=====================
"Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya."
Lucu juga melihat foto disamping ini. Hanya karena tanpa perhitungan ketika mengecat, seorang gadis akhirnya terperangkap di sudut ruangan dan harus menanti cat kering agar bisa melangkah ke pintu. Apa yang tampil di foto ilustrasi hari ini sebenarnya menggambarkan situasi yang sering terjadi dalam kehidupan kita. Meski mungkin tidak secara persis dalam mengecat, tapi seringkali kita berhadapan pada situasi terjepit. Maju kena, mundur pun kena. Kita terperangkap bagai tikus yang tidak lagi bisa lari kemana-mana dan mengira kita tidak lagi punya peluang apa-apa, hanya bisa pasrah dan menunggu nasib. Ada kalanya kita memang harus melalui situasi seperti itu agar otot-otot rohani kita bisa dilatih agar lebih kuat lagi, tapi tidak jarang pula itu terjadi pada kita karena kecerobohan sendiri seperti foto disamping ini. Kita tidak berpikir panjang terlebih dahulu sebelum mengambil keputusan, dan pada akhirnya kecerobohan kita membuat kita terjepit. Apapun latar belakang yang membuat kita terdesak dalam situasi sulit, ketika kita merasa tidak lagi ada jalan keluar atau sepertinya kesulitan mengepung kita dari segala arah, menyerah sebenarnya bukanlah sebuah opsi. Jangan lupa bahwa ada Tuhan yang bisa melakukan sesuatu yang ajaib terhadap anak-anakNya yang selalu setia menggantungkan hidup dan mengandalkanNya dalam setiap keadaan.Pada suatu kali bangsa Israel berhadapan dengan situasi mencekam akibat terperangkap, yaitu dalam kisah Laut Teberau terbelah yang terkenal dalam Keluaran 14. Ketika itu mereka baru saja keluar dari Mesir. Ternyata Firaun tidak rela membiarkan mereka pergi begitu saja. (ay 5). Ia pun kemudian memimpin sendiri bala tentara besar berjumlah enam ratus kereta yang dikendarai prajurit-prajurinya (ay 7). Terus berlari dikejar pasukan sebegitu besar, mereka ternyata terjebak dan harus berhenti karena laut Teberau terbentang di depan mereka. Di belakang ratusan tentara Firaun siap melahap habis mereka semua. Ketakutan dan kepanikan kemudian membuat mereka ketakutan lalu menyalahkan Musa, bahkan mengatakan bahwa lebih baik menjadi budak ketimbang berada dalam situasi terjepit seperti itu. "..mereka berkata kepada Musa: "Apakah karena tidak ada kuburan di Mesir, maka engkau membawa kami untuk mati di padang gurun ini? Apakah yang kauperbuat ini terhadap kami dengan membawa kami keluar dari Mesir? Bukankah ini telah kami katakan kepadamu di Mesir: Janganlah mengganggu kami dan biarlah kami bekerja pada orang Mesir. Sebab lebih baik bagi kami untuk bekerja pada orang Mesir dari pada mati di padang gurun ini." (ay 11-12). Kata-kata inilah yang keluar dari rasa putus asa mereka menghadapi situasi terjepit seperti itu. Tapi apa jawaban Musa? "Tetapi berkatalah Musa kepada bangsa itu: "Janganlah takut, berdirilah tetap dan lihatlah keselamatan dari TUHAN, yang akan diberikan-Nya hari ini kepadamu; sebab orang Mesir yang kamu lihat hari ini, tidak akan kamu lihat lagi untuk selama-lamanya.". (ay 13).
Seperti apa yang tertulis pada ayat bacaan hari ini, Musa mengingatkan mereka akan 3 hal:Selanjutnya terjadilah hal yang ajaib! Laut Teberau terbelah sehingga mereka bisa berjalan di tengah-tengah laut di tempat kering. Air menjadi tembok buat mereka (ay 15 - 22). Ketika bala tentara Firaun mengejar hingga ke tengah laut, air pun kembali berbalik ke posisi semula dan menenggelamkan Firaun dan seluruh pasukannya. (ay 26-28). Mereka pun akhirnya selamat sampai ke seberang (ay 30). Kisah Laut Teberau yang fenomenal ini kemudian bisa kita temukan kembali dalam Mazmur 106:7-12 dan Nehemia 9:9-11.
- Jangan takut
- berdiri tetap, dan
- fokus kepada penyertaan Tuhan
Jangan takut, berdiri tetap dan fokus pada penyertaan Tuhan. Itu adalah kunci utama agar kita bisa melepaskan diri dari situasi terjepit. Rasa takut tidak akan menolong, justru akan semakin melemahkan dan mempersulit keadaan. Berulang kali Firman Tuhan menyatakan "jangan takut" dalam sepanjang Alkitab, itu menunjukkan keperihatinan Tuhan akan sifat manusia yang gampang merasa takut, sekaligus menunjukkan kepedulianNya. Bersama Tuhan dengan kuasaNya yang mengatasi langit, begitu peduli dan sangat mengasihi kita, mengapa kita harus takut? Membiarkan rasa takut yang berkepanjangan cepat atau lambat akan membuat iman kita terkikis. Dengan iman yang terkikis kita bisa ambruk, tidak lagi kuat untuk berdiri. Dan lewat jawaban Musa hari ini kepada bangsa Israel yang tengah panik, kita pun mengetahui bahwa dalam menghadapi segala hal sulit, adalah penting bagi kita untuk bisa tetap berdiri dalam iman. Lebih lanjut Musa pun mengingatkan agar berhenti fokus terhadap masalah dan mengarahkannya kepada kasih dan penyertaan Tuhan. Pada kisah Laut Teberau diatas kita melihat penyertaan Tuhan yang luar biasa untuk mengeluarkan bangsa Israel dari situasi terjepit. Tuhan kita adalah Allah yang penuh dengan kasih setia dan tidak akan pernah ingkar janji. "Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya." (Mazmur 106:1).
Apakah ada diantara teman-teman yang tengah terjepit ditengah masalah dari segala arah menjelang tahun yang baru yang akan datang sekejap lagi? Tidak perlu takut, tidak perlu khawatir. Tetaplah berdiri teguh dalam iman dalam situasi sesulit apapun. Mari kita jalani hidup walau seberat apapun dengan penyerahan diri dan pengharapan. Jangan takut, jagalah agar iman tetap kokoh dan percayalah pada Tuhan yang masih terus membuat mukjizat yang menyatakan kemuliaanNya hingga hari ini. Serahkanlah semuanya ke tangan Tuhan. Sebagaimana Dia menyelamatkan bangsa Israel, demikian pula Dia mampu menyelamatkan kita dari situasi terjepit dan memberikan kita sebuah tahun yang sangat baik, penuh sukacita dan berbuah tanpa henti. Songsonglah tahun baru dengan semangat baru, dan iman baru yang lebih kuat dari sebelumnya. Selamat Tahun Baru teman-teman, Tuhan memberkati anda semua.
Situasi-situasi sulit adalah lahan subur bagi Tuhan untuk menyatakan kuasaNya
Follow us on twitter: http://twitter.com/dailyrho
Sadarkah anda bahwa kita manusia cenderung cepat merasa tersinggung ketika diingatkan atau ditegur? Our pride stands in the way, we feel like loosing our dignity, feeling embarrased and often hurts too soon. Terutama ketika mulai menginjak masa puber, kita mulai lekas tersinggung dan melawan ketika diingatkan orang tua, guru atau orang-orang yang lebih tua dari kita. Apalagi jika yang mengingatkan atau menegur itu lebih muda usianya, bisa repot urusannya. Tidak sedikit orang yang lari dari keluarganya ketika ditegur, menentang peraturan sekolah dan melawan guru, bekerja asal-asalan, mencari jalan untuk membalas dendam terhadap perusahaan tempat bekerja atau mengundurkan diri karena merasa sakit hati ketika mendapat teguran. Istri yang melawan suami, suami yang bandel terhadap nasihat istri, inipun merupakan hal sehari-hari yang sangat sering kita lihat. Dan seperti itulah kecenderungan manusia. People are tend to be overly sensitive. Jika terhadap mahluk sejenis saja kita sudah begitu, terhadap Tuhan pun kita menunjukkan polah dan tingkah yang sama. Kita menolak untuk ditegur, kita menuduh Tuhan jahat atau bahkan kejam ketika mendapat teguran meski yang bentuknya ringan sekalipun. Kita membangkang dengan hebat ketika bentuknya berat. Cepat marah, cepat merasa terhina, padahal belum introspeksi terlebih dahulu atas teguran yang diberikan pada kita. That's not the way at all. That's not the way it should be. Alkitab justru mengingatkan bahwa apabila kita ditegur, seharusnya kita merasa bersyukur dan berbahagia. Mengapa? Hari ini mari kita lihat alasannya.
