Kristinus Unting, STh., M.Div)

Sabtu, 03 Maret 2012

MUJIZAT: BUKTI ALLAH YANG HEBAT!

Mujizat - Air menjadi Anggur
Ayat Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini:  Yohanes 6:25-40

Sebagai orang beriman, tentu kita percaya adanya mujizat. Mujizat itu memang nyata. Sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang datang dari Allah yang Maha kuasa. Mujizat itu sendiri adalah hak prerogatif Allah, milik Allah. Sebagai tanda kemahakuasaan Allah. Selama Tuhan masih ada, mujizat masih selalu berlaku. Bila ada manusia yang berkata bahwa zaman mujizat sudah berlalu, pastilah manusia itu sudah ‘tak waras’, karena bila mujizat tak ada, berarti Tuhan juga tidak ada. Mujizat selalu tersedia bagi orang yang percaya kepadanya! Alkitab sendiri berbicara tentang mujizat dan 25% isi Alkitab adalah mujizat. Tentang sesuatu yang luar biasa. Sesuatu yang di luar jangkauan kita sebagai manusia. Sesuatu yang disebut mujizat!

Dalam Alkitab (Perjanjian Lama) banyak tercatat mujizat, Tongkat Musa bisa jadi ular (Kej.7:8-12), sepuluh tulah (Kel.7:14-11:10, manna dan burung puyuh (Ke1,16:11-22), air dari gunung batu (Kel.17:8), Naaman sembuh dari sakit kusta (II Raja-raja 5:1-19), minyak seorang janda (II Raj. 4:l-7 ). Dalam Alkitab (Perjanjian Baru) juga terdapat banyak mujizat. Air menjadi anggur (Yoh.2:1-12), orang buta disembuhkan (Mrk.8:22-26 ), angin ribut diredakan (Mat. 8:23-27 ), anak seorang perempuan Kanaan dirasuk setan disembuhkan (Mat.15:21-28), Lazarus dibangkitkan (Yoh.11:1-45).

Pernahkah saudara mengalami mujizat dalam kehidupan saudara? Mungkin pernah. Atau, mungkin juga tidak pernah! Tidak sedikit kesaksian dari mereka yang pernah mengalami mujizat. Mereka bersyukur kepada Allah yang luar biasa. Memuji dan bersaksi bagi kemuliaan-Nya, di sepanjang kehidupan mereka. Namun tidak jarang pula pengalaman mereka-mereka yang tidak mengalami mujizat. Walau pun sudah berdoa atau didoakan atau ikut KKR segala macam. Tidak heran, bila ada yang sampai kecewa karena tidak mendapatkannya!
Saudara, di suatu jemaat pernah terjadi anggotanya yang kecewa. Soal mujizat tentu saja! Ketika orang tua mereka dalam keadaan sakit parah. Sebagai anggota jemaat yang setia dan percaya, tentu mereka juga percaya mujizat. Mereka meminta pelayanan. Supaya didoakan oleh Pendeta dan pelayanan, Perjamuan Kudus juga diminta. Doa kesembuhan dilakukan, Perjamuan Kudus pun dilaksanakan. Tetapi apa dinyana, tak lama berselang, orang tua kekasih mereka tutup mata untuk selama-lamanya. Bayangkan, betapa berduka, luluh dan kecewanya mereka. Mengharapkan mujizat, yang datang malah malaikat segera menjemput pulang!

Barangkali muncul pertanyaan di hati kita: "Kenapa mujizat ada yang bisa terjadi dan ada juga yang tidak terjadi?!” Inilah alasannya yang pasti! Mujizat bukanlah cara Allah yang utama. Bukanlah tujuan Allah yang utama. Tujuan Allah yang utama adalah bagaimana supaya manusia mengenal Allah. Supaya manusia tidak hilang tetapi berolehleh keselamatan. Dalam ayat ke 39 dan 40 Yesus sendiri berkata: "Dan inilah kehendak Dia yang telah mengutus aku, yaitu supaya dari semua yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada Akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman."

Yesus datang ke dalam dunia bukanlah dijadikan alat penjaja mujizat! Tujuan Yesus yang utama adalah bagaimana mengobati manusia dari luka-luka dosa dan supaya manusia masuk sorga. Bukan supaya manusia menikmati mujizat tetapi tidak selamat. Mujizat hanyalah tanda semata. Sebagai tanda kemahakuasaan Allah melalui mana hendak menegaskan kepada manusia, bahwa Yesuslah satu-satunya jalan yang ditetapkan bila manusia ingin selamat. (ay. 29).

