Tampilkan postingan dengan label Renungan Kristen (Teks). Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan Kristen (Teks). Tampilkan semua postingan
Rabu, 22 Mei 2013
Renungan Kristen - Otoritas Sang Hamba Allah
Bacaan:
Markus 1:21-28
Markus tidak memberitahu isi pengajaran Yesus dalam bagian ini, tetapi dia mencatat kesan para pendengar Yesus. Disebutkan bahwa mereka takjub akan pengajaran Yesus, karena Ia mengajar sebagai orang yang memiliki otoritas (21-22). Apakah itu berarti bahwa ahli-ahli Taurat tidak berotoritas? Mereka punya otoritas, tetapi otoritas karena posisi mereka sebagai pemimpin agama. Orang-orang segan kepada mereka karena posisi yang mereka duduki. Berbeda dengan Kristus. Otoritas Kristus melahirkan rasa hormat dan takjub pada diri pendengar-Nya.
Otoritas ini terlihat bukan hanya melalui perkataan, tetapi juga melalui tindakan, yaitu ketika Yesus mengusir roh jahat dari diri orang yang dirasukinya di Bait Allah (23-27). Roh jahat itu memberi kesaksian tentang kemanusiaan Yesus dengan menyebut "Yesus orang Nazaret" dan tentang keilahian-Nya dengan menyebut "Yang kudus dari Allah". Ini memperlihatkan bahwa roh jahat itu memahami kemanusiaan dan keilahian Yesus. Roh jahat itu juga memahami sumber otoritas yang Yesus miliki. Terusirnya roh jahat dari diri orang yang dirasukinya memperlihatkan bahwa otoritas Yesus mengalahkan roh jahat. Nyata bahwa Yesus lebih berkuasa daripada roh jahat. Roh jahat harus bertekuk lutut di hadapan Yesus, sehingga orang yang kerasukan roh jahat itu dipulihkan dan hidup normal dalam kodratnya sebagai manusia.
Pelayanan orang Kristen pada masa kini banyak terpusat pada masalah penginjilan, yang bermaksud memulihkan hubungan manusia dengan Allah sehingga manusia dapat mengalami pengampunan dosa dan dapat menikmati keselamatan kekal. Ini merupakan sebuah pelayanan yang sangat penting.
Namun gereja perlu juga menjamah bidang-bidang lain, pelayanan yang memulihkan harkat manusia yang menderita, diperbudak, terluka, dan terjajah baik oleh penyakit, kuasa jahat, maupun oleh pihak-pihak lain. Kiranya Roh Kudus menolong kita untuk tergerak menangani pelayanan ini dan membuat perbedaan di dalam hidup manusia yang kita layani karena melalui kita, Roh Kudus menyentuh hidup orang lain.
Label:
Renungan Kristen (Teks)
Selasa, 21 Mei 2013
Renungan Kristen - Pencobaan berlalu, tugas dimulai
Pencobaan berlalu, tugas dimulai
Markus menandai bahwa pelayanan Yesus dimulai sesudah Yohanes Pembaptis ditangkap (14). Apa yang dialami Yohanes Pembaptis merupakan gambaran dari apa yang Yesus akan alami kelak untuk menggenapi panggilan-Nya. Yesus memulai pelayanan-Nya dengan memberitakan Injil kepada banyak orang (15). Yesus juga memanggil orang-orang untuk melanjutkan pelayanan-Nya kelak. Mereka adalah Simon, Andreas, Yakobus, dan Yohanes, nelayan-nelayan di Danau Galilea.
Bagaimana respons mereka? Mereka segera mengikuti Dia! Simon dan Andreas segera meninggalkan jala dan mengikut Yesus (18). Selain meninggalkan jala, Yakobus dan Yohanes meninggalkan ayah mereka (20). Terlihat bahwa mereka mengikuti Yesus secara total. Mereka menganggap panggilan Yesus ada di atas berbagai tuntutan hidup lainnya. Mereka berani bayar harga dengan kehilangan pekerjaan, kehidupan sehari-hari, juga relasi dengan keluarga dan komunitas mereka. Mereka pun kemudian punya pekerjaan baru, bukan menjala ikan, tetapi menjala manusia.
Mengikut Kristus memang berarti melepaskan semua ikatan yang bisa menghambat orang untuk datang kepada Dia. Ini merupakan tantangan besar. Kita tahu bahwa keempat orang itu bukanlah orang-orang besar di mata dunia. Mereka tidak kaya dan tidak punya kuasa, tetapi Kerajaan Allah tidak bergantung pada hal-hal itu. Allah dapat memakai kita, siapa pun kita. Asal kita mau mengikut Dia. Kita tahu bahwa sebagai nelayan di Galilea, bisa jadi wawasan mereka hanya sebatas Galilea. Mereka hanya tahu tentang perahu, danau, dan orang-orang yang berada di pasar ikan. Percakapan mereka mungkin hanya berkisar pada masalah keluarga, perahu, dan harga ikan. Namun kemudian Kristus datang, dan dunia mereka berubah. Dari Galilea mereka kemudian menjangkau dunia. Dan semua itu terjadi karena mereka merespons panggilan Yesus.
Mengikut Kristus berarti menjala orang. Ini bukan hanya berlaku bagi para mahasiswa sekolah teologia, pendeta, atau misionari, tetapi bagi semua orang yang mengakui dirinya sebagai pengikut Kristus.
Label:
Renungan Kristen (Teks)
Renungan Kristen - Dibaptis lalu dicobai (Markus 1:9-13)
Dibaptis lalu dicobai
Yohanes Pembaptis menyerukan pertobatan dan baptisan sebagai tanda pertobatan. Namun pembaptisan Yesus bukan merupakan tanda pertobatan. Yesus tidak berdosa karena itu sebenarnya Ia tidak perlu dibaptis. Pembaptisan Yesus menandakan bahwa Ia mengidentifikasikan diri-Nya dengan orang-orang berdosa yang mengakui dosa-dosa mereka, dan kemudian dibaptis oleh Yohanes Pembaptis. Baptisan ini adalah langkah awal bagi tindakan penyelamatan yang Yesus lakukan kelak.
Dalam penyerahan diri Yesus secara total melalui baptisan, Bapa dan Roh Kudus mengkonfirmasi fakta mengenai identitas Yesus sebagai Anak Allah. Namun peristiwa istimewa itu tidak membuat Yesus diantar ke takhta megah. Roh Allah malah membawa Yesus ke padang gurun. Di sana Yesus dicobai oleh Iblis. Yesus, yang telah mengidentifikasikan diri-Nya dengan manusia, selanjutnya menghadapi konsekuensi dari pengidentifikasian tersebut, yaitu pencobaan. Pencobaan bukan merupakan indikasi bahwa orang berada diluar kehendak Allah. Juga bukan berarti bahwa semakin jarang orang dicobai atau semakin jarang orang bergumul dengan dosa, maka semakin kuduslah dia. Kisah Yesus dibawa ke padang gurun untuk dicobai memperlihatkan hal yang sebaliknya. Pencobaan Yesus merupakan masa persiapan bagi pelayanan-Nya kelak.
Setelah Yesus dicobai, kita melihat bagaimana malaikat-malaikat melayani Dia. Meski tak ada seorang pun yang menemani Yesus, Bapa tidak meninggalkan Dia. Allah selalu menunjukkan kasih karunia-Nya dan menyediakan pertolongan-Nya pada waktunya.
Kita dapat belajar bahwa meskipun Iblis mencobai kita, Tuhan tetap berdaulat atas hidup kita. Dia tidak akan membiarkan kita dicobai melampaui kekuatan kita. Iblis memang ingin menjatuhkan kita, tetapi Tuhan ingin kita dibangun dan dikuatkan melalui kemenangan atas pencobaan. Maka jangan putus asa jika Anda mengalami pencobaan. Ingatlah bahwa sesudah itu akan ada kesempatan yang lebih besar untuk hidup bagi Tuhan dan melayani Dia.
Label:
Renungan Kristen (Teks)
Senin, 20 Mei 2013
Langganan:
Postingan (Atom)
Arsip Blog
-
▼
2015
(215)
-
▼
April
(28)
- Senin, 27 April 2015 - Masing-masing dengan panggi...
- Senin, 27 April 2015 - Masing-masing dengan panggi...
- Kasih dan Terang
- Dunia Allah
- Dunia Allah
- Mengalahkan Cheetah
- Mengalahkan Cheetah
- Kita Satu Komunitas
- Kita Satu Komunitas
- Kamis, 16 April 2015 - (Bilangan 9)
- Kamis, 16 April 2015 - (Bilangan 9)
- Tempat Pemancingan Terbaik
- Mengapa Aku Tetap Berharap
- Terlalu Berat Bagiku
- Jangan Khawatir!
- Wallpaper: Pengharapan yang Pasti
- Itu Milikku!
- Ketika Kita Dikecewakan
- Berbagi Burger
- Bukan Sebuah Keanehan Alam
- Genangan Lumpur
- Fondasi yang Teguh
- Iman Seteguh Bukit Batu
- Iman Seteguh Bukit Batu
- Datanglah Kepada-Ku
- Sakit yang Mulia
- Keluar Batas
- Menikmati Perjamuan-Nya
-
▼
April
(28)