Pernahkah anda melihat orang-orang yang lebih dari cukup secara finansial tetapi kelihatannya sangat sulit untuk bahagia? Saya sering bertemu dengan orang-orang seperti itu. Seorang teman saya pernah berkata, "seandainya saya memiliki uang sebanyak mereka, mungkin saya sudah senang-senang sekarang, tidak perlu repot bekerja dan pusing memikirkan biaya hidup keluarga dan kebutuhan anak-anak." Kita mungkin sering berpikir seperti itu. Kenyataannya, mereka yang punya harta berlimpah pun tidak serta merta hidup bahagia. Harta tidak pernah menjamin kebahagiaan. Ya, kita tentu butuh uang untuk bisa hidup, tetapi hidup tidaklah pernah tergantung oleh sedikit banyaknya uang. Mungkin anda akan seperti saya yang sampai kepada pertanyaan, bagaimana mungkin orang yang kaya bisa tidak bahagia? Dan ternyata Alkitab sudah memberi jawaban atas pertanyaan itu, karena kuasa untuk menikmati apa yang kita punya, itu berasal dari Tuhan juga.
"Ganti tahun, nasib tetap sama." Demikian kata seorang tukang ojek yang sering mangkal di dekat rumah saya. Bagi banyak orang sepertinya itu menjadi sebuah hal yang lazim. Mereka lelah menanti perubahan nasib ke arah yang lebih baik dan berhenti berharap untuk itu. Tidur tidak pernah menjadi lebih nyaman, malah yang ada kita semakin sulit tidur. Gelisah, cemas atau bahkan takut menanti seburuk apa tahun yang akan datang. Tidur adalah sesuatu yang mudah dan gratis, begitu kata ayah saya pada suatu kali. Apakah ia merupakan orang yang senang-senang saja tanpa masalah? Tidak juga. Sama seperti kita, ia pun berhadapan dengan berbagai masa naik dan turun. Tetapi ternyata itu tidak pernah mengganggu waktu tidurnya. Di usianya yang sudah lanjut, ia masih sangat bugar dan aktif.
"Love can make the world go round" demikian kata peribahasa yang populer yang beberapa kali diadopsi untuk menjadi judul serta tema lagu oleh banyak artis. Jika kita menilik lirik lagu-lagu sejak dulu, setidaknya 70-80% isinya akan berbicara tentang cinta dalam berbagai aspek. Betapa langkanya menemukan sebuah film tanpa kisah cinta sama sekali di dalamnya. Saya tidak tahu bagaimana hidup jadinya jika harus dilalui tanpa cinta. Cinta bisa membuat kita tenang. Cinta membuat kita kuat. Cinta membuat kita mampu bertahan. Cinta bisa membuat kita menangis, cinta bisa membuat kita tertawa riang. Tapi meski menangis, tidak satupun orang yang suka hidup tanpa rasa cinta. Cinta, atau kasih sulit diartikan secara ilmiah. It's like a chemical reaction, kata seorang filsuf pada suatu kali untuk menggambarkan sulitnya menerjemahkan asal muasal cinta dan apa yang terjadi ketika rasa cinta atau kasih itu mulai mengenai seseorang. Hari Natal yang baru kita lewati adalah sebuah kisah cinta juga, yang justru begitu besarnya berasal dari Sang Pencipta kepada kita semua ciptaanNya.
Baru sehari kita melewati peringatan hari kelahiran Sang Juru Selamat. Mungkin hari ini sudah ada yang kembali bekerja, ada juga yang masih berlibur hingga memasuki tahun baru 2013 yang sebentar lagi akan tiba. Apakah anda masih berlibur atau sudah kembali aktif bekerja, saya ingin mengajak teman-teman untuk merenungkan sebuah hal yang sangat penting. Masihkah anda merasakan terang Kristus? Adalah penting bagi kita untuk memeriksa diri kita sendiri, apakah terangNya masih menyinari kita atau kita sudah kembali berada dalam kegelapan hanya beberapa saat setelah kita memperingati hari kelahiranNya ke dunia.
Keindahan Natal seringkali dikaitkan dengan salju yang putih. Salah satunya bisa kita lihat dalam sebuah lagu Natal yang tidak asing lagi berjudul White Christmas, yang menjadi populer ketika dibawakan oleh Bing Crosby dalam film "Holiday Inn" pada tahun 1942. Lagu ini kemudian menjadi lagu legendaris dan lagu natal wajib terlebih setelah tampil dalam film berjudul sama di tahun 1954. Kartu-kartu Natal pun banyak yang menggambarkan keindahan pohon atau rumah yang ditutupi putihnya salju. Kita yang tinggal di Indonesia dan Asia Tenggara tidak memiliki musim salju seperti halnya Eropa dan beberapa belahan bumi lainnya. Tapi itu tidak membuat kita menghilangkan momen indah salju yang putih dalam menyambut Natal. Hiasan pohon Natal kerap ditambahkan kapas untuk menciptakan kesan salju memenuhi hiasan pohon natal mereka. Selain dari keindahan yang tercipta lewat turunnya salju, warna putih yang menjadi warna salju pun sering dijadikan sebuah lambang akan sesuatu yang bersih bahkan kesucian.