- Diambil dari Renungan Gereja Kristus Yesus -
Bacaan Alkitab hari ini: Mazmur 115-117
Bangsa Israel menghadapi tekanan dan pergumulan dengan datang kepada Tuhan dan memperbarui iman mereka di hadapan-Nya.
Mazmur 115 adalah salah satu mazmur yang mencatat tentang perjalanan iman bangsa Israel pascapembuangan. Bangsa Israel "dibuang" ke tengah-tengah bangsa lain dan mengalami tekanan yang berat. Allah menghukum umat-Nya dan Ia "membiarkan" mereka. Di samping itu, bangsa asing di tempat mereka dibuang kerap kali mengejek mereka. Salah satu ejekan mereka adalah bahwa mereka mempertanyakan keberadaan Allah Israel (115:2).
Di tengah situasi demikian, apa yang dilakukan oleh bangsa Israel? Mereka datang kepada Allah dan menyatakan iman mereka kepada-Nya. Bagi mereka, kemuliaan Allah lebih penting daripada kemuliaan mereka sendiri. Kemuliaan adalah milik Allah dan bukan milik mereka (115:1). Allah yang mulia adalah Allah yang Hidup yang memiliki kehendak-Nya sendiri (115:3). Allah yang Mulia dan yang Hidup mereka kontraskan dengan berhala bangsa-bangsa lain yang hanya merupakan buatan tangan manusia (115:4-7). Allah yang Mulia dan yang Hidup adalah Allah yang menjadi perisai dan penolong bagi orang-orang yang percaya kepada-Nya (115: 9-11). Di samping itu, Allah mengingat dan memberkati umat-Nya (115: 12-15). Oleh karena itu, meskipun menghadapi tekanan, bangsa Israel tetap beriman teguh kepada Allah yang menjadi perisai dan penolong mereka.
Kita pun kadang-kadang menghadapi tekanan atau cobaan hidup. Saat kita mengalami kondisi seperti itu, apakah kita datang kepada-Nya dan memperbarui iman kita? [WY]
Roma 8:38-39
"Sebab aku yakin, …, baik malaikat-malaikat, maupun pemerintah-pemerintah, baik yang ada sekarang, maupun yang akan datang, atau kuasa-kuasa, baik yang di atas, maupun yang di bawah, …, tidak akan dapat memisahkan kita dari kasih Allah, yang ada dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."
Like this:
Be the first to like this post.
Filed under: Renungan Harian
Tidak ada komentar:
Posting Komentar