Tampilkan postingan dengan label Janji Allah. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Janji Allah. Tampilkan semua postingan

Senin, 24 Desember 2012

Kegagalan Yang Mahal

Ayat Renungan Harian Kristen hari ini :
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa saja yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)

Tahun 2001, aku baru saja lulus informatika perguruan tinggi terkenal di surabaya, dan setelah kelulusan, aku mempunyai keinginan yang sangat keras untuk pergi ke amerika untuk bekerja. Aku berusaha dengan segala cara agar keinginanku ini terwujud. Aku banyak mencari informasi dan rela bolak balik Sidoarjo-Surabaya sampai aku sudah tidak kuat lagi menaiki sepeda motor. Aku rela membayar biaya yang sangat mahal untuk agen/calo visa. Cita-citaku memang ingin mempunyai penghasilan besar di Amerika, mengingat aku tidak mempunyai usaha keluarga untuk diteruskan. Tidak seperti rata-rata teman-temanku yang hampir semua mempunyai usaha keluarga sendiri. Bila aku bekerja di perusahaan, gaji yang kuterima hanya sekitar 1 jt (th 2001), memang cukup untuk sendiri, tapi tidak untuk masa depan meskipun tiap tahun naik 10%. (saat itu aku menunggu wisuda aku sambil bekerja di bank selama 9 bln). Biaya hidup yang tinggi membuatku harus berpikir untuk mencari penghasilan yang lebih besar. Jika dibandingkan dengan luar negri, memang sangat jauh. Aku pernah berpikir seminggu waktuku kuhabiskan di Indonesia, berarti aku telah membuang 5 jt, jika bekerja di luar negri. 

Dengan pikiran tiap minggu kehilangan kesempatan memperoleh 5 jt, aku berusaha keras untuk bisa bekerja di luar negri. Aku berusaha keras meminta persetujuan orang tua, dengan janji2ku. Akhirnya dengan berat hati, orang tua menyetujui. Tinggal masalah visa yang terberat. Karena aku harus interview langsung, dan untuk mendapat visa Amerika memang tidak mudah. Selain itu aku harus memalsu beberapa dokumen. Selama ini aku bertanya2 pada Tuhan, apakah yang kulakukan ini benar, apakah Dia setuju dengan rencanaku ini, apakah Dia juga ikut mendukung ? Akupun sempat berjanji2 pada Tuhan apabila aku berhasil. Selama itu aku merasa tidak mendengar jawabanNya, atau aku yang tidak bisa mendengarNya saat itu. Memang banyak kesulitan aku temui, banyak penghalang yang muncul dalam pengurusan visa, tapi aku “memaksa” Tuhan dengan berdoa “Tuhan, ijinkanlah aku berangkat !”. Aku berpatokan kalau memang visaku gagal berarti aku tidak boleh berangkat. Banyaknya penghalang dalam visa aku artikan sebagai ujian dari Tuhan untuk menguji kesungguhanku. Aku berusaha mencari solusi dalam tiap proses sampai akhirnya visaku benar2 disetujui. Alangkah gembiranya aku saat itu, usahaku selama ini tidak sia-sia, aku bisa berangkat ke Amerika dan Tuhan sudah tunjukkan ijinNya, berarti Tuhan setuju. Aku senang sekali, meskipun bayanganku nanti aku akan berhadapan dengan kerja keras dan penderitaan, tapi aku optimis aku akan sanggup menghadapinya. Akhirnya aku berangkat ke Amerika. Banyak hal kualami mulai dari keberangkatan, karena aku berangkat sendirian. 

Di Amerika aku mulai hidup mandiri. Aku mulai mengalami apa itu penderitaan. Meskipun aku telah banyak mempersiapkan diri, mulai timbul banyak masalah. Aku hidup di dunia yang menyeramkan. Hari demi hari kulalui, “Aku harus sanggup bertahan!” Dengan tangis air mata, aku berpikir “Aku tau bakal seperti ini, aku harus maju terus!” Dengan tekadku aku berhasil penyesuaian bertahan dalam hal makanan dan pekerjaan fisik. Setiap hari aku makan seadaanya, sampai pernah harus disumbang sosis 2 irisan kecil. Tapi aku bisa menyesuaikan dengan makanan dalam kondisi yang memalukan. Tak masalah bagiku. Aku sudah berjuang untuk visa, tak ingin usahaku sia-sia. Begitu juga dengan kerja fisik, badanku telah pegel linu, kaki kram karena bekerja harus berdiri, sampai demam, ditambah lagi suhu musim dingin saat itu 5-10o C. Lama-lama badanku terbiasa, kakiku sudah kuat berdiri berjam-jam lamanya.
Sebagai seseorang yang mencari uang, apa yang diperlukan sudah cukup, yaitu makanan, tempat tinggal, dan pekerjaan. Sudah cukup untuk bertahan di Amerika. Tapi ternyata aku salah perhitungan. Satu hal yang membuatku sangat menderita adalah rasa “kesepian”. Hatiku benar-benar “kosong”. Aku terlalu menganggap remeh hal ini. Aku optimis bisa mengatasinya saat itu karena aku berpikir apalah artinya masalah kecil ini. Ternyata tidak berhasil. Aku mendapat beberapa teman, tapi hatiku tetap kosong. Aku menjadi gelisah, apa yang salah ? Hidupku sudah berkelanjutan dan bisa mendapat uang, tapi ada sesuatu yang mencambukku terus menerus dan aku kesakitan. Aku berusaha untuk tidak terlalu memikirkannya dan mengisinya dengan bekerja. Aku terus menanamkan pada diriku bahwa tujuanku ke Amerika adalah mencari uang. Aku bahagia sekali setiap aku menerima gajiku. “Inilah hasil usahaku” Perjuanganku dari awal tidak sia-sia, tapi kesakitan itu terus menyerang. Tiap malam aku menderita, aku berusaha untuk tidak emosional dan terlalu memikirkan hatiku, tapi aku tidak bisa. Aku ingin lari dari kenyataan, tapi kemana aku harus berlari, aku bingung karena arah pelarianku tidak tepat, aku tau itu. Tapi aku tidak ingin kesakitan lebih lama lagi, bagaimana cara mengisi kekosongan hati ini, aku menjerit, aku menangis, aku berseru pada Tuhan setiap hari, setiap malam, sampai aku kecapekan dan akhirnya tertidur. Dalam malam2 yang sangat dingin itu aku meratap, hari demi hari, sampai akhirnya aku menyerah. Ternyata hatiku lebih unggul daripada ego dan logikaku. 

Suatu minggu aku ke gereja, bagaikan disambar petir aku mendengar kata-kata kotbah “Jangan sampai dollar menjadi kutuk dalam hidupmu !” Aku tau bahwa saat itu Tuhan sedang berbicara padaku. Aku sedih, aku merasa Tuhan tidak berada di pihakku. Bukankah selama ini Tuhan tolong aku, Tuhan setujui permohonanku, visaku. Untuk apa semua perjuangan berat itu jika aku harus pulang kembali ke Indonesia. Kenapa kalau memang Tuhan melarang aku berangkat ke Amerika, kok tidak dari awal-awal saja ? visaku gagal kan beres, aku tidakjadi berangkat ?! Aku merasa Tuhan mempermainkan aku. Tapi saat itu juga aku melihat Dia berdiri begitu Agung dihadapanku, begitu Mulia, Maha kuasa. Dia memandangku dengan tersenyum dan penuh kasih. Aku tau Dialah yang berencana atas hidupku. Aku tau apa maksudNya. Dia tunjukkan kalo aku sendirilah yang memaksa untuk ke Amerika, dengan sok yakin. Tuhan telah tunjukkan kelemahanku. Ternyata aku tidak sanggup mengatasi kekosongan hatiku. Aku telah gagal. Tapi Dia tetap mengasihiku. Dia tidak membiarkanku bertambah hancur. Dia telah kabulkan permintaanku ke Amerika yang telah aku minta dengan paksa, meskipun berakhir dengan kegagalan. Mengapa ? Karena Dia begitu mengasihi anakNya. Dia tahu kalau aku tidak akan sadar kalau belum mencobanya sendiri. Aku yang keras kepala ini. Dia tahu kalau aku akan belajar sesuatu dari pengalaman ini. Dengan berat aku memutuskan pulang. Aku merasa di Indonesia buahku akan lebih manis rasanya. Pengalaman yang mahal ini membuatku belajar untuk menerima apapun keputusanNya, meskipun tidak sejalan dengan keinginanku yang bagiku rasional. Tapi ternyata Dia lebih mengerti.
 
Saat ini, meskipun penghasilanku di indonesia hanya cukup untuk diriku sendiri, aku tidak ingin mengkuatirkannya karena aku tau Tuhan ada di pihakku, dan Dia berencana atas hidupku, Aku yakin dia punya rencana lain untuk ku di masa depan. Dia pegang kendali, dan dalam kendaliNya kita akan tampak lebih indah.
Seperti ada tertulis :
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa saja yang ada padaKu mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” - Yeremia 29:11

-------------------------------------------
Dikirim oleh : JHWDGP - angel*****@yahoo.com

Senin, 05 November 2012

SUPAYA KAMU HIDUP



Supaya kamu hidup dan memasuki serta menduduki negeri yang diberikan kepadamu oleh Tuhan, Allah nenek moyangmu. (Ulangan 4:1b)

Salah satu masalah utama yang dihadapi orang Israel adalah bagaimana mereka hidup dalam keatiaan kepada Tuhan. Bagaimana mereka dapat menahan diri dari godaan untuk mengikuti allah lain yang disembah oleh bangsa lain di sekitar mereka. Saat mereka hidup berdampingan dengan bangsa lain mereka mudah tergoda untuk mengikuti penyembahan berhala dan menyimpang dari iman mereka.

Ketetapan-ketetapan Tuhan sering mereka lupakan dan digantikan dengan ketetapan-ketetapan dewa-dewa lain. Untuk itu mereka diingatkan oleh Musa sebelum melanjutkan perjalanan menuju tanah perjanjian.

Mereka diingatkan untuk setia dan memelihara ketetapan Tuhan. Tujuannya agar mereka dapat hidup di negeri yang diberikan Tuhan bagi mereka. "Supaya kamu hidup" yang diungkapkan Musa bukan sekedar dalam artian hidup-bernafas dan jantung yang berdetak tetapi lebih dalam dari itu, yakni agar mereka memiliki hidup dan kehidupan mereka dengan segala mutunya. Bukan sekedar bernyawa tetapi memiliki kebahagiaan, memiliki semangat dan keakraban dengan Tuhan. Agar mereka dapat menikmati kehidupan yang penuh berkat di tanah perjanjian.

Segala mutu kehidupan dapat mengalir ke dalam kehidupan kita jika kita pun menjaga dan memelihara ketetapan Tuhan dalam kehidupan kita. Kita akan merasakan keindahan hidup ketika kita mengasihi Tuhan dan sesama kita, ketika kita bekerja keras dan jujur, ketika kita menolong sesama, ketika kita melakukan segala tugas dengan penuh tanggung jawab.

Walaupun jalan hidup kita tidak selamanya akan terus indah namun mutu kehidupan dan penyertaan Tuhan akan selalu mengikuti kita yang memelihara ketetapanNya. Marilah... dengan memohon kekuatan dari Tuhan, kita berusaha untuk selalu menjalankan dan memelihara ketetapa-ketetapanNya di dalam hidup kita dimanapun kita berada. Amin!

Minggu, 25 Maret 2012

Yesus Kristus-Anugerah Allah bagi Manusia

Renungan menyambut Paskah : 

Yesus Kristus-Anugerah Allah yang sempurna bagi Manusia

Bahan Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini : I Petrus 1:18-19

renungan paskah
Paskah adalah salah satu favorit saya, selain Natal tentunya. Tidak ada yang menyenangkankan seperti ketika Paskah tiba dan kegiatan mencari telur Paskah yang diadakan bagi anak-anak. Minggu ini kita memperingati minggu sengsara ke enam, beberapa hari lagi kita akan merayakan Paskah. Saya ingin menitikberatkan topik kita kali ini pada Pengorbanan Yesus Kristus Anak Allah bagi kita, umat manusia yang berdosa ini.

Sesungguhnya Allah sangat mengasihi kita manusia sehingga Ia memberikan Anugerah termulia bagi manusia. Anugerah ini adalah Yesus, bayi dalam palungan. Juruselamat dunia. Dan Ia membawa janji keselamatan, cinta tanpa syarat, harapan tanpa akhir dan kehidupan kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya.
"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di Kota Daud" (Lukas 2:11).
Saya harap anda juga bersemangat seperti saya dalam berbagi karunia ini dengan orang lain. Seperti kita berjalan dalam iman bersama-sama, memberikan kasih Allah kepada jutaan orang di seluruh dunia.

Kitab Ibrani mengatakan, "Kristus menyerahkan dirinya sendiri kepada Allah sebagai kurban sempurna untuk dosa-dosa kita" (9:14, NIV). Yesus adalah Anugerah Sempurna Tuhan untuk kita. Alasan Yesus datang ke bumi untuk memberikan diriNya di kayu salib bagi kita. Dan seperti anak domba ke pengorbanan (dalam Perjanjian Lama), Yesus harus menjadi sempurna dan tidak bercacat dalam rangka untuk menjadi Juruselamat kita. Tapi ada juga harga yang harus dibayar untuk karunia yang telah Allah berikan bagi manusia. Berikut adalah pernyataan yang luar biasa dalam Alkitab : 
"Kamu tahu bahwa kamu telah ditebus dari cara hidupmu yang sia-sia yang kamu warisi dari nenek moyangmu itu, bukan dengan barang yang fana bukan pula dengan perak atau emas ... tapi dengan darah Kristus..." (1 Petrus 1:18-19). 
Yesus membayar harga yang tinggi sehingga Anda dan saya bisa memiliki karunia hidup kekal. Tuhan dapat membuat emas dan perak yang banyak seperti debu di bumi. Tapi ketika diperhadapkan dengan dosa-dosa kita manusia, Tuhan harus membayar harga termahal yang dapat dibayangkan ... Dia harus mengorbankan Anak-Nya! Kenapa harus demikian ??? Tuhan ingin menunjukan kepada manusia bahwa demi kita manusia yang berdosa ini Tuhan rela mengurbankan Anak-Nya. Yesus merupakan perwujudan kasih Allah terhadap umat manusia, Dia Mewujudkan Janji Cinta Tanpa Syarat, Harapan yang tak pernah pudar dan Kehidupan Kekal bagi setiap orang yang percaya kepada-Nya .

Apakah Anda pernah memberikan hadiah yang persis seperti apa yang orang lain inginkan? Sebuah hadiah yang sempurna, yang akan membawa sukacita bagi orang yang membukanya? Saya menyukai apa yang dikatakan Rasul Paulus dalam 2 Korintus 9:15. Setelah berbicara tentang sukacita dan berkat dari memberi, Paulus kewalahan memikirkan semua yang telah Allah berikan kepada kita. Jadi, bukannya mencoba untuk menggambarkan semuanya dalam kata-kata dia hanya berkata, "Syukur kepada Allah karena karunia-Nya yang tak terkatakan itu!".

Yesus adalah Anugerah Allah yang sempurna, hadiah yang tak terlukiskan. Dan hal yang menakjubkan adalah bahwa tidak hanya kita dapat menerima karunia ini, tetapi kita mampu berbagi dengan orang lain. Alkitab memberitahu kita bahwa kita adalah Tubuh Kristus di bumi! Lengan kami adalah lengan Yesus seperti pada saat kita menjangkau orang lain dalam kasih. Suara kita adalah suara Yesus saat kita berbagi kata-kata dorongan dan harapan dengan orang lain. Tangan kita adalah tangan Yesus yang membawa penyembuhan dan kenyamanan kepada mereka yang membutuhkan. Ketika kita mengulurkan tangan kenyamanan untuk memenuhi kebutuhan orang lain, Allah akan melihat bahwa kebutuhan kita terpenuhi! 
Yesus berkata, "Berilah dan kamu akan diberi: suatu takaran yang baik, yang dipadatkan, yang digoncang dan yang tumpah ke luar akan dicurahkan ke dalam ribaanmu. Sebab ukuran yang kamu pakai untuk mengukur akan diukurkan kepadamu" (Lukas 6:38). 
Jadi mari kita terus menabur benih cinta, benih dorongan, bibit harapan, benih benih penyembuhan dan berkat dalam kehidupan orang lain. Amin !

Senin, 30 Januari 2012

Melupakan Masa Lalu dan Bergerak Maju didalam Allah

Ayat Bacaan Renungan Harian Kristen hari ini:

Filipi 3:13-14,  "Saudara-saudara, aku sendiri tidak menganggap bahwa aku telah menangkapnya, tetapi ini yang kulakukan: aku melupakan apa yang telah di belakangku dan mengarahkan diri kepada apa yang dihadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan sorgawi dari Allah dalam Kristus Yesus".

Apa yang dikatakan Paulus dalam Filipi 3:13, pada dasarnya bahwa ia tidaklah sempurna, "Kau tahu, aku tidak sempurna, saya belum mencapai semuanya.. Tapi satu hal yang saya lakukan-saya mengarahkan diri pada apa yang di depanku." Dia fokus pada bergerak maju. Dia tidak mau tinggal di mana dia berada sekarang. Dia tidak ingin puas biasa-biasa saja. Dia membuat keputusan untuk terus tumbuh dan berusaha untuk maju. Dan kemudian, ia memberitahu kita apa yang dia lakukan untuk maju, ia melepaskan diri dari (dosa) masa lalu. Dia "melupakan" apa yang ada di belakangnya. Dengan kata lain, ia tidak terpaku dengan (dosa) masa lalunya. Dia tidak membiarkan hal itu menahannya. Sebaliknya, ia mengarahkan masa depannya dengan berpedoman pada Firman Tuhan.

Ini tidak selalu mudah. Bahkan, ini adalah sebuah pertarungan. Tapi, itu pertarungan yang bagus. Alkitab menyebut ini pertandingan iman. Apakah Anda tahu apa yang membuat pertarungan yang bagus? Ketika Anda berada di pihak yang menang! Anda tahu bahwa Anda menang selama Anda terus berdoa, terus menyatakan kasih Allah, tetap mengampuni, tetap mentaati Firman-Nya. Anda harus tinggal dalam permainan jika Anda tahu akan menang! Musuh (iblis) akan mencoba sepanjang waktu untuk mengambil Anda keluar dengan mengingatkan Anda tentang apa yang terjadi di masa lalu Anda. Dia akan mengingatkan Anda setiap kali Anda membuat kesalahan atau mengatakan sesuatu yang salah. Iblis akan terus menyerang dengan segala daya di medan perang pikiran Anda. 
Tapi apakah Anda tahu bagaimana untuk melawan pikiran-pikiran negatif ketika mereka datang? Anda hanya dapat melawannya dengan berbicara kebenaran Firman Tuhan. Lihat, Anda tidak dapat berbicara satu hal dan berpikir tentang sesuatu yang berbeda. Pikiran Anda harus mengikuti kata-kata Anda. Itulah mengapa Matius 6:31 mengatakan, "Sebab itu janganlah kamu khawatir dan berkata: Apakah yang akan kami makan? Apakah yang akan kami minum? Apakah yang akan kami pakai?" 
Karena ketika Anda mengatakan sesuatu, Anda memegang itu dalam hati Anda. Jika Anda mengucapkan kata-kata khawatir, Anda akan memegang khawatir. Jika Anda berbicara janji-janji Allah, Anda memegang janji Allah.

Hari ini, saya mendorong Anda untuk memegang hal-hal baik yang Tuhan telah sediakan untuk masa depan Anda. Seperti Paulus, jika ada satu hal yang menjadi fokus pada tahun ini, fokuslah pada bergerak ke depan. Fokuslah pada berbicara Firman Allah atas diri dan keluarga Anda setiap hari. Memegang kebenaran. Mengikat ke hati Anda. Biarkan Firman Allah memelihara dan menyegarkan jiwa Anda. Ketika Anda mengatur fokus ke depan, Anda akan bergerak maju dan menjadi apa yang telah Tuhan rencanakan bagi anda.
_________________________
Renungan Harian Kristen

Jumat, 13 Januari 2012

Bless Your Children

Sebagai orangtua, kita dapat sangat mempengaruhi arah kehidupan anak-anak kita dengan kata-kata yang kita katakan pada mereka. Namun banyak orangtua gagal untuk melakukannya. "Oh, anak-anak saya tahu bahwa saya mencintai mereka," banyak orang tua mengatakan demikian. "Mereka tahu bahwa Aku berdoa untuk mereka." Mungkin begitu, tetapi anak-anak Anda perlu mendengar kata-kata berkat dalam hidup mereka. Dan kabar baiknya adalah bahwa hal itu tidak sulit untuk mengubah warna di  rumah Anda. Anda dapat mulai berbicara kebenaran positif ke dalam kehidupan anak-anak Anda setiap kali Anda inginkan. Kita sebagai orang tua harus berusaha untuk berbicara Firman Tuhan ke dalam kehidupan anak-anak kita, di keseharian hidup kita. Misalnya, ketika kita mengantar anak-anak kita ke sekolah, bahkan sebelum mereka keluar dari mobil, kita bisa mengingatkan mereka, "Kamu diberkati hari ini nak, kamu adalah kesukaan Allah"

Kita sebagai orangtua - anda - dapat melakukan sesuatu yang serupa. Bicara Firman Allah atas anak-anak Anda setiap hari sebelum mereka pergi ke sekolah atau pergi keluar untuk bermain. Anda tidak perlu untuk memberitakan khotbah; hanya mengatakan sesuatu seperti, "kata Firman Tuhan bahwa Dia mengasihi kamu, dan Dia memiliki sesuatu yang khusus untuk kamu hari ini!" dan lain sebagainya.

Atau berdoa, "Tuhan, Engkau berjanji seperti dalam Mazmur 91 bahwa Engkau akan memberikan malaikat MU menjaga kami dan bahwa tidak ada kejahatan akan datang dekat rumah kami. Jadi saya berterima kasih kepada Mu ya Tuhan bahwa kami dan anak-anak dilindungi, dan Engkau akan selalu membimbing dan menjagai mereka. Bapa, Engkau berkata bahwa kita kepala dan bukan ekor, dan akan mengelilingi kami dengan nikmat. Jadi saya berterima kasih kepada Mu ya Bapa bahwa anak-anak saya diberkati, dan mereka akan unggul dalam apa pun yang mereka mereka lakukan. "

Entah kita menyadarinya atau tidak, kata-kata kita mempengaruhi masa depan anak-anak kita untuk baik atau jahat. Kita perlu berbicara kata-kata cinta dan kasih sayang, kata-kata yang mendorong, menginspirasi, dan memotivasi anak-anak kita untuk pertumbuhan iman mereka. Ketika kita melakukannya, kita sedang berbicara berkat ke dalam kehidupan mereka. Kita menyatakan kebaikan Tuhan dalam hidup mereka.

Terkadang kita, orang tua bersikap terlalu keras dan kritis dengan anak-anak kita, dan mudah marah jika menemukan kesalahan dalam apa pun yang anak-anak lakukan. Misalnya : "Mengapa kau tidak bisa mendapat nilai lebih baik?; Pergi membersihkan kamar kamu - kamar kok terlihat seperti kandang babi! apakah kamu tidak dapat melakukan sesuatu dengan benar? " kalimat-kalimat seperti itu yang sering terlontar dari kita para orang tua kepada anak-anak kita.

Kata-kata negatif tersebut akan menyebabkan anak kita kehilangan rasa nilai Allah yang telah ditempatkan dalam diri mereka. Tentu saja, sebagai orang tua, kita memiliki tanggung jawab di hadapan Tuhan dan masyarakat untuk mendidik anak-anak kita, untuk mendisiplinkan mereka ketika mereka tidak taat, untuk memperbaiki mereka dengan penuh kasih ketika mereka membuat pilihan yang salah. Tapi kita tidak harus terus kecapi pada anak-anak kita dengan kata-kata negatif. Jika Anda terus-menerus mengucapkan kata-kata yang mengecilkan hati dan mematahkan semangat, maka cepat atau lambat, sadar atau tidak sadar Anda akan menghancurkan citra diri anak Anda. Dan dengan kata-kata negatif Anda, Anda akan membuka pintu, yang memungkinkan musuh untuk membawa segala macam ketidaknyamanan dan rendah diri ke dalam kehidupan anak Anda.
Anda Memiliki Tanggung jawab untuk Memberkati Anak Anda

Ingat, jika Anda membuat kesalahan terus-menerus berbicara kata-kata negatif atas anak-anak Anda, Anda mengutuk masa depan mereka. Selain itu, Allah akan meminta Anda bertanggung jawab atas apa yang telah kita lakukakan terhadap tanggungjawab yang telah diberikanNYA. Otoritas di ikuti pula dengan tanggung jawab, dan Anda memiliki tanggung jawab sebagai otoritas rohani atas anak Anda untuk memastikan bahwa ia merasa dicintai, diterima, dan disetujui. Anda memiliki tanggung jawab untuk memberkati anak-anak Anda.

Selain itu, kita semua menginginkan hal-hal yang baik bagi anak-anak kita. Kita ingin anak-anak kita untuk diberkati. Mengapa tidak menempatkan pikiran-pikiran dan perasaan menjadi kata-kata? "Sebuah berkat tidak benar-benar berkat sampai diucapkan." Ucapkanlah kata-kata tersebut dengan suara yang lantang yang akan memberkati anak-anak Anda: "Kamu adalah anak Allah. Allah memiliki hal-hal yang baik yang di berikan untuk Anda. Anda diberkati! " Lalu perhatikan bagaimana anak Anda mulai berkembang, bagaimana sikap tentang dirinya sendiri akan berubah, bagaimana tindakannya dengan orang lain. Berkat Allah mulai berakar dalam kehidupan anak-anak anda.! 

_________________________________

Renungan Harian Kristen | Bless Your Children

Kamis, 05 Januari 2012

Harapan yang Tak Pernah Hilang

Sebuah harapan adalah awal dari setiap hal yang baik dalam hidup kita. Harapan selalu membantu memberikan rasa percaya untuk mendapatkan yang terbaik, bahkan dalam menghadapi keadaan terburuk sekalipun. Bagi kita orang yang percaya kepada Kristus, harapan jauh lebih dari sekedar keinginan, kerinduan atau pandangan positif, hal itu didasarkan pada janji-janji Allah yang ditemukan dalam FirmanNya.

Kita dapat memiliki harapan dalam hidup tidak peduli apa yang mengelilingi dan terjadi di sekeliling kita, karena kita melayani Allah yang perkasa yang peduli, Allah yang tahu nama kita (Yesaya 45:3), Allah yang memahami keinginan hati kita (1 Tawarikh 28:9), dan Allah yang tahu siapa kita bahkan sebelum kita  dibentuk di dalam rahim ibu (Yeremia 1:5).

Mungkin Anda sedang menghadapi tantangan ataupun kemunduran didalam pekerjaan Anda atau mungkin juga didalam hubungan dengan orang yang anda kasihi. Mungkin Anda sedang berjuang secara finansial atau tekanan hidup yang besar sedang menimpa Anda. Jika itu sedang terjadi pada Anda, JANGAN TAKUT SAUDARA KU ... selalu ada harapan! Allah SELALU ada untuk Anda, DIA tidak akan berpaling dari Anda bahkan tidak untuk sedetikpun !. Sumber daya-Nya tak terbatas, kekuasaan dan cinta kasihNYA tidak mengenal batas. Tuhan ada di pihak Anda. Jangan biarkan musuh, Setan, pikiran Anda sendiri, atau orang lain memberitahu Anda sesuatu yang berbeda yang ingin menjauhkan harapan hidup dari anda. Ingat, jangan pernah menyerah! Lihatlah kepada Allah dan mengharapkan mukjizat, tetaplah berpengharapan.

Saya berdoa agar pengharapan menjadi nyata di dalam kamu. Allah adalah Allah yang "Maha" segalanya. Dia tidak memiliki kekurangan apapun. Dia selalu memiliki solusi bagi setiap persoalan kita.Allah siap untuk berbicara kepada Anda, untuk mendukung Anda dan menyelamatkan Anda.

Di mana harapan Anda hari ini... Apakah pada orang? pada Kemampuan Anda sendiri? pada Pekerjaan Anda? Bangkitkan dan bangunlah harapan Anda hanya pada Yesus saja. Siapa yang berpengharapan di dalam Tuhan dan percaya di dalam Dia, tidak akan pernah kecewa. Yesus adalah satu satunya harapan kita yang tak akan pernah hilang. HE will always stand by you !!!
Serahkanlah kuatirmu kepada TUHAN, maka Ia akan memelihara engkau !
(Mazmur 55:23a)
________________________________________________
Renungan Harian Kristen

Minggu, 14 Agustus 2011

Hal Kekhawatiran

"Siapakah di antara kamu yang karena kekhawatirannya dapat menambahkan sehasta saja pada jalan hidupnya ?"
(Matius 6:27)
Apakah Anda khawatir tentang sesuatu hari ini? Jika khawatir berarti memungkinkan sesuatu untuk berputar dalam pikiran Anda lagi dan lagi. Allah tidak ingin kau hidup khawatir atau cemas tentang apa pun. Dia tahu bahwa khawatir dapat menghilangkan kedamaian dan sukacita. Ini akan mempengaruhi setiap bidang kehidupan Anda. Pernahkah Anda mendengar ungkapan, "Jangan khawatir anda akan sakit?" Itu karena khawatir mempengaruhi tubuh fisik Anda. Ini mempengaruhi tidur Anda. Anda tidak akan pernah mendapatkan apa-apa oleh karena mengkhawatirkan sesuatu, bahkan, Anda akan kehilangan momen berharga bahwa Anda tidak pernah bisa kembali lagi.
Baca selengkapnya »

Senin, 19 April 2010

Masih Ada Langit Biru

Ku memandang ke awan
Ku yakin Kau bersamaku
Dan tak pernah tinggalkanku
Walau ku tersesat
Ku yakin Kau menuntunku
Selama masih ada langit biru...
 
Saya tidak  akan pernah bosan dengarkan  lagu-lagu yang telah tercipta untuk memuji dan menyembah Tuhan. Selain easy-listening, kata-kata yang adapun sangat berdampak dan kayaknya sangat mendalam dalam mengungkapkan kebaikan Tuhan.
Baca selengkapnya »

Sabtu, 17 April 2010

Mengapa Tuhan Ijinkan Penderitaan

Ayub 5:8  "Tetapi aku, tentu aku akan mencari Allah, dan kepada Allah aku akan mengadukan perkaraku.

Ada yang berkata penderitaan muncul karena kesalahan manusia sendiri yang jatuh dalam dosa. Walaupun terdengar sebagai jawaban yang final namun secara langsung sepertinya jawaban ini menyatakan, ”Jangan protes,ini salahmu sendiri. Tutup mulut dan terima saja”, tidak banyak orang yang bisa menerima jawaban ini.

Mengapa Tuhan mengijinkan penderitaan? Pertanyaan paling umum yang sudah menghantui dunia mungkin sejak awal manusia jatuh dalam dosa. Kalau Tuhan itu begitu baik dan penuh kasih,kenapa Dia mengijinkan penderitaan terjadi dalam kehidupan manusia.
Baca selengkapnya »

Jumat, 16 April 2010

Kebaikan Tuhan

"Sesungguhnya, aku percaya akan melihat kebaikan TUHAN di negeri orang-orang yang hidup!"
(Mazmur 27:13)

Daud sedang mengalami masa-masa sulit ketika ia membuat pernyataan dalam ayat hari ini. Semuanya tidak akan jalan. Namun dia mengatakan yang berlaku, "Aku tidak khawatir aku tidak marah.. Saya yakin saya akan melihat kebaikan Tuhan." Dengan kata lain, "Situasi saya mungkin sedang berat, tapi itu tidak akan mengubah visi saya. Itu tidak akan menyebabkan saya menyerah pada mimpi saya. Yakin bahwa tahun ini, saya akan melihat kebaikan Tuhan dalam cara baru. "

 
Baca selengkapnya »

Minggu, 04 April 2010

Fokus pada yang tak terlihat

"Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, tetapi pada apa yang tak terlihat. Untuk apa yang dilihat adalah sementara, tetapi apa yang tak terlihat adalah kekal " (2 Korintus 4:18).

Setiap hambatan dalam hidup Anda dapat berubah. Tidak perlu khawatir karena apa yang mungkin anda  hadapi, selalu ada jawaban yang tak terlihat. Itu merupakan hal yang tak kelihatan dan adalah biasa di dalam dunia rohani dimana ada janji-janji Allah. Iman anda akan membuat hal-hal yang tidak kelihatan menjadi sesuatu yang nyata ke alam dunia ini. Bila Anda percaya pada sesuatu, Anda tidak dapat dipengaruhi oleh yang lain. Ketika Anda merubah cara pandang mata Anda pada yang tak kelihatan -sesuai janji-janji Allah- iman Anda tidak akan tergerak oleh keadaan apapun yang mungkin Anda alami dan akhirnya Anda akan melihat janji-janji itu terjadi. Buatlah keputusan hari ini untuk memperbaiki mata dan pikiran Anda pada janji-janji Allah. Renungkanlah janji-Nya sampai mereka menjadi lebih nyata bagi Anda daripada udara nafas Anda. Nyatakan bahwa janji-Nya akan terjadi di dalam hidup anda. 
Baca selengkapnya »

Arsip Blog

Kumpulan Khotbah Stephen Tong

Khotbah Kristen Pendeta Bigman Sirait

Ayat Alkitab Setiap Hari