Saudara, kita memang tidak boleh meremehkan mujizat. Mujizat memang bisa terjadi dan mujizat itu nyata. Sebagai tanda kemahakuasaan Allah. Tergantung dari Allah dan Allahlah yang menentukan. Bukan oleh hebatnya doa-doa kita. Yesus banyak membuat mujizat. Tetapi tidak setiap hari dibuat-Nya roti jadi banyak. Tidak setiap waktu yang buta disembuhkan-Nya. Dan tidak setiap kali Lazarus mati dibangkitkan-Nya. Bahkan ada saat-saat Yesus tidak me lakukan mujizat sama sekali! Atas tantangan iblis: "Jika Engkau Anak Allah, perintahkanlah supaya batu-batu ini menjadi roti", ketika berpuasa 40 hari 40 malam. Yesus malah menampik: "Ada tertulis, manusia hidup bukan dari roti raja, tetapi dari setiap firman yang keluar dari mulut Allah." (Mat.4:4). Ketika para ahli Taurat dan orang Farisi meminta tanda (mujizat), Yesus malah berkata: "Angkatan yang jahat dan tidak setia ini menuntut suatu tanda. Tetapi kepada mereka tidak akan diberikan tanda sela¬in tanda nabi Yunus." (Mat. 12:39).

Yesus malah mengecam orang yang baru percaya setelah melihat mujizat. Yesus mengecam orang-orang yang mau mengeksploitasi mujizat guna memenuhi keinginan-keinginannya. Terhadap orang-orang seperti iini, Yesus pun mengingatkan: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya kamu mencari Aku bukan karena kamu telah melihat tanda-tanda, melainkan karena kamu telah makan roti itu dan kamu kenyang." (ay.26). Saudara, kenapa mujizat bisa terjadi dan bisa juga tidak terjadi? Bila terjadi, itu artinya bahwa, memang Allah pemilik mujizat secara absolut, yang berkuasa, tak dapat diganggu gugat oleh apa pun atau oleh siapa pun! Bila tidak terjadi, karena memang Yesus bukanlah semacam "sangumang" (roh halus pemberi rejeki dalam istilah orang Dayak Ngaju) atau jongos (pembantu) yang selalu siap membantu kapan saja namanya dipanggil dan disebut! Jika ini yang terjadi berarti kitalah yang menjadi majikan sekarang dan Allah hayalah pelayan yang sewaktu-waktu siap membantu keperluan.

Apabila kita mengalami mujizat atau sebagai orang yang dipakai Allah untuk melakukan mujizat, bersyukurlah. Sebab Allah mau memakai hidup kita untuk menolong orang lain supaya percaya dan beroleh keselamatan. Bukan untuk kepentingan pribadi. Mempopolerkan nama pribadi atau merek-merek gereja segala. Apabila tidak mengalami mujizat? Janganlah cepat-cepat kecewa. Barangkali Tuhan memberikan sesuatu yang jauh lebih penting dan berharga dari hanya sekedar mujizat untuk kita. Karena memang, tugas para Hamba Tuhan atau pun gereja yang terutama bukanlah hanya penjaja mujizat! Tetapi memberitakan kebenaran fiiman Tuhan supaya manusia mengenal kebenaran dan diselamatkan. Tugas gereja juga adalah mengabdi dan berjuang untuk membangun dunia ke arah yang lebih damai dan sejahtera. Sampai ke titik nadir terdalam keterpurukan kemanusiaan. Sampai ke titik-titik nadir ketidakberdayaan, ketidakadilan dan pelecehan kemanusiaan, sebagaimana Kristus yang benar-benar membebaskan. Yang nyata-nyata juga diperlukan.

Perlu juga diingat, bahwa tugas orang Kristen yang utama bukanlah sebagai "Kristen pemburu mujizat." Cari mujizat minta jabatan, umpama! Atau hanya cari jiwa-jiwa tapi yang tak mampu berikan lowongan kerja bagi mereka! Karena itu, adalah suatu sikap Kristen yang kekanak-kanakan apabila hanya sibuk memburu mujizat. Lari dari Pendeta A, cari Pendeta B. Lari ke gereja sini, lari ke gereja sana, lari lagi gereja yang lebih kesananya lagi. Hanya sibuk urusan mujizat, sampai lupa cari selamat! Padahal yang terpenting, seperti kata Yesus: "Bekerjalah, bukan untuk makanan yang akan dapat binasa, melainkan untuk makanan yang bertahan sampai kepada hidup yang kekal.” (ay. 27). AMIN.
_________________________
(Oleh: Pdt.Kristinus Unting, STh.,M.Div)

Sabtu, 03 April 2010

Barang siapa...

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan AnakNya yang tunggal, supaya setiap orang yang
percaya kepada-Nya tidak akan binasa, melainkan beroleh hidup yang
kekal" (Yohanes 3:16).

Ketika Yesus mengutus Anak-Nya ke bumi, Dia membuka pintu keselamatan bagi siapa saja yang percaya kepadaNYA. Itu berarti, setiap orang dapat menjadi anak-Nya dan memiliki hidup yang kekal! Apakah kau tidak senang Dia tidak hanya datang untuk menyelamatkan  orang-orang tertentu? Apakah kau tidak senang Dia tidak memiliki banyak aturan dan ketentuan untuk keselamatan? Sebelum Yesus datang, orang harus mengamati banyak hukum agar cukup suci untuk pergi ke Bait Allah. Mereka terus melakukan pengorbanan untuk membayar dosa-dosa mereka supaya mereka bisa berada di hadirat Allah. 
Baca selengkapnya »

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